NGANJUK–Animo calon pemudik yang menggunakan moda kereta api (KA) sangat tinggi. Pasalnya, sejak 19 Maret lalu, tiket KA arus mudik yang melintasi daerah operasi (Daop) 7 Madiun dari Jakarta dan Bandung sudah ludes terjual. Saat ini, tiket yang tersisa tinggal arus balik.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan, tiket KA arus mudik dari Jakarta dan Bandung sudah terjual. Dari pantauan data rail ticket system (RTS) pada 18 Maret lalu, penjualan tiket KA tanggal 26 Mei – 7 Juni sudah di atas 98 persen. “Itu yang kami pantau terakhir beberapa tiket arus mudik sudah habis. Kecuali ada pembatalan,” ujar Ixfan kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.
Dengan progres tersebut, Ixfan menegaskan, tiket arus mudik tidak tersedia lagi. Seperti diketahui, arus mudik moda KA dijadwalkan pada 26 Mei sampai 6 Juni. Sedangkan arus balik 7-16 Juni 2019.
Dia menyebutkan, tiket KA arus balik dari timur ke barat (Jakarta dan Bandung) masih tersedia. Terutama tiket KA kelas ekonomi. Sebab, Daop 7 lebih banyak melayani kelas tersebut dibanding bisnis dan eksekutif.“Hanya beberapa saja seat untuk eksekutif,”lanjut pria asal Surabaya ini.
Meski masih tersedia, dia meminta calon penumpang untuk menyiapkan perjalanan pulang sejak jauh-jauh hari. Pasalnya, jika tidak direncanakan dengan baik, dikhawatirkan mereka tidak kebagian tiket. “Animo penumpang KA setiap lebaran sangat tinggi. Bisa dipantau lewat aplikasi KAI access,” terangnya.
Antusias penumpang itu terlihat dari pemesanan tiket KA Brantas dan Kahuripan. Ixfan mengungkapkan, KA Brantas dari Stasiun Pasar Senen menuju Blitar sudah habis untuk tanggal 26-27 Mei dan 4-11 Juni. Adapun tiket KA Kahuripan dari Stasiun Kiaracondong Bandung ke Blitar tidak tersedia lagi untuk tanggal 26,27 dan 31 Maret dan 1-12 Juni. “Harus direncanakan dari sekarang,” pintanya.
Lebih jauh Ixfan menegaskan, pada lebaran tahun ini, Daop 7 sudah bisa mengoperasionalkan jalur ganda KA segmen Stasiun Baron-Nganjuk. Karena itulah, perjalanan KA yang melintasi jalur tersebut bisa bersimpangan. “Lebih cepat karena tidak harus menunggu di stasiun,” tuturnya.
Untuk segmen lain di jalur double track Jombang-Madiun, Ixfan berharap, satuan kerja (satker) bisa menyelesaikannya sebelum lebaran. Terutama segmen Stasiun Nganjuk-Babadan (Madiun) yang pekerjaan proyeknya sudah rampung. “Kami berharap segmen lain bisa dioperasikan. Supaya perjalanan KA lebih lancar,” imbuhnya.
Untuk diketahui, PT KAI memprediksi ada kenaikan 3 persen jumlah penumpang KA lebaran. Karena itulah, Daop 7 Madiun menambah sebanyak 10 KA tambahan lebaran dengan ketersediaan 6.896 tempat duduk. Tiket KA tambahan baru bisa dipesan pada H-60.
Editor : adi nugroho