29 C
Kediri
Saturday, December 3, 2022

Mereka Yang Berjaya di Prodamas Plus Award 2022 (3-habis)

Sempat Pesimistis karena RT-nya Belum Dipanggil

- Advertisement -

Mengunggulkan Taman ‘Mewah’ di ajang Prodamas Plus Award 2022, pengurus RT 02/ RW V, Kelurahan Ngronggo sempat pesimistis. Sebab, nama lingkungan mereka belum kunjung disebut. Mereka baru lega setelah didapuk sebagai juara III.

Beberapa perempuan terlihat bercengkerama di taman RT 02/ RW V, Lingkungan Jetis, Kelurahan Ngronggo. Taman Mewah, demikian warga setempat biasa menyebutnya. Nama itu disematkan bukan karena bangunan taman yang benar-benar wah. Melainkan mewah adalah akronim dari mepet sawah.

Dan, lokasi taman yang jadi kebanggaan warga RT 02/RW V itu memang benar-benar berada di dekat sawah. Lebih tepatnya, memanfaatkan sedikit lahan milik warga untuk area bermain.

Di taman yang dilengkapi dengan bangku dan tempat bermain itu ada beberapa jenis bunga. Di sana juga ada beberapa jenis sayuran di polybag. Puluhan buku yang biasa dibaca anak-anak saat sore dan pagi hari juga tertata rapi.

Demikian pula beberapa alat permainan tradisional seperti egrang, hingga sarana permainan gobak sodor. Sekitar pukul 11.00 kemarin, beberapa anak-anak asyik bermain egrang. Sebagian lainnya duduk di alat bermain yang bisa diputar di sana.

- Advertisement -

“Ini sayuran yang kami tanam dengan Bu RT, belum waktunya dipetik,” kata Katimah menunjukkan sayur-sayuran berupa sawi, kangkung, brokoli, dan beberapa sayuran lain yang ditanam di sana sambil menunjuk Ketua RT 02/RW V Iswahyuni yang kemarin ikut bermain egrang.

Ditunjuk oleh warga di RT-nya, Yuni, demikian dia biasa, hanya menjawab dengan senyum. Berkumpul bersama warganya, perempuan yang sehari-hari berkerudung itu memang tengah bergembira.

Baca Juga :  Ditunggu karena Biaya Murah dan Praktis

Ini setelah terobosan pembuatan taman di lingkungannya itu meraih juara III di ajang Prodamas Plus Award 2022. Dia mengaku sama sekali tak menyangka bisa menjadi salah satu pemenang. “Gimana mau menyangka, pesaingnya itu lho se-(Kota, Red) Kediri. RT lain yang programnya bagus saja masuk nominasi, terus malam itu RT kami tidak dipanggil-panggil,” kenangnya.

Melihat banyaknya lingkungan yang menjadi nominasi, sejak awal dia memang sudah pesimistis. Karenanya, saat berangkat ke lokasi awarding di Insumo Kediri Convention Centre (IKCC), dia juga hanya memakai baju biasa. Bahkan sempat memakai sepatu olahraga.

“Sebelum berangkat itu oleh teman saya dimarahi, kok pakai sepatu itu, pakai sepatu bagus siapa tahu nanti naik panggung,” lanjut Yuni menirukan protes dari salah satu tetangganya.

Begitu pengumuman yang ditunggu-tunggu tiba, dia semakin ndredek. Dari beberapa kategori lomba, nama RT 02 tidak dipanggil. Demikian juga saat kategori utama atau RT pelaksana Prodamas terbaik, nama RT yang dipimpinnya belum kunjung disebut.

Penantiannya terbayar begitu pembawa acara mengumumkan juara III kategori RT Pelaksana Prodamas Terbaik. Saat itulah, nama RT 02 disebut. Yuni yang sudah berdebar-debar sejak awal pengumuman hanya bisa mengucap syukur atas kemenangan RT-nya kali ini.

Sejak awal membangun Taman Mewah, Yuni memang tidak mematok juara.  Dia hanya berharap keberadaan taman itu bisa membuat warganya mulai dewasa hingga anak-anak bisa lebih produktif. Termasuk bisa menggerakkan perekonomian di lingkungannya.

Berdasar Rembuk RT yang dilakukan 2019 silam, warga sepakat untuk membangun taman. “Ini kan lahan milik warga kami, dulu sebelum dimanfaatkan lahan ini digunakan untuk menumpuk sampah oleh warga lain yang bukan dari RT kami,” bebernya.

Baca Juga :  Banyak Cerita saat Stay at Home

Selain sebagai tempat sampah, lahan itu juga biasa digunakan untuk menjemur baju. Melihat pemandangan yang tidak sedap itu, warga lantas bermusyawarah dan sepakat untuk mengubahnya.

Dari pembicaraan bersama itu lantas tercetus ide untuk membuat taman. Wahana untuk bermain anak-anak. Tak melulu bermain, mereka juga menyediakan sarana edukasi berupa buku bacaan. “Taman ini sekaligus agar anak-anak tidak kecanduan gadget,” urainya.

Belakangan fungsi taman berkembang luas. Warga setempat menjadikan taman sebagai tempat berkumpul. Berbagai hal biasa dibahas di sana. Tidak hanya itu, taman yang tidak terlalu luas itu juga jadi tempat olahraga.

“Para lansia juga kan kalau pagi-pagi mereka jalan pagi di sana, jadi lahan yang dulunya mangkrak itu kami sulap agar lebih bermanfaat lagi,” paparnya sambil tersenyum.

Usai meraih juara III di ajang Prodamas Plus Award 2022, menurut Yuni warganya kini semakin termotivasi untuk berinovasi dan berkreasi. Rencananya, hadiah uang senilai Rp 100 juta dalam bentuk program itu akan digunakan untuk mengembangkan perekonomian.

“Nanti kami ingin membuat lahan untuk pertanian. Tidak hydroponic lagi, tapi pakai media kolam di atasnya ada sayuran. Semoga bisa menggerakkan perekonomian warga,” harap perempuan yang memimpin 75 KK warga di lingkungannya itu.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

Mengunggulkan Taman ‘Mewah’ di ajang Prodamas Plus Award 2022, pengurus RT 02/ RW V, Kelurahan Ngronggo sempat pesimistis. Sebab, nama lingkungan mereka belum kunjung disebut. Mereka baru lega setelah didapuk sebagai juara III.

Beberapa perempuan terlihat bercengkerama di taman RT 02/ RW V, Lingkungan Jetis, Kelurahan Ngronggo. Taman Mewah, demikian warga setempat biasa menyebutnya. Nama itu disematkan bukan karena bangunan taman yang benar-benar wah. Melainkan mewah adalah akronim dari mepet sawah.

Dan, lokasi taman yang jadi kebanggaan warga RT 02/RW V itu memang benar-benar berada di dekat sawah. Lebih tepatnya, memanfaatkan sedikit lahan milik warga untuk area bermain.

Di taman yang dilengkapi dengan bangku dan tempat bermain itu ada beberapa jenis bunga. Di sana juga ada beberapa jenis sayuran di polybag. Puluhan buku yang biasa dibaca anak-anak saat sore dan pagi hari juga tertata rapi.

Demikian pula beberapa alat permainan tradisional seperti egrang, hingga sarana permainan gobak sodor. Sekitar pukul 11.00 kemarin, beberapa anak-anak asyik bermain egrang. Sebagian lainnya duduk di alat bermain yang bisa diputar di sana.

“Ini sayuran yang kami tanam dengan Bu RT, belum waktunya dipetik,” kata Katimah menunjukkan sayur-sayuran berupa sawi, kangkung, brokoli, dan beberapa sayuran lain yang ditanam di sana sambil menunjuk Ketua RT 02/RW V Iswahyuni yang kemarin ikut bermain egrang.

Ditunjuk oleh warga di RT-nya, Yuni, demikian dia biasa, hanya menjawab dengan senyum. Berkumpul bersama warganya, perempuan yang sehari-hari berkerudung itu memang tengah bergembira.

Baca Juga :  Polisi Batal Jemput Nurul di Malang

Ini setelah terobosan pembuatan taman di lingkungannya itu meraih juara III di ajang Prodamas Plus Award 2022. Dia mengaku sama sekali tak menyangka bisa menjadi salah satu pemenang. “Gimana mau menyangka, pesaingnya itu lho se-(Kota, Red) Kediri. RT lain yang programnya bagus saja masuk nominasi, terus malam itu RT kami tidak dipanggil-panggil,” kenangnya.

Melihat banyaknya lingkungan yang menjadi nominasi, sejak awal dia memang sudah pesimistis. Karenanya, saat berangkat ke lokasi awarding di Insumo Kediri Convention Centre (IKCC), dia juga hanya memakai baju biasa. Bahkan sempat memakai sepatu olahraga.

“Sebelum berangkat itu oleh teman saya dimarahi, kok pakai sepatu itu, pakai sepatu bagus siapa tahu nanti naik panggung,” lanjut Yuni menirukan protes dari salah satu tetangganya.

Begitu pengumuman yang ditunggu-tunggu tiba, dia semakin ndredek. Dari beberapa kategori lomba, nama RT 02 tidak dipanggil. Demikian juga saat kategori utama atau RT pelaksana Prodamas terbaik, nama RT yang dipimpinnya belum kunjung disebut.

Penantiannya terbayar begitu pembawa acara mengumumkan juara III kategori RT Pelaksana Prodamas Terbaik. Saat itulah, nama RT 02 disebut. Yuni yang sudah berdebar-debar sejak awal pengumuman hanya bisa mengucap syukur atas kemenangan RT-nya kali ini.

Sejak awal membangun Taman Mewah, Yuni memang tidak mematok juara.  Dia hanya berharap keberadaan taman itu bisa membuat warganya mulai dewasa hingga anak-anak bisa lebih produktif. Termasuk bisa menggerakkan perekonomian di lingkungannya.

Berdasar Rembuk RT yang dilakukan 2019 silam, warga sepakat untuk membangun taman. “Ini kan lahan milik warga kami, dulu sebelum dimanfaatkan lahan ini digunakan untuk menumpuk sampah oleh warga lain yang bukan dari RT kami,” bebernya.

Baca Juga :  Persik Kediri Belum Tergerak Cari Striker

Selain sebagai tempat sampah, lahan itu juga biasa digunakan untuk menjemur baju. Melihat pemandangan yang tidak sedap itu, warga lantas bermusyawarah dan sepakat untuk mengubahnya.

Dari pembicaraan bersama itu lantas tercetus ide untuk membuat taman. Wahana untuk bermain anak-anak. Tak melulu bermain, mereka juga menyediakan sarana edukasi berupa buku bacaan. “Taman ini sekaligus agar anak-anak tidak kecanduan gadget,” urainya.

Belakangan fungsi taman berkembang luas. Warga setempat menjadikan taman sebagai tempat berkumpul. Berbagai hal biasa dibahas di sana. Tidak hanya itu, taman yang tidak terlalu luas itu juga jadi tempat olahraga.

“Para lansia juga kan kalau pagi-pagi mereka jalan pagi di sana, jadi lahan yang dulunya mangkrak itu kami sulap agar lebih bermanfaat lagi,” paparnya sambil tersenyum.

Usai meraih juara III di ajang Prodamas Plus Award 2022, menurut Yuni warganya kini semakin termotivasi untuk berinovasi dan berkreasi. Rencananya, hadiah uang senilai Rp 100 juta dalam bentuk program itu akan digunakan untuk mengembangkan perekonomian.

“Nanti kami ingin membuat lahan untuk pertanian. Tidak hydroponic lagi, tapi pakai media kolam di atasnya ada sayuran. Semoga bisa menggerakkan perekonomian warga,” harap perempuan yang memimpin 75 KK warga di lingkungannya itu.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Hapus Diskriminasi terhadap Disabilitas

Bolehkah Artikel Pakai Bahasa Gaul?

Ribuan Pencari Kerja Minati Job Fair  

Babak Satu Ditutup 10 Hari Lagi

Calon Peserta Wajib Membuat Akun SIAKBA

Most Read


Artikel Terbaru

/