Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pantau Titik Banjir dan Puting Beliung

adi nugroho • Kamis, 7 Desember 2017 | 22:19 WIB
pantau-titik-banjir-dan-puting-beliung
pantau-titik-banjir-dan-puting-beliung


KEDIRI KOTA - Meski berada di lokasi yang relatif aman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri tetap waspada. Sebab ada beberapa titik yang terus dipantau. Itu karena lokasinya rawan banjir dan rentan terkena empasan angin puting beliung.


“Tetap kita pantau setiap sudut Kota Kediri. Terutama yang langganan terkena bencana,” terang Syamsul Bahri, kepala BPBD Kota Kediri, melalui Bambang Rihadi, koordinator tim reaksi cepat (TRC).


Menurutnya, titik yang hampir selalu terendam banjir setiap tahunnya adalah wilayah Kelurahan Dandangan, Kaliombo, dan Manisrenggo. Pasalnya, di titik-titik tersebut dilewati sungai besar yang seringkali mendapatkan air kiriman dari wilayah Kabupaten Kediri.


“Misalkan di Dandangan itu kan ada Sungai Kresek. Kalau pas debit air meningkat, kadang sampai meluber ke pemukiman,” ungkapnya.


Meski demikian, dari pantauan Bambang, banjir tidak sampai parah terjadi. Ketika pas tinggi-tingginya intensitas hujan dan mendapat kiriman terlalu banyak air, memang sampai meluber ke pemukiman. Namun ketika hujan sudah reda, air dengan cepat surut. Ini dikarenakan saluran air di sekitarnya semakin banyak.


“Saluran juga dibersihkan sehingga lebih lancar tidak tersumbat sampah,” beber pria yang pernah menjadi koordinator tanggap bencana (tagana) dinas sosial (dinsos) Kota Kediri tersebut.


Tidak hanya banjir, menurut Bambang, ada beberapa titik di Kota Kediri yang juga rawan terkena tamparan puting beliung. Yang paling sering terjadi berada di sekitaran Kelurahan Burengan hingga Blabak. Diperkirakan daerah-daerah tersebut memang menjadi jalur angin.


“Di kelurahan lain juga pastinya dilewati tetapi yang paling sering terdampak di sisi timur-selatan Kota Kediri,” bebernya.


Makanya tim siaga bencana terus melakukan pemantauan. Banyak pihak dilibatkan. Yakni relawan-relawan yang tersebar di berbagai kelurahan. Komunikasi terus dijalin melalui grup-grup whatsapp. Sehingga kondisi terkini dan indikasi bencana bisa diantisipasi.


Jika air sampai menggenangi pemukiman, maka tim relawan akan langsung mencari sumber penyebabnya. “Jika ada saluran mampet bisa langsung ditindaklanjuti,” katanya. Termasuk bila ada warga yang terdampak dan harus dievakuasi, Bambang menyatakan, timnya akan langsung bergerak.


Kalau terjadi pohon-pohon rawan tumbang, maka sejak awal tim siaga bencana akan langsung mengantisipasinya dengan memapras cabang-cabang yang dinilai membahayakan.


“Ketika tetap ada rumah warga yang menjadi korban maka tim akan langsung menindaklanjuti dengan memberikan bantuan,” pungkasnya

Editor : adi nugroho
#bpbd #bencana