Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harga Cabai Kediri Anjlok-jlok, Ternyata Ini Sebabnya

adi nugroho • Jumat, 27 Agustus 2021 | 23:19 WIB
harga-cabai-kediri-anjlok-jlok-ternyata-ini-sebabnya
harga-cabai-kediri-anjlok-jlok-ternyata-ini-sebabnya


KABUPATEN, JP Radar Kediri – Cabai menunjukkan dirinya sebagai komoditas yang harganya sangat fluktuatif. Sempat berharga mahal, dalam beberapa bulan terakhir harga si pedas ini turun dengan drastis. Paling mahal kini hanya di kisaran Rp 9 ribu per kilogramnya.


Tentu saja, anjloknya harga si merah ini sangat memukul petani. Sebab, harga itu tak  sebanding dengan biaya tanam dan perawatan yang mereka keluarkan.


“Harga produksi cabai rawit itu lho sampai Rp 20 ribuan (per kilogram). Masa jualnya di harga Rp 9.500?” keluh Ketua Tani Rahayu Desa Ngeblak, Kecamatan Banyakan Ida Rohmatinisa yang ditemui di lahan milik kelompok taninya kemarin. 


Harga itu adalah harga ter-up date kemarin sore (26/8). Kebetulan, pergerakan harga memang muncul pada sore hari. 


Menurutnya, bila harga cabai rawit masih di bawah Rp 10 ribu, ratusan petani di Desa Ngeblak akan merugi. Hasil unduhan kali ini tak cukup untuk menutup biaya tanam. Itupun belum memperhitungkan apakah hasil panenan itu terserap pasar atau tidak. Sebab, panenan petani akan dikirim ke Pasar Grosir Ngronggo di Kota Kediri. Di pasar tersebut saat ini sudah banyak stok cabai. Mereka pun harus bersaing dengan kiriman cabai dari daerah lain.


Kini, yang dirasakan petani adalah rasa bingung. Untuk memulai musim tanam depan mereka tak tahu lagi harus bagaimana. Bila harga bertahan di bawah Rp 10 ribu maka banyak petani yang tak mampu lagi melakukan peremajaan tanaman.


“Kebutuhan membeli bibit, obat, hingga kebutuhan lain pasti juga berpengaruh,” terang wanita yang kemarin bercaping itu di sela-sela tanaman cabai.


Sebenarnya, panenan kali ini hasilnya sangat maksimal. Sayang, harga justru anjlok-jlok. Ida mengakui hal ini karena pandemi. Di masa wabah ini harga cabai memang sangat fluktuatif. Meskipun sering murahnya bila dibanding harga mahal. 


“Dulu sempat naik, langsung dari pusat. Pak Presiden ikut angkat bicara. Sekarang pas harga anjlok seperti ini apakah juga ikut bicara dan memberikan solusi? Ya harapannya seperti itu,” harap Ida.


Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Anang Widodo membenarkan bahwa harga cabai nasional semua turun. “Kendala utamanya dampak PPKM dan produksi yang cukup tinggi di dataran rendah,” dalihnya.


Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Anang menjelaskan bahwa dampak PPKM itu menyebabkan dampak ke siklus tataniaga di dalam pasar. Salah satunya kendala untuk pengiriman di Pasar Grosir Ngronggo Kota Kediri. “Saat ini kami memang koordinasikan dengan para petani juga untuk (mencari) solusinya,” pungkas Anang.(syi/fud)




Cabainya Tidak Pedas Lagi...



Cabai Merah Besar Rp 6 ribu – Rp 7 ribu.


Cabai Merah Keriting Rp 6 ribu 


Cabai rawit merah Rp 7.500 – 9.500 


*) Harga di tingkat petani serta bergantung varietas dan jenis

Editor : adi nugroho
#kediri #harga cabai