Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Ekonomi
icon featured
Ekonomi
Mengintip Panen Durian di Desa Duren, Sawahan

Harga Durian Mengenaskan karena Sedudo Sepi Wisatawan

25 Oktober 2021, 11: 01: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

Harga Durian Mengenaskan karena Sedudo Sepi Wisatawan

SIAP PANEN: Nyuoto menunjukkan durian di kebunnya. Sawahan jadi penghasil durian di Kabupaten Nganjuk. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Share this      

Kabupaten Nganjuk juga terkenal dengan Durian Sawaha. Saat ini, Durian Sawahan sedang panen. Sayang, harga durian yang diharapkan tinggi justru anjlok saat panen.

Musim durian yang seharusnya jatuh pada November ternyata jatuh lebih cepat yaitu bulan Oktober. Sayangnya, di musim kemarau ini, harga durian mengenaskan. “Satu biji durian hanya Rp 20 ribu,” ujar Nyuoto, 47,  petani durian asal Desa Duren, Kecamatan Sawahan.

Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga durian pada bulan lalu. Karena sebelumnya, untuk durian sebesar kelapa tersebut dijual Rp 30 ribu. “Rp 20 ribu ini adalah harga terendah durian Sawahan,” keluh Nyuoto.

Baca juga: Produksi Padi di Kediri Terancam

Harga Durian Mengenaskan karena Sedudo Sepi Wisatawan

SEPI PEMBELI: Gunoto, pedagang durian Sawahan khawatir durian cepat busuk karena musim kemarau. Harga durian anjlok. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Sebenarnya, petani durian di Sawahan sempat berharap harga melambung. Karena panen raya durian masih bulan depan. Namun, durian Sawahan sudah panen duluan. Tapi kenyataannya, harga durian anjlok.

Mengenai penyebab harga durian anjlok, Nyuoto menduga karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Tempat wisata di Kabupaten Nganjuk sempat tutup lama. Padahal, konsumen durian Sawahan adalah wisatawan yang berkunjung ke Air Terjun Sedudo. “Sekarang wisatawan juga sepi. Jadi, durian Sawahan juga sepi pembeli,” ujarnya.

Selain wisatawan yang sepi, kondisi durian Sawahan yang mudah pecah menjadi persoalan petani. Karena hal itu juga menyebabkan, harga anjlok. “Durian jadi tidak bisa tahan lama,” sambung Gunoto, 43, pedagang durian Sawahan.

Pria asal Kecamatan Berbek ini mengatakan, pembeli yang sepi membuat pedagang durian juga waswas. Durian bisa cepat busuk. Hal ini akan membuat pedagang merugi. Apalagi, pedagang durian jika kulakan tidak hanya sepuluh atau 20 buah durian. “Bisa rugi jutaan rupiah jika durian tidak laku atau busuk,” ujarnya.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia