Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Yang Dikhawatirkan Pedagang Kurma Akibat Konflik Timur Tengah

Hilda Nurmala Risani • Senin, 9 Maret 2026 | 16:48 WIB

Pedagang kurma sedang melayani pembeli. Saat ini harganya lebih mahal dibandingkan tahun sebelumnya.
Pedagang kurma sedang melayani pembeli. Saat ini harganya lebih mahal dibandingkan tahun sebelumnya.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Penutupan Selat Hormuz akibat Serangan Amerika Serikat dan Israel kepada Iran menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait pendistribusian beberapa komoditas. Termasuk pedagang kurma yang khawatir terkait keberadaan stok.

“Rasa khawatir pasti ada. Selain ketersediaan stok, juga harganya yang pasti akan mengalami kenaikan,” ujar Rifqi, pemilik toko kurma Hidayah, Kota Kediri.

Terkait stok, Rifqi menyebut jika saat ini hingga beberapa bulan mendatang diperkirakan masih aman. Itu karena kurma untuk persediaan Ramadan sudah dikirimkan sejak Desember hingga Januari lalu. Namun demikian, dia tetap khawatir untuk stok kurma yang dijual di bulan berikutnya. Terlebih mayoritas kurma yang dijual di tokonya itu harus melintasi Selat Hormuz untuk pengiriman.

Baca Juga: Permintaan Kurma di Kota Kediri Melonjak Tajam, Ini Jenis yang Paling Banyak Dicari

“Hampir semua jenis kurma pengirimannya melintasi Selat Hormuz. Kecuali jenis kurma Mesir. Apalagi toko kami bukan tangan pertama yang pasti akan merasakan dampak stok menipis dan harga menjadi mahal,” jelentrehnya.

Untuk diketahui, harga beberapa jenis kurma saat ini memang mengalami kenaikan. Terutama untuk jenis kurma Mesir yang kenaikannya bisa mencapai ratusan ribu. Dari yang sebelumnya Rp 250 ribu per 10 kilogram (kg) menjadi Rp 375 ribu.

Peningkatan harga tersebut menurut Rifqi jarang terjadi beberapa tahun belakangan ini. Dengan harga jual yang meningkat itu diakuinya keuntungan yang diperoleh justru menurun. Sebab stok yang tersedia saat ini sangat terbatas.

Baca Juga: Kurma Bukan Sekadar Manis: Khasiat Tersembunyi Buah Eksotis dari Timur Tengah

“Karena stok yang tersedia terbatas, jadi mau tidak mau penjualan juga harus dibatasi. Jika biasanya masyarakat bisa membeli berkarton-karton, sekarang ini hanya bisa membeli eceran,” ungkap Rifqi.

Bahkan, ada salah satu jenis kurma yang hilang dari peredaran. Padahal jenis tersebut sangat diminati oleh masyarakat. Karena harganya terjangkau dan rasanya enak. Yaitu kurma Dubai dengan harga Rp 440 ribu per 10 kg.

“Kurma Dubai ini sudah tidak ada sejak dua minggu yang lalu. Padahal banyak peminatnya karena harganya affordable dan rasanya enak,” ucapnya.

Hingga saat ini pun Rifqi masih belum bisa memastikan apakah kenaikan harga dan hilangnya jenis kurma tertentu merupakan akibat dari adanya konflik di Timur Tengah. “Yang jelas kami tidak pernah tahu apa yang sedang terjadi di atas (produsen atau distributor, Red). Tidak bisa berasumsi,” sebutnya.

Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu! Ini 3 Tips Memilih Buah Kurma Alami tanpa Gula Tambahan

Di lain sisi, Imron, 54, menyebut jika kenaikan harga kurma memang cukup tinggi. Jika di tahun sebelumnya dia membeli dengan harga Rp 250 ribu per karton atau 10 kg kini sudah naik hampir Rp 400 ribu dengan jenis yang sama.

“Mau tidak mau tetap beli. Tidak bisa ganti jenis lain karena jemaah sukanya jenis itu (kurma Mesir, Red). Daripada tidak kemakan nantinya,” ujar lelaki domisili Kecamatan Pesantren, Kota Kediri itu.

Dia pun berasumsi bahwa kenaikan ini ada kaitannya dengan konflik yang sedang terjadi di Timur Tengah. “Ya pasti ada kaitannya ya secara tidak langsung. Terutama proses pendistribusiannya,” pungkasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#mesir #naik #kurma #konflik timur tengah #dubai #Stok dan Harga