KEDIRI, JP Radar Kediri- Festival Kuno Kini 2025 menyajikan beragam kuliner. Seperti namanya Kuno Kini, kulinernya pun ada sangat jadul (kuno) hingga khas kekinian. Salah satu yang menyedot perhatian sejak awal awal adalah minuman tradisional Jawa yang sudah ada sejak masa kerajaan Kediri. Yaitu dawet.
Punya sejarah yang sangat panjang, dawet sebenarnya mulai dikenal sejak abad 12 masehi. Tertuang di kitab Kresnayana yang menceritakan kisah asmara Rukmini dan Krisna. Meski pada perkembangannya kemudian memiliki banyak sekali varian hingga menjadi kuliner khas nusantara.
Baca Juga: Seru-Seruan Mengolah Mi di Festival Kuno Kini 2025 Kediri
Di Festival Kuno Kini 2025, kuliner ini sudah menyedot perhatian pengunjung sejak awal dibuka pada Jumat (23/5). Jenis yang disajikan adalah Dawet Ayu. Muniman khas Jawa ini dijual oleh Rini, 37, warga Desa Sambirejo Kecamatan Gampengrejo.
Dijual dengan harga Rp 5 ribu per gelasnya. Minuman ini disajikan menggunakan mangkok dari gerabah. Sajian menggunakan gerabah itu semakin mendukung unsur jadul dari minuman tersebut.
Baca Juga: Jenang Debog Jadi Primadona di Kuno Kini Fest 2025, Penjual sebut ini dibuat dengan gula asli
Dalam sehari, Rini bisa menjual lebih dari 100 gelas. Saat akhir pekan, dia bisa menjual 200 gelas. Omzetnya pun sudah mencapai jutaan rupiah. Dia mengatakan, Festival Kuno Kini ini menjadi event pertamanya.
Dia bersama sang suami tidak hanya menjual dawet, tapi juga pisang goreng tanduk. Kemudian yang membuat beda Dawet Ayu spesial adalah bahan-bahan yang dipakai masih alami. Tanpa pengawet atau pemanis buatan.
Baca Juga: Festival Kuno Kini Angkat Kuliner Tradisional Lewat Seni Tari
Untuk resep, Rini mengatakan tidak jauh berbeda dari resep dawet kebanyakan, hanya saja ia menekankan keaslian dari bahan-bahan yang digunakan. “Gulanya memakai gula kelapa asli, tidak ada tambahan apa-apa lagi. Alami semua” pungkasnya
Stan Dawet Ayu buka dari 10.00 hingga pukul 22.00. Peminatnya beragam, ada yang dari kalangan anak muda yang ingin mencoba jajanan tradisional, ada juga dari kalangan orang tua yang sengaja ingin bernostalgia dan berburu jajanan jadul.
Baca Juga: Festival Kuno-Kini Kediri 2025: Pecel Punten Bikin Nostalgia Pengunjung
Salah satu pembelinya, Wahyu, siswa SMK Pawiyatan Daha 1 yang ikut kompetisi foto suka dengan minuman tradisional itu. “Saya nyoba,” katanya. Dia bisa merasakan kesegaran es dawet ayu milik Rini itu.
Sedangkan, Siti Wuryani, 60, warga Desa Kaliombo, Kota Kediri mengatakan, membeli es dawet karena ingin bernostalgia jajanan jaman dulu yang mulai jarang ditemukan. “Kangen saja sama makanan dulu-dulu, lumayan bisa nostalgia” ucapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian