25.3 C
Kediri
Saturday, January 28, 2023

Seribu Personel Gabungan Siap Amankan SLG

- Advertisement -

Jelang pentas musik Gempita Kemerdekaan yang menghadirkan Denny Caknan dan Happy Asmara, Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengecek kesiapan venue tadi malam. Mengajak Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho, Dhito ingin memastikan pentas yang diperkirakan akan dihadiri lebih dari 30 ribu orang itu berjalan aman dan lancar.

Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Dhito mengungkapkan, pentas nanti malam (19/8) akan diamankan oleh sekitar seribu personel gabungan TNI dan polisi. “Semua akses menuju Simpang Lima Gumul akan dijaga. Kami menerapkan skrining hingga empat lapis,” katanya.

Bupati muda ini menjelaskan, skrining dilakukan untuk memastikan pengunjung yang masuk venue sudah menaati ketentuan yang ditetapkan. Di antaranya, tidak boleh membawa senjata tajam, tidak boleh memakai ikat pinggang, tidak boleh membawa makanan dan minuman, serta harus sudah divaksin lengkap dibuktikan dengan aplikasi PeduliLindungi.

Dhito menjelaskan, skrining berlapis diterapkan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Berkaca pada acara Sinau Bareng Cak Nun Selasa (16/8) lalu, jumlah penonton membeludak. “Diperkirakan sekitar 3 ribu orang, ternyata yang datang lebih dari 8 ribu,” terangnya.

Baca Juga :  Selama Enam Bulan, 254 Istri Gugat Cerai ke Pengadilan Agama

Pria yang gemar naik vespa ini mengungkapkan, Gempita Kemerdekaan yang menghadirkan artis dangdut kenamaan di Jatim itu bisa jadi sarana healing masyarakat setelah dua tahun off akibat pandemi. Meski demikian, dia tetap meminta warga Kediri Raya mematuhi aturan yang ditetapkan. Sehingga, mereka bisa menikmati pentas musik dengan nyaman.

- Advertisement -

Lebih jauh suami Eriani Annisa ini menjelaskan, pentas musik dangdut nanti malam juga jadi sarana untuk memulihkan perekonomian masyarakat. Dhito menyebut pemkab menyiapkan ratusan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang menjual makanan dan minuman di sekitar lokasi. Karenanya, pengunjung dilarang membawa makanan dan minuman agar bisa membeli di sana.

“Jika ada yang nekat membawa makanan dan minuman dari luar akan kami amankan saat skrining,” tandasnya sembari berdiskusi dengan panitia Gempita Kemerdekaan di lokasi monumen SLG tadi malam.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, Dhito terlihat fokus mendengar penjelasan progres pembuatan venue bersama Agung. Saat melihat panggung kecil di depan panggung utama, bapak satu anak itu meminta agar panggung kecil itu dibongkar. Sehingga, penonton bisa lebih leluasa melihat pentas musik.

Baca Juga :  Persedikab Kediri Butuh Sebulan Tingkatkan VO2 Max

Tetapi, setelah mengetahui manfaat panggung tersebut, Dhito membatalkan instruksinya. Tak hanya mengecek panggung, dia juga mengecek barikade yang dipasang di sekitar panggung. “Konser harus berlangsung aman,” pesannya sekitar pukul 19.30 tadi malam.

Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho menjelaskan, polisi akan melakukan penutupan arus dari beberapa arah menuju SLG. “Area sekitar 300 meter dari lokasi harus steril,” tegas perwira dengan pangkat dua balok di pundak itu sembari menyebut kendaraan dari Katang yang hendak menuju Pare dialihkan lewat simpang tiga Tepus.

Kemudian, kendaraan dari Pare akan dialihkan lewat simpang empat Gurah. Pengalihan serupa juga diterapkan untuk kendaraan dari arah Plosoklaten dan Wates. “Jalan akan ditutup mulai pukul 16.00 (sore ini, Red),” sambung Kasatlantas Polres Kediri AKP Firdaus.






Reporter: Iqbal Syahroni
- Advertisement -

Jelang pentas musik Gempita Kemerdekaan yang menghadirkan Denny Caknan dan Happy Asmara, Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengecek kesiapan venue tadi malam. Mengajak Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho, Dhito ingin memastikan pentas yang diperkirakan akan dihadiri lebih dari 30 ribu orang itu berjalan aman dan lancar.

Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Dhito mengungkapkan, pentas nanti malam (19/8) akan diamankan oleh sekitar seribu personel gabungan TNI dan polisi. “Semua akses menuju Simpang Lima Gumul akan dijaga. Kami menerapkan skrining hingga empat lapis,” katanya.

Bupati muda ini menjelaskan, skrining dilakukan untuk memastikan pengunjung yang masuk venue sudah menaati ketentuan yang ditetapkan. Di antaranya, tidak boleh membawa senjata tajam, tidak boleh memakai ikat pinggang, tidak boleh membawa makanan dan minuman, serta harus sudah divaksin lengkap dibuktikan dengan aplikasi PeduliLindungi.

Dhito menjelaskan, skrining berlapis diterapkan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Berkaca pada acara Sinau Bareng Cak Nun Selasa (16/8) lalu, jumlah penonton membeludak. “Diperkirakan sekitar 3 ribu orang, ternyata yang datang lebih dari 8 ribu,” terangnya.

Baca Juga :  Runners.... Siap berlari?

Pria yang gemar naik vespa ini mengungkapkan, Gempita Kemerdekaan yang menghadirkan artis dangdut kenamaan di Jatim itu bisa jadi sarana healing masyarakat setelah dua tahun off akibat pandemi. Meski demikian, dia tetap meminta warga Kediri Raya mematuhi aturan yang ditetapkan. Sehingga, mereka bisa menikmati pentas musik dengan nyaman.

Lebih jauh suami Eriani Annisa ini menjelaskan, pentas musik dangdut nanti malam juga jadi sarana untuk memulihkan perekonomian masyarakat. Dhito menyebut pemkab menyiapkan ratusan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang menjual makanan dan minuman di sekitar lokasi. Karenanya, pengunjung dilarang membawa makanan dan minuman agar bisa membeli di sana.

“Jika ada yang nekat membawa makanan dan minuman dari luar akan kami amankan saat skrining,” tandasnya sembari berdiskusi dengan panitia Gempita Kemerdekaan di lokasi monumen SLG tadi malam.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, Dhito terlihat fokus mendengar penjelasan progres pembuatan venue bersama Agung. Saat melihat panggung kecil di depan panggung utama, bapak satu anak itu meminta agar panggung kecil itu dibongkar. Sehingga, penonton bisa lebih leluasa melihat pentas musik.

Baca Juga :  Longsor di Kalipang, Banjirnya hingga Dini Hari

Tetapi, setelah mengetahui manfaat panggung tersebut, Dhito membatalkan instruksinya. Tak hanya mengecek panggung, dia juga mengecek barikade yang dipasang di sekitar panggung. “Konser harus berlangsung aman,” pesannya sekitar pukul 19.30 tadi malam.

Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho menjelaskan, polisi akan melakukan penutupan arus dari beberapa arah menuju SLG. “Area sekitar 300 meter dari lokasi harus steril,” tegas perwira dengan pangkat dua balok di pundak itu sembari menyebut kendaraan dari Katang yang hendak menuju Pare dialihkan lewat simpang tiga Tepus.

Kemudian, kendaraan dari Pare akan dialihkan lewat simpang empat Gurah. Pengalihan serupa juga diterapkan untuk kendaraan dari arah Plosoklaten dan Wates. “Jalan akan ditutup mulai pukul 16.00 (sore ini, Red),” sambung Kasatlantas Polres Kediri AKP Firdaus.






Reporter: Iqbal Syahroni

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/