KEDIRI, JP Radar Kediri - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyiagakan 10 unit lokomotif dan 94 unit gerbong kereta.
Itu untuk memastikan kesiapan sarana perkeretaapian guna menyambut masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah.
“Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan selama periode mudik dan balik,” ujar Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Tohari.
Lebih detail, sarana lokomotif sebanyak 10 unit itu terdiri dari 6 unit seri CC 201 & 4 unit seri CC 203. Rencananya, lokomotif tersebut akan dioperasikan secara bergantian untuk menarik rangkaian kereta unggulan di wilayah Daop 7 Madiun.
Seperti KA Madiun Jaya, KA Bangunkarta, KA Singasari, KA Brantas, KA Kahuripan, dan KA Brantas Tambahan. Beberapa di antaranya juga melintasi wilayah Kediri.
Baca Juga: Tiga Jalur Rawan Ini Jadi Perhatian KAI Daop 7 Madiun selama Ramadhan dan Lebaran
“Yang jelas akan ada tambahan untuk yang melintasi Stasiun Kediri, yaitu Brantas dan Gajayana,” paparnya.
Ditanya terkait rangkaian kereta api tambahan, Tohari menyebut akan disediakan sebanyak dua untuk keberangkatan dan dua untuk kedatangan. Dengan rincian tempat duduk dalam 1 rangkaian kereta api ada sekitar 400 sampai 600.
“Jadi KA Brantas ada dua, baik dari arah barat maupun timur. Juga berlaku pada KA Gajayana ada dua dari arah barat dan timur,” imbuhnya.
Tak hanya itu, KAI juga menyediakan untuk kereta penumpang sebanyak 78 unit. Baik kereta kelas eksekutif maupun ekonomi.
Kemudian kereta makan dan pembangkit (MP) sebanyak lima unit, kereta makan (M1) sebanyak empat unit, kereta pembangkit (P) sebanyak empat unit, dan kereta bagasi (B) sebanyak tiga unit.
“Seluruh armada lokomotif dan kereta yang ada di wilayah kerja Daop 7 kini tengah menjalani perawatan intensif di Depo Lokomotif Madiun dan Depo Kereta Blitar,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Perawatan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen PT KAI. Yaitu dalam menyiapkan sarana yang andal laik operasi menjelang masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah. Yang akan berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026.
Terkait perawatan yang dilakukan, Tohari menyebut jika fokusnya pada aspek vital dan fasilitas pelayanan.
Misalnya, pertama, pemeriksaan pada sistem operasional. Yang meliputi pengecekan lampu sorot, sistem kelistrikan, spidometer, wiper serta fungsi deadman pedal untuk memastikan keamanan masinis.
Baca Juga: PT KAI Siapkan Kereta Gajayana dan Brantas Tambahan yang Masuk Stasiun Kediri
Kedua, rangka bawah, pemeriksaan intensif pada bagian bogey (roda) dan alat perangkai untuk mendeteksi tingkat keausan.
Ketiga, fasilitas penumpang. Yaitu dengan memastikan seluruh fasilitas di dalam kereta meliputi AC, toilet, kursi, dan lampu penerangan dapat berfungsi dengan baik, andal serta laik operasi.
“Jika ditemukan komponen yang sudah aus atau melebihi batas toleransi pemakaian, maka penggantian akan segera dilakukan sesuai standar teknis yang berlaku,” tandasnya.
Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, lokomotif maupun kereta yang disiagakan memiliki skema operasional fleksibel.
Jika ada lokomotif yang beroperasi maka dilain sisi ada yang siaga sebagai cadangan dan ada yang menjalani perawatan rutin.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Hilangnya Tumbler Tuku Milik Anita di KRL, Hingga Pemecatan Petugas KAI
“Hal ini untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin muncul selama masa tugas dalam Angkutan Lebaran. Harapannya perjalanan KA (kereta api, Red) dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis" pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita