Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Events
icon featured
Events

Isi Liburan sekaligus Latih Daya Kritis

30 November 2021, 14: 57: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

Isi Liburan sekaligus Latih Daya Kritis

SOSIALISASI: Sekretaris Disdik Marsudi Nugroho memberi penjelasan di depan para guru dari SD-SD se Kota Kediri kemarin. (Rekian - radar kediri)

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri- Tidak ada libur khusus di sekolah selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini. Itu merunut pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 62/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Virus Covid-19 pada saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Karena itulah sekolah perlu memberikan kegiatan yang bermanfaat bagi anak didiknya.

Aktivitas belajar seperti itu bisa dilaksanakan dengan cara sederhana tetapi tetap bermanfaat. Tidak melulu tentang pelajaran matematika, bisa berupa sastra atau keterampilan lainnya. Yang perlu ditekankan adalah menggalakkan literasi.   

“Ya bentuknya pendidikan karakter,” ucap Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri, Marsudi Nugroho saat memberi sambutan sebelum workshop Media Handling sekaligus technical meeting (TM) di ruang pertemuan kantor Disdik Kota Kediri kemarin.

Baca juga: Penonton Bioskop di Kediri Masih Dibatasi 70 Persen

Salah satu kegiatan yang bisa mengisi waktu libur itu adalah lomba kliping kreatif pelajar tingkat sekolah dasar (SD) yang digelar Jawa Pos Radar Kediri. Dari kegiatan itu, siswa diharapkan bisa meningkatkan literasinya. Terutama di bidang jurnalistik. Selain kemampuan menyerap informasi, siswa diharapkan juga bisa memahami sajian berita yang layak dikonsumsi.

Marsudi pun mengingatkan ketokohan Tan Khoen Swie (TKS) sebagai orang yang mengembangkan literasi di Kediri lewat karya tulis dan penerbitan buku. “Kita punya sejarah penerbitan tua di Indonesia,” katanya. Jejak literasi dari TKS itulah yang harus diturunkan ke generasi penerus.

Sementara itu, Manajer Sirkulasi Koran Jawa Pos Radar Kediri Heri Muda Setiawan membenarkan lemahnya literasi pada usia 15-24 tahun. Sesuai dengan indeks literasi nasional dari Kemendikbud, sebanyak 99,76 persen penduduk Indonesia sudah melek aksara. Namun, ada sebanyak 71 persen kategori aktivitasnya rendah.

“Karena itu, perlu disiapkan peningkatan budaya membaca sejak dini. Salah satu stimulus menggairahkan literasi itu adalah kliping koran,” ungkap Heri. Untuk diketahui, tokoh yang aktif mengkliping koran adalah Pramoedya Ananta Toer (PAT). Pengetahuannya tentang keindonesiaan tidak lepas dari banyaknya koran yang dikliping. Hingga karya seperti tetralogi Bumi Manusia bisa mendunia.

Jawa Pos Radar Kediri menyediakan wadah untuk lomba kliping koran yang dikemas secara kreatif. Dari kegiatan ini diharapkan minat baca siswa SD bisa meningkat. Bagi Heri, kegiatan ini untuk melatih kepekaan, daya kritis dan daya analisis siswa terhadap informasi yang disajikan dalam bentuk berita.

Paling penting adalah ikut serta menggalakkan gerakan literasi di sekolah dasar. Lewat kegiatan yang positif di tengah pandemi Covid-19 seperti ini siswa tetap bisa berkreasi dan mengasah kreativitasnya.

“Kami siapkan hadiah berupa trofi, setifikat, dan uang pembinaan untuk para juara,” ungkap Heri. Peserta lomba kliping ini adalah siswa kelas IV SD di Kota Kediri. Bisa dikerjakan berkelompok, maksimal lima orang.(rq/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia