Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Events
icon featured
Events
Info Lengkap bagi Calon Jemaah

Tabuhan Rebana Tandai Pembukaan Expo Haji dan Umrah 2022

13 Mei 2022, 10: 29: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

Tabuhan Rebana Tandai Pembukaan Expo Haji dan Umrah 2022

BERWARNA: Dari kiri memegang rebana, Kholiq Nawawi, Ahmad Jainudin, dan Kurniawan Muhammad, membuka secara resmi Expo Haji dan Umrah 2022 di Atrium Kediri Town Square kemarin (11/5) (Wahyu Adji- Radar Kediri)

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri- Expo Haji dan Umrah 2022 kemarin resmi dimulai. Berlangsung di Atrium Kediri Town Square (Ketos), ekspo diikuti oleh biro-biro haji dan umrah ternama di Kediri dan sekitarnya. Juga diramaikan oleh lembaga-lembaga keuangan dan perbankan.

Menjadi ekspo haji dan umrah terbesar di Kediri Raya, event ini tak hanya menampilkan biro-biro umrah untuk berpromosi saja. Namun, juga bertujuan agar permasalahan-permasalahan yang membelit jemaah umrah selama ini bisa dikurangi.

Baca juga: Bandara Kediri Selesai, Sambung Lingkar Wilis

“Agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang tepat ketika memilih biro haji dan umrah,” ucap Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad, saat memberikan sambutan dalam pembukaan kemarin.

Kebetulan, Kum-panggilan mantan wartawan Jawa Pos ini-baru pulang dari ibadah umrah Ramadan lalu. Saat berada di Tanah Suci itu, dia mendapati ada jemaah asal Indonesia ada yang telantar di depan hotel. Mereka tak bisa menempati kamar karena sudah diisi oleh jemaah dari negara lain.

Selain jemaah telantar, persoalan lain yang banyak dikeluhkan adalah pembatalan pemberangkatan. Kejadian seperti itu semestinya tidak dialami bila perusahaan travel yang dipilih benar-benar menomorsatukan pelayanan.   Karena itulah Jawa Pos Radar Kediri menggelar Expo Haji dan Travel 2022. Agar menjadi alternatif bagi calon jemaah mencari informasi yang tepat.

“Event ini bisa dirasakan manfaatnya bagi jamaah dan calon jamaah,” katanya.

Sambutan bagus juga disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kabag Kesra) Pemkot Kediri Ahmad Jainudin, yang hadir mewakili Wali Kota Abdullah Abu Bakar. Menurutnya, warga Kediri bisa memanfaatkan momentum ekspo ini sebagai persiapan sebelum berangkat ke Tanah Suci. “Apalagi selama dua tahun tidak ada pemberangkatan umrah dan haji,” tandasnya.

Sebelum berangkat, jemaah umrah perlu melakukan persiapan yang matang. Termasuk kepastian tentang hotel dan visanya. Agar tidak terjadi kasus-kasus seperti yang diceritakan di atas. Yaitu adanya rombongan yang telantar karena belum mendapat penginapan.

Sementara itu, pembukaan Expo Haji dan Umrah dilakukan serempak oleh Kum, Jainudin, dan Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kota Kediri Abdul Kholiq Nawawi, perwakilan Ketos, dan perwakilan dari travel haji dan umrah. Mereka membuka dengan tabuhan rebana secara bersama-sama.

Usai pembukaan, acaranya berlanjut dengan Talkshow Haji dan Umrah yang dipandu oleh Yudi Gosser. Dua pemateri hadir. Selain Abdul Kholiq Nawawi, pemateri lain adalah Kepala Sub Seksi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kediri Afif Nurwilianto. Keduanya memberi pemahaman seputar umrah dan haji.

Menurut Kholik, keberangkatan calon jemaah haji tahun ini adalah mereka yang mendaftar sejak 2011 lalu dan pelunasannya pada 2020. Adanya pembatasan jumlah jemaah, kuota untuk Kabupaten Kediri hanya 521 orang. “Batas usianya adalah kelahiran 30 Juni 1957,” katanya.

Beda dengan umrah, sejauh ini belum ada pembatasan kuota. Namun, dia menyarankan agar setiap calon jemaah umrah yang ingin berangkat ke Tanah Suci wajib menanyakan tentang legalitas perusahaan yang memberangkatkan.

“Travel haji dan tour ini bentuknya perusahaan dan berbadan hukum.  Nanti kami akan lakukan verifikasi ulang untuk cek kelengkapan administrasinya,” ujar Kholiq. Selagi tidak melakukan pelanggaran, izin perusahaan akan tetap melekat dan tidak akan dicabut.

Sementara itu, Afif menjelaskan, kewenangan Kantor Imigrasi hanya pada dokumen perjalanan atau paspor. Syarat yang diperlukan sama dengan umumnya, yakni kartu tanda penduduk (KTP), akta kelahiran, buku nikah, dan kartu keluarga.

“Masa berlaku paspor saat ini lima tahun. Ke depan bisa sepuluh tahun,” ujarnya. Selain itu, setiap pemberangkatan akan dilakukan pemeriksaan perlengkapan bawaan.(rq/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia