Pantuan koran ini di balai Kelurahan Burengan, puluhan warga mengantre dengan membawa KTP. Itu syarat untuk membeli beras premium kemasan lima kilogram Rp 52 ribu. Harga pasarnya masih Rp 60 ribu. Kemudian, gula Rp 10.500, minyak goreng (migor) Rp 12 ribu, telur Rp 24.500.
Kabid Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Rice Oryza Nusyvera mengungkapkan, gelar OPM ini menghadapi Natal dan tahun baru (Nataru). Membantu masyarakat memenuhi komoditas pokoknya. Karena indikasinya setiap jelang Nataru terjadi kenaikan harga. “Makanya TPID mencegah agar tak terjadi inflasi tinggi,” terangnya.
OPM di 15 titik yang mewakili 3 kecamatan itu, kemarin, sudah hari kedua. Di Kecamatan Mojoroto, OPM diadakan di Banjarmlati. Sedangkan di kecamatan kota di Kampungdalem, dan Kecamatan Pesantren di Burengan. “Banyak warga yang memburu beras,” imbuh Oryza.
Pembelian beras dibatasi. Satu orang satu kemasan, migor 2 liter, telur dan gula masing-masing 2 kg. “Pembatasan ini agar merata untuk semua masyarakat,” ungkapnya. Kuota komoditas setiap titik OPM adalah 170 pak beras premium, 420 kilogram gula pasir, 336 liter minyak goreng, dan 180 kilogram telur. “Telur yang dikurangi jatahnya di kecamatan kota dialihkan ke Mojoroto,” ujarnya.
Di Kampungdalem, Oryza menyebut, beras dan migor masih banyak sekitar pukul 09.00. Sedangkan di Pesantren malah sampai kehabisan bahkan kurang. “Karena pasar besarnya kan dekat dengan kecamatan kota, kemungkinan masyarakat sudah membeli,” ulasnya.
Terpisah, Sriatin, 58, warga Burengan, mengaku senang dengan operasi pasar ini. Karena harga yang ditawarkan lebih murah. “Senang Mbak harganya murah,” ungkapnya. Ia mengaku, sampai lokasi pukul 08.30 ternyata sudah ada tulisan habis. Rencananya Sri akan berkunjung ke lokasi OPM lain untuk mendapatkan sembako murah. (c2/ndr)
Editor : Anwar Bahar Basalamah