29 C
Kediri
Saturday, December 3, 2022

Omzet PKL di SLG Naik sampai 50 Persen

- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri– Omzet pedagang kaki lima (PKL) di area monumen Simpang Lima Gumul (SLG) meningkat kala akhir pekan. Apalagi ketika ada pergelaran yang mengundang keramaian massa. Seperti acara Kediri Dolanan kemarin.

Dalam enam jam, pendapatan PKL naik 50 persen. Itu tidak lepas dari meningkatnya pengunjung. “Banyak (konsumen) yang membeli dari luar kota,” tutur Shela, 40, pedagang sosis bakar di kawasan wisata itu.

Berjualan pukul 16.00 hingga 22.00, omzet penjualan ibu satu anak itu sampai Rp 1 juta. “Malam minggu alhamdulillah hasil penjualan laku sekitar Rp 1 juta lebih. Kalau tidak ada acara seperti ini ya sekitar Rp 500 ribu– Rp 600 ribu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bahan Makanan Jadi Penekan Inflasi di Kediri

Di lokasi sama, Mega, 30, pedagang telur gulung, mengaku, omzetnya mencapai Rp 500 ribu pada malam minggu. Pada hari biasa, ia mendapat setengahnya. Berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. “Beberapa pembeli dari Malang. Mereka memang ke sini untuk menyaksikan acara. Kalau akhir pekan biasa, tanpa acara, pengunjungnya dari Kediri saja. Pendapatan juga tidak lebih dari Rp 400 ribu,” bebernya.

PKL lainnya, Anang, 52, mengaku, dengan meningkatnya pengunjung dapat menjadi pemulihan ekonomi. Itu karena beberapa hari terakhir dirinya tidak berjualan karena selalu hujan. “Semalem pengunjung dari Nganjuk dan Tulungagung mampir ke warung saya,” ujarnya.

- Advertisement -

Di hari biasa, pedagang yang berjualan menggunakan kendaraan roda tiga itu mendapat omzet Rp 200 ribu. Sedangkan saat akhir pekan tanpa ada acara, Anang mendapat Rp 300 ribu- Rp 400 ribu. Namun di hari pertama acara Kediri Dolanan, omzetnya naik jadi Rp 600 ribu.

Baca Juga :  Jalan di Kunjang Ambrol, Petani Kesulitan Angkut Panen

“Semalam pendapatan saya Rp 600 ribu. Karena memang betul-betul pengunjung meningkat,” pungkas bapak tiga anak itu.(c1/ndr)

- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri– Omzet pedagang kaki lima (PKL) di area monumen Simpang Lima Gumul (SLG) meningkat kala akhir pekan. Apalagi ketika ada pergelaran yang mengundang keramaian massa. Seperti acara Kediri Dolanan kemarin.

Dalam enam jam, pendapatan PKL naik 50 persen. Itu tidak lepas dari meningkatnya pengunjung. “Banyak (konsumen) yang membeli dari luar kota,” tutur Shela, 40, pedagang sosis bakar di kawasan wisata itu.

Berjualan pukul 16.00 hingga 22.00, omzet penjualan ibu satu anak itu sampai Rp 1 juta. “Malam minggu alhamdulillah hasil penjualan laku sekitar Rp 1 juta lebih. Kalau tidak ada acara seperti ini ya sekitar Rp 500 ribu– Rp 600 ribu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mulai Lirik Panel Surya

Di lokasi sama, Mega, 30, pedagang telur gulung, mengaku, omzetnya mencapai Rp 500 ribu pada malam minggu. Pada hari biasa, ia mendapat setengahnya. Berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. “Beberapa pembeli dari Malang. Mereka memang ke sini untuk menyaksikan acara. Kalau akhir pekan biasa, tanpa acara, pengunjungnya dari Kediri saja. Pendapatan juga tidak lebih dari Rp 400 ribu,” bebernya.

PKL lainnya, Anang, 52, mengaku, dengan meningkatnya pengunjung dapat menjadi pemulihan ekonomi. Itu karena beberapa hari terakhir dirinya tidak berjualan karena selalu hujan. “Semalem pengunjung dari Nganjuk dan Tulungagung mampir ke warung saya,” ujarnya.

Di hari biasa, pedagang yang berjualan menggunakan kendaraan roda tiga itu mendapat omzet Rp 200 ribu. Sedangkan saat akhir pekan tanpa ada acara, Anang mendapat Rp 300 ribu- Rp 400 ribu. Namun di hari pertama acara Kediri Dolanan, omzetnya naik jadi Rp 600 ribu.

Baca Juga :  Geledah Rumah Tukang Las di Ngasem, Polisi Temukan Sabu

“Semalam pendapatan saya Rp 600 ribu. Karena memang betul-betul pengunjung meningkat,” pungkas bapak tiga anak itu.(c1/ndr)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/