Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Ratusan Pedagang Gulung Tikar

Pasar Kertosono Bisa Mangkrak Lama

21 Oktober 2021, 10: 58: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

Ratusan Pedagang Gulung Tikar

BANGKRUT: Pedagang Pasar Kertosono yang berjualan di pasar darurat terpaksa menutup kiosnya karena sepi pembeli. Mereka berharap pembangunan Pasar Kertosono segera selesai. (Andhika Attar - Radar Kediri)

Share this      

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dampak pembangunan Pasar Kertosono yang berhenti di tengah jalan sangat besar. Pedagang yang harus berjualan di pasar darurat yang terletak di Desa Banaran, Kecamatan Kertosono kesulitan mendapatkan pelanggan. Karena pengunjung sangat sepi. Akibatnya, ratusan pedagang harus gulung tikar. “Ada sekitar 200 pedagang yang tidak lagi berjualan karena bangkrut,” ujar Ketua Paguyuban Pasar Kertosono Susanto kemarin.

Sepinya pengunjung di pasar darurat karena banyak faktor. Mulai dari lokasinya yang tidak strategis, kondisi kios yang tidak layak hingga adanya pedagang yang ngotot menggelar dagangannya di sebelah barat dan timur bangunan Pasar Kertosono yang mangkrak. Akibatnya, pengunjung pasar terbelah. Mereka lebih banyak yang memilih berbelanja di pedagang yang berjualan di sekitar bangunan mangkrak daripada ke pasar darurat. “Pukul 10.00 WIB, pasar darurat ini sudah tidak ada pembeli,” keluh Santo.

Sebenarnya, sebelum Pasar Kertosono terbakar pada 2 Oktober 2017, pedagang di Pasar Kertosono mencapai 890 pedagang. Karena pasar terbakar, pemkab membuat kebijakan untuk memindahkan pedagang ke pasar darurat di Kelurahan Banaran. Ada 400 pedagang yang memutuskan untuk berjualan di pasar darurat. Sedangkan, ratusan pedagang masih nekat berjualan di tepi jalan di sekitar bangunan Pasar Kertosono.

Baca juga: Toko Modern Gencet Toko Kelontong

Namun  karena sepi, ratusan kios di pasar darurat akhirnya ditinggalkan pembeli. Mereka memutuskan untuk tidak berjualan karena bangkrut. Hingga kemarin, pedagang Pasar Kertosono yang masih berjualan hanya tinggal separo. “Pandemi Covid-19 semakin memperparah nasib pedagang Pasar Kertosono,” ujarnya. 

Saat ini yang diharapkan Santo dan pedagang adalah pembangunan Pasar Kertosono diselesaikan. Sehingga, semua pedagang bisa berkumpul lagi. Ini akan menarik pengunjung untuk datang berbelanja ke Pasar Kertosono. “Semoga segera diselesaikan pembangunan Pasar Kertosono. Eman-eman jika dibiarkan mangkrak,” harapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR) Kabupaten Nganjuk Drs Gunawan Widagdo belum bisa memberikan banyak komentar terkait pembangunan Pasar Kertosono. Karena saat ini, pandemi Covid-19 belum berakhir. “Terhentinya pembangunan Pasar Kertosono ini juga karena adanya refocusing untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

Gunawan mengaku, tidak mengetahui apakah tahun depan, dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk bisa disisihkan untuk melanjutkan proyek Pasar Kertosono atau tidak. Sebab, pandemi Covid-19 belum berakhir.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia