Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Hari Statistik di Kediri: Harus Jujur Menggambarkan Kondisi Masyarakat

27 September 2021, 11: 57: 13 WIB | editor : Adi Nugroho

Hari Statistik di Kediri: Harus Jujur Menggambarkan Kondisi Masyarakat

SEKTOR RIIL: Aktivitas jual beli di Pasar Setonobetek mulai menggeliat kembali September ini. (Habibah A. Muktiara - radar kediri)

Share this      

Apa yang paling dibutuhkan ketika manusia harus hidup terkungkung di masa pandemi seperti sekarang? Data! Ini bukan sekadar jawaban dari orang-orang statistik. Kenyataannya data memang penting untuk menghadirkan kebijakan yang tepat. Terutama untuk mitigasi dampak pandemi Covid-19.

Nilai penting data itu bakal tereduksi bila yang ditampilkan adalah data berkualitas rendah. Yang tidak valid. Nah, dalam proses menciptakan data-data valid itulah perlu peran serta masyarakat.

“Data yang akurat dan valid akan digunakan sebagai rujukan pemerintah dalam menentukan kebijakan,” tegas Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kediri Lilik Wibawati.

Baca juga: Level PPKM di Kediri Turun, Pemkot Evaluasi Perekonomian

Data dan informasi statistik punya peran sangat penting dalam proses perencanaan dan evaluasi pembangunan dengan tata kelola data yang baik. Terutama dalam penanganan ekonomi di Kota Kediri. Di masa pandemi ini data yang dihasilkan dari biro pusat statistik akan digunakan oleh pemerintah. Agar kebijakan bisa akurat dan tepat sasaran. Terutama terkait program yang terkait percepatan penanggulangan Covid-19 dan kemiskinan.

"Data stastistik harus menjadi acuan kuat dalam menentukan arah pembangunan termasuk di masa pandemi seperti sekarang," terangnya.

Agar mencapai data berkualitas, keterlibatan masyarakat terus ditingkatkan. Hal ini berkorelasi dengan kepercayaan masyarakat pada kredibilitas kebijakan pemerintah. Dan itu hanya bisa terjadi bila berdasar pada data yang valid. Nah, validitas data itu juga dipengaruhi pada peran aktif masyarakat dalam memproduksi data.

Data statistik yang berkualitas adalah data yang jujur menggambarkan situasi dan kondisi di masyarakat. Sehingga masyarakat akan percaya terhadap kebijakan pemerintah yang disusun berbasis data.

"Data-data yang disajikan adalah data publik. Jadi tidak mengandung informasi yang memuat rahasia negara maupun rahasia pribadi,” imbuhnya.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya penanganan pandemi Covid-19, BPS turut andil melalui penyediaan data yang dibutuhkan pemerintah. Salah satunya dengan cara survei. Survei ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat selama pandemi. Khususnya penerapan protokol kesehatan dan upaya pencegahan penyebaran virus korona.

Selain itu juga data sensus penduduk. Sehingga mempermudah dalam up date kasus. Hasil survei ini menjadi statistik tambahan untuk memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan. Untuk menyusun perencanaan strategis dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Melalui data penduduk itu juga pemerintah bisa melakukan perencanaan dan evaluasi penanganan Covid-19 di Kota Kediri," terangnya.

Hal serupa juga berlangsung di Kabupaten Kediri. Data dan statistik yang dikeluarkan BPS digunakan berbagai hal. Seperti untuk data vaksinasi.

"Seperti, sekarang tercatat ada sekitar 550 ribu sekian yang sudah divaksin. Angka penduduk Kabupaten Kediri seluruhnya sekitar 1,6 juta. Berarti masih belum 50 persen," ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib.

Menurutnya, dengan statistik lebih memudahkan pemerintah menghitung persiapan vaksin yang harus digelontorkan per harinya. Juga melihat kondisi vial vaksin yang tersedia di gudang. Tidak bisa apabila langsung menembak, untuk mempercepat vaksin, ditarget sehari 50 ribu. Sedangkan sisa vaksin hanya 10 ribu per hari.

Penghitungan lain, juga diterapkan untuk kasus positif yang tercatat di wilayah. Dari penghitungan data statistik, bisa dilihat mana yang rawan terpapar. Apakah daerah rawan termasuk memiliki penduduk per RT yang banyak dan sebagainya. "Menurut saya ya sangat dibutuhkan dan sangat terbantu dalam penanganan pandemi," ujar ya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Setiap tahun BPBD Kabupaten Kediri sudah menyiapkan ratusan liter air bersih untuk desa berdampak. "Dilakukan studi terdahulu. Berapa KK yang terdampak. Setelah terdata, dihitung kembali berapa yang membutuhkan air paling urgent, didahulukan," ujar Kalaksa Slamet Turmudi.

Data dan statistik tersebut tak akan hilang. Setiap tahun bisa berganti dan bertambah. Karena statistik akan terus abadi untuk berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.(ica/syi/fud)

(rk/syi/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia