Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penyaluran Kredit di Kediri Melambat, Ini Penyebabnya

Emilia Susanti • Jumat, 26 April 2024 | 20:41 WIB
MELAMBAT: Jantung Kota Kediri tampak ramai. OJK Kediri menyebutkan kinerja kredit tumbuh sebesar 4 persen.
MELAMBAT: Jantung Kota Kediri tampak ramai. OJK Kediri menyebutkan kinerja kredit tumbuh sebesar 4 persen.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Kinerja kredit di Kediri Raya mengalami perlambatan pada Februari 2024. Catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri menyebutkan kredit tumbuh sebesar 4 persen. Angka tersebut turun dibanding  Februari 2023 lalu yang mencatat angka sebesar 9,78 persen. 

Kepala Bagian (Kabag) Pengawasan Bank OJK Kediri Sofa Nurdianah Istiqomah mengatakan, melambatnya kinerja kredit ini menunjukkan adanya tren positif bagi perekonomian di Kediri Raya. Perlambatan itu terus terjadi hingga Desember 2023 lalu. Akhir tahun lalu pertumbuhan kreditnya sebesar 4,89 persen, angka itu lebih tinggi dibanding kinerja kredit Februari ini. 

Alasan tingginya kredit pada 2023 lalu karena ekonomi masyarakat mulai stabil sehingga mereka berani mengajukan pinjaman. “Pasca pandemi (permintaan kredit, Red) langsung kencang,” ungkapnya. Tingginya kredit saat itu selaras dengan rendahnya jumlah simpanan dana pihak ketiga (DPK) yang nilainya hanya sebesar 0,37 persen.

Adapun pertumbuhan DPK pada Februari ini sebesar 7,69 persen. “Banyak yang menahan kredit kemudian menyimpan dananya dalam bentuk simpanan dana pihak ketiga,” ujar Sofa.

DPK itu berbentuk tabungan dan deposito. Proporsinya sebesar 62,43 persen untuk tabungan dan 25,23 persen deposito. Sofa menjelaskan, penyimpanan dalam bentuk tabungan itu lebih besar karena bisa diambil sewaktu-waktu. Berbeda dengan deposito yang pengambilannya harus menunggu waktu yang disepakati. “Deposito biasanya uang yang tidak terpakai,” jelas Sofa.

Untuk diketahui, penyaluran kredit ini sebagian besar disalurkan ke sektor perdagangan. Jumlahnya sebesar 25,19 persen. Kemudian disusul pada sektor bukan lapangan usaha rumah tangga sebesar 21,88 persen. Seperti kepemilikan rumah, apartemen, ruko, motor, dan lain-lain. Lalu, penyaluran kredit yang terbesar ketiga adalah untuk sektor industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 18,79 persen. Sisanya di sektor transportasi, pertanian, jasa, dan pariwisata. 

Terpisah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Subagyo mengatakan, kredit dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Terutama bagi pelaku usaha untuk melakukan ekspansi usahanya.

“Ketika mengembangkan usaha membutuhkan tambahan modal, sehingga membutuhkan pendanaan dari perbankan. Pelaku usaha tidak akan menggunakan biaya yang akan mengganggu operasional yang sudah berjalan,” paparnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 
Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #ekonomi #deposit #OJK #dpk #kredit