
KEDIRI, JP Radar Kediri – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Kantor Wilayah 18 Malang melalui Area 3 Mataraman terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, terutama di kalangan anak dan remaja. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan wondrZ, produk tabungan yang dirancang untuk mengenalkan pengelolaan keuangan sejak usia dini.
wondrZ ditujukan bagi anak dan remaja berusia 12–17 tahun. Produk ini menjadi sarana bagi generasi muda untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus belajar mengatur keuangan secara bertanggung jawab. Nasabah berusia minimal 12 tahun juga dapat mengakses layanan transaksi digital melalui aplikasi wondr by BNI dengan pendampingan dan pemantauan orang tua.
Baca Juga: BNI Perkuat Ekosistem Digital dan Pasar Global untuk Dorong Ekonomi Nasional
Area 3 Mataraman yang meliputi Kediri, Tulungagung, Madiun, Ponorogo, dan Pacitan menilai pengembangan layanan keuangan digital memiliki peluang besar untuk menjangkau keluarga dan generasi muda di kawasan tersebut.
Area Head 3 Mataraman Abiwodo mengatakan, pengenalan layanan keuangan sejak dini diharapkan mampu membentuk pola pengelolaan keuangan yang lebih baik di masa mendatang.
“Melalui wondrZ, kami ingin mengajak keluarga di Mataraman untuk mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. Menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga belajar merencanakan, mengelola dan mempersiapkan masa depan,” ujarnya.
Akses Digital untuk Belajar Mengelola Uang
Melalui wondrZ, anak dapat mulai mengenal transaksi keuangan secara bertahap dengan tetap mendapatkan pendampingan dari orang tua. Skema ini diharapkan dapat membantu keluarga mengenalkan penggunaan layanan perbankan digital secara lebih terarah.
Dari sisi fasilitas, BNI menawarkan sejumlah kemudahan, termasuk pembebasan biaya pengelolaan rekening dan administrasi kartu. Pembukaan rekening mensyaratkan setoran awal sebesar Rp 100 ribu. Sementara itu, nasabah berusia minimal 12 tahun dapat menggunakan layanan transaksi melalui aplikasi wondr by BNI dengan limit hingga Rp 2 juta per hari.
Respons masyarakat terhadap peluncuran wondrZ di wilayah kerja Kanwil 18 Malang, yang membentang dari Kabupaten Pacitan hingga Kabupaten Banyuwangi, disebut positif. Hingga awal Oktober 2026, tercatat sebanyak 2.870 pengguna telah memanfaatkan produk tersebut sejak diperkenalkan pada pertengahan Agustus 2026.



