Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Di Antara Kopi dan Rak Buku: Generasi Z Menemukan Tempat Rehat

Redaksi Radar Kediri • Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:00 WIB
Di Antara Kopi dan Rak Buku: Generasi Z Menemukan Tempat Rehat.
Di Antara Kopi dan Rak Buku: Generasi Z Menemukan Tempat Rehat.

Di balik balutan seragam dan title sebagai Generasi Z yang malas. Pertarungan melewati denyut kota, membuat kita membutuhkan tempat tenang melepas penat. “Membaca. Ketika ditanya guru, aku selalu bilang hobiku membaca” ujar Nia.

“Ya, karena itu jawaban yang paling aman, kan?” Nia menambahkan. Kesadaran bahwa membaca adalah sebuah kegiatan positif tentu sangat normal dimiliki. Keuntungan yang diperoleh bukan sekadar rajin baca buku, tapi tentang mengetahui dunia yang lebih luas, menumbuhkan imajinasi, dan kemampuan analisis dalam membandingkan informasi. Lantas di tengah banyaknya keuntungan membaca kenapa minat literasi kian tahun kian menurun. “Males sih, soale kan isi buku, cuma tulisan,” ucap Amita.

Garai mikir abot, jadi males (membaca),” susul Amita, seorang siswi SMA Negeri 1 Berbek. Malas, selalu diawali dengan rasa muak memandang huruf-huruf berderet panjang tanpa akhir. Apalagi jika topik yang diangkat adalah topik berat. Tapi, apakah ini adalah akhir dari literasi di era digitalisasi?  Hanya karena beberapa anak memberi kesan bahwa membaca adalah hal yang membosankan, bukan berarti membenarkan bahwa semua Generasi Z malas membaca dan tidak membudayakan literasi.

Terabaikannya Minat Baca

Manusia, pada dasarnya adalah makhluk sosial yang mudah untuk terbawa arus. Semakin menurun minat baca di sekeliling kita, tidak mengecualikan kita beranggapan bahwa literasi tidak penting. Lalu, apa yang terjadi dengan orang yang murni memiliki minat baca? Haruskah ia menyerah dan membuang minat bacanya hanya karena kondisi lingkungan sekitar? Tidak, bukan itu jawabannya.

Di antara lingkungan tidak nyaman itu, artinya bukan hanya diam menerima ketidaknyamanan, tapi kita harus bergerak. Bergerak membuat lingkungan yang nyaman di antara lingkungan yang tidak nyaman. Kita pasti akan menyalakan kembali api minat baca diantara Generasi Z.

Komunitas Literasi Muda

Siapa yang tidak menyukai tempat yang nyaman? Bahkan suasana hati yang mula-mula buruk bisa berangsur kembali stabil hanya karena tempat dan suasana yang nyaman. Harus tempat yang mahal? Rumah? Tempat sepi dan jauh? Atau tempat yang ramai? Tidak. Menemukan komunitas yang memiliki kesamaan minat juga merupakan kebahagiaan tersendiri di antara kegiatan yang padat dan tekanan harian.

Hal ini dapat memberi kita tepukan semangat di bahu yang seolah mengatakan kata-kata penyemangat kau telah melakukan yang terbaik hari ini, lalu kembalilah semangat untuk esok hari. “Kalau beneran ada, aku bakal kegowo arus (untuk terus membaca),” Amita berseru, sebagai orang yang malas membaca ketika mendengar tentang komunitas membaca.

Manusia adalah makhluk sosial yang mudah menyerap apa yang terjadi dalam lingkungan sekitarnya. Tidak terkecuali jika kita berada dalam komunitas yang mencintai literasi. Bisa saja kita yang awalnya merasa malas dan muak menatap deretan huruf yang membahas logika dan keadaan dunia, jadi menemukan titik nyaman kita dan menikmati literasi lebih dari sebelumnya.

Tempat Nyaman Mendukung Kebiasaan Literasi

Di tengah rendahnya minat literasi yang dimiliki Generasi Z, muncul inovasi kreatif dengan memfokuskan diri pada cara untuk menarik minat Generasi Z dalam literasi, yaitu adalah Café baca. Sio Punci Coffee terletak di Jl. Lawu No. 25, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Merupakan salah satu inovasi kreatif yang mendukung kegiatan literasi.

Sio Punci Coffee menghadirkan ruang baca yang memungkinkan penikmat buku bisa bersantai sembari memakan camilan dan minuman yang ditawarkan. Ruang baca diisi dengan aroma buku yang khas dan susunan buku dalam rak yang rapih. Menikmati buku di luar ruangan sembari menikmati semilir angin dan hangat sinar matahari sore tak pula dihalangi.

Di antara langit cerah dan dunia yang sibuk Sio Punci Coffee selalu ada, menawarkan kehangatan kopi dan camilan ringan hingga berat yang dikelilingi oleh tempat terstruktur indah, “aesthetic” sebut Monica. “Aku salfok, Playlist-nya cakep banget,” ucap Monica.

“Lagu nya ngebuat aku semangat buat ngerjain tugas,” gerakan bahu yang menikmati suasana sore itu tidak dapat menipu betapa harmonisnya playlist yang terputar. Lagu-lagu dengan sentuhan jazz dan orkestra dan balutan lirik puitis membuat  atmosfer sepanjang waktu terasa menyenangkan. Suasana yang sangat cocok untuk memulai percakapan dengan orang baru dan mencoba hal baru, yaitu membaca.

Dalam Sio Punci Coffee, dapat dengan mudah kita menemukan pengunjung yang gemar membaca. Dengan suasana dan tempat yang nyaman, tentu mempermudah kit terhanyut dalam berliterasi. Menggabungkan kebiasaan Generasi Z yang suka nongkrong dan juga suasana nyaman untuk mencoba literasi adalah tahap awal yang membuat siapapun tertarik untuk mencoba dunia literasi.

Literasi bukan sekedar membaca dan membolak-balikkan lembaran kertas, tapi berisi langkah kecil menuju literasi. Cara memadukan kopi, buku, dan teman dalam memanfaatkan ruang berekspresi, dan menikmati dunia dengan literasi.

              

                  

             

Editor : Andhika Attar Anindita
#kopi #Rak buku #rehat #generasi z