Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penjual Nanas Kelud di Kediri Mengeluh Penjualan Sepi, Banyak yang Tutup Lapak

Hilda Nurmala Risani • Rabu, 16 April 2025 | 22:57 WIB

 

BERTAHAN: PEnjual nanas Kelud menunggu pelanggan yang kian sepi.
BERTAHAN: PEnjual nanas Kelud menunggu pelanggan yang kian sepi.

KEDRI, JP Radar Kediri– Sejumlah pedagang nanas di kawasan wisata Gunung Kelud, Kecamatan Ngancar mengeluh. Mereka mengaku jumlah pembeli nanas saat ini semakin menurun. 

Penurunannya hingga 80 persen. Anjloknya penjualan itu disebabkan curah hujan yang tinggi. Serta wisatawan yang berkunjung semakin sepi.

Baca Juga: Berkat Program Klasterkuhidupku BRI, Klaster Usaha Tenun Ulos Ini Sukses Bangkit dan Berdayakan Kaum Wanita

Sunik, 52, salah satu pedagang nanas mengatakan, curah hujan yang tinggi membuat omzet penjualan terus menurun. Hilangnya pelanggan itu sudah terjadi sejak satu tahun terakhir. 

Akibatnya, pedagang nanas nyaris tidak mendapatkan keuntungan. “Kebanyakan yang beli nanas di sini adalah wisatawan, kalau pengunjung sepi otomatis penjualan juga akan menurun,” jelas Sunik.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi, Hampir Rp2 Juta Per Gram

Menurunnya jumlah pembeli dirasakan hampir semua pedagang nanas lokal. Bukti menurunnya jumlah penjual nanas itu tampak dari pedagang yang mengisi lapak penjualan. Yang dulunya 15 lapak. Kini pedagang yang bertahan hanya memanfaatkan lima lima lapak saja. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ramai pembeli, dia bisa menjual hingga 500 buah nanas. Namun sekarang ini, hanya terjual 100 biji saja. “Menurunnya sangat drastis. Dari yang biasanya sampai 500 biji, sekarang 100 saja tidak sampai,” imbuhnya.

Baca Juga: Dorong UMKM Go Global, BRI Bawa UMKM Binaan Ikuti Pameran Internasional FHA-Food & Beverage 2025 di Singapura

Kondisi tersebut juga dirasakan Ika, 37, penjual nanas yang sudah menahun di sana. Dia mengungkapkan, daya beli masyarakat memang sedang menurun. Tak hanya itu, menurunnya kunjungan ke objek wisata Kelud juga menjadi faktor penyebabnya.

“Kalau wisatawan Gunung Kelud menurun. Otomatis pendapatan masyarakat juga terdampak,” terangnya.

Dia terpaksa membuka lapak lebih pagi sekitar pukul 07.00 jika bukanya siang-siang biasanya akan turun hujan. Dia menjual nanas dengan harga standar yang ditetapkan penjual. 

Baca Juga: Ekonomi Digital di Indonesia: Siapkah UMKM Lokal Bersaing di Era E-commerce?

Untuk nanas kecil Rp 10 ribu, mendapat 4 sampai 5 biji. Sedangkan harga Rp 25 ribu, nanas ukuran besar sebanyak 3-4 biji. Paling mahal ada nanas simplex dengan harga jual Rp 35 ribu untuk 3 biji.

“Kalau sedang ramai pendapatan saya bisa mencapai Rp 1 juta. Bahkan lebih,” tandasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : rekian
#kediri #Penjualan Sepi #wisatawan #nanas kelud #ngancar