Minggu, 24 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Pasokan Seret, Harga Tomat Terkerek

20 Agustus 2021, 10: 04: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

Pasokan Seret, Harga Tomat Terkerek

MAHAL: Salah satu pedagang sayuran di Pasar Grosir Ngronggo memilah tomat yang selama beberapa minggu terakhir harganya melonjak. (Habibah Muktiara - radar kediri)

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri–Harga tomat di Kota Kediri melambung. Jika biasanya per kilogram (kg) hanya di bawah Rp 10 ribu, sejak awal Agustus mencapai belasan ribu. Melonjaknya harga terjadi akibat seretnya pasokan dari luar daerah.

Di Pasar Grosir Ngronggo, harga tomat mencapai Rp 16 ribu per kg. Lebih mahal dibanding awal Agustus yang sudah terkerek menjadi Rp 12 ribu per kg. “(Harga tomat, Red) mahal sekali. Rp 2 ribu hanya dapat dua butir kecil,” keluh Adah, 35, ibu rumah tangga di Banyakan, Kabupaten Kediri.

Sebelumnya, dia biasa membeli tomat Rp 5 ribu untuk stok beberapa hari. Adapun kemarin, dia hanya mendapat tomat untuk sekali memasak. Menghadapi lonjakan harga tersebut, Adah hanya bisa pasrah.

Baca juga: 20 Toko Jalan Dhoho Gulung Tikar, Begini Tanggapan Pemkot Kediri

Hal serupa juga dilakukan para pedagang di Pasar Grosir Ngronggo. Yeni, 26, pedagang sayuran di pasar grosir menyebut kenaikan harga tomat terjadi secara bertahap sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kenaikan harga, lanjut Yeni, terus terjadi karena pasokan barang terus turun. “Pasokan terus berkurang sejak Idul Adha,” jelasnya sembari menyebut harga tomat paling mahal sebelumnya hanya Rp 11 ribu hingga Rp 12 ribu per kg.

Dikatakan Yeni, para pedagang di pasar grosir biasanya mendapat pasokan tomat dari luar daerah. Adapun dari lokal Kediri relatif sedikit. Karenanya, begitu pasokan dari luar menyusut, harganya langsung terkerek naik.

Yeni mengaku hanya mendapat pasokan 1-2 kuintal. Padahal, biasanhya dia bisa menjual hingga lima kuintal. Meski kenaikan harga dikeluhkan pelanggannya, Yeni mengaku tidak mempermasalahkannya. “Penjualan sekarang sepi, jadi satu kuintal malah langsung habis sehari,” terangnya.

Terpisah, Kholil, 45, pedagang sayuran lainnya menambahkan, dirinya biasa mendapat tomat dari Blitar. Tetapi, selama beberapa minggu terakhir mulai seret.

Dia menengarai minimnya pasokan dari Kota Patria itu terjadi karena petani enggan menanam tomat setelah harganya sempat jeblok beberapa bulan lalu. “Dulu harga tomat Rp 6 ribu per kilogram,” tuturnya.

Bahkan, sebelumnya harga tomat sempat menyentuh Rp 3.500 per kilogram. Panen raya dari beberapa daerah yang terjadi bersamaan itu membuat buah yang juga digunakan untuk bumbu masakan tersebut langsung turun drastis. Agaknya hal inilah yang membuat para petani enggan menanam tomat hingga harganya sekarang berbalik naik karena stok langka. (ara/ut)

(rk/ara/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia