25.3 C
Kediri
Saturday, January 28, 2023

Penjualan Pernak-pernik Imlek Alami Penurunan

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri– Tahun Baru Imlek yang ke-2574 jatuh pada 22 Januari ini. Namun, menjelang datangnya tahun baru tersebut penjualan kue dan pernak-pernik Imlek masih lesu. Biasanya, 10 hari sebelumnya penjualan ramai tapi sekarang tidak ada peningkatan penjualan yang signifikan.

“Tahun ini dibilang sepi. Memang ada pembeli setiap hari tapi tidak seramai dulu. Mungkin yang masih merayakan tradisi Imlek sudah berkurang jumlahnya,” ujar Kabag Pengadaan Barang dan Pembelian Golden Swalayan Suprapto.

Selain itu, menurutnya, penurunan juga disebabkan isu global yang tahun ini akan terjadi resesi ekonomi. Sehingga penjualan pernak-pernik imlek seperti suvenir dan jajanan khas Imlek, kue keranjang masih sepi. Padahal perayaannya kurang dua hari lagi.

Baca Juga :  Nestapa di Rumah Mertua  

Penurunan ini, Suprapto mengaku, belum bisa mempersentasekan. Namun jika dibandingkan sebelum pandemic Covid-19, pembeli biasanya mencapai puluhan setiap harinya. Sekarang tak lebih dari sepuluh pembeli per hari.

“Biasanya di hari-hari seperti sekarang ini sudah ramai pembeli pernak-pernik Imlek maupun jajanannya,” imbuhnya.

- Advertisement -

Biasanya, Suprapto menambahkan, seperti kue keranjang itu laku terjual habis. Kondisi ini tak jauh berbeda dengan tahun lalu. Menurut Suprapto, penjualan pada tahun 2022 sendiri sepi karena pandemi masih belum pulih sepenuhnya. Oleh karena itu, penurunan antusias warga pada Imlek tahun ini juga sudah diprediksi oleh supplier dengan mengurangi stok yang didistribusikan. Berkaca dari tahun 2022 lalu, banyak stok dari supplier yang harus mengalami return karena tidak habis terjual.

Baca Juga :  Ketika Warga Kediri Menikmati Uang BLT BBM

“Ternyata betul perkiraan mereka dengan mengurangi produksinya, karena penjualannya juga mengalami penurunan, sehingga kalau pun nanti barang tersisa tidak mengalami kerugian yang besar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meski penjualan barang-barang yang berkaitan dengan Imlek saat ini belum tinggi. Dirinya masih berharap ada peningkatan pada satu hari menjelang hari Imlek nanti. Pihaknya juga berencana untuk terus menjual pernak pernik Imlek hingga berakhirnya perayaan Cap Go Meh.

“Biasanya, pernak-pernik dan segala sesuatu yang berkaitan dengan Imlek ini masih diburu warga hingga berakhirnya perayaan Cap Go Meh, yakni 15 hari pasca hari Imlek,” pungkasnya.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri– Tahun Baru Imlek yang ke-2574 jatuh pada 22 Januari ini. Namun, menjelang datangnya tahun baru tersebut penjualan kue dan pernak-pernik Imlek masih lesu. Biasanya, 10 hari sebelumnya penjualan ramai tapi sekarang tidak ada peningkatan penjualan yang signifikan.

“Tahun ini dibilang sepi. Memang ada pembeli setiap hari tapi tidak seramai dulu. Mungkin yang masih merayakan tradisi Imlek sudah berkurang jumlahnya,” ujar Kabag Pengadaan Barang dan Pembelian Golden Swalayan Suprapto.

Selain itu, menurutnya, penurunan juga disebabkan isu global yang tahun ini akan terjadi resesi ekonomi. Sehingga penjualan pernak-pernik imlek seperti suvenir dan jajanan khas Imlek, kue keranjang masih sepi. Padahal perayaannya kurang dua hari lagi.

Baca Juga :  Nestapa di Rumah Mertua  

Penurunan ini, Suprapto mengaku, belum bisa mempersentasekan. Namun jika dibandingkan sebelum pandemic Covid-19, pembeli biasanya mencapai puluhan setiap harinya. Sekarang tak lebih dari sepuluh pembeli per hari.

“Biasanya di hari-hari seperti sekarang ini sudah ramai pembeli pernak-pernik Imlek maupun jajanannya,” imbuhnya.

Biasanya, Suprapto menambahkan, seperti kue keranjang itu laku terjual habis. Kondisi ini tak jauh berbeda dengan tahun lalu. Menurut Suprapto, penjualan pada tahun 2022 sendiri sepi karena pandemi masih belum pulih sepenuhnya. Oleh karena itu, penurunan antusias warga pada Imlek tahun ini juga sudah diprediksi oleh supplier dengan mengurangi stok yang didistribusikan. Berkaca dari tahun 2022 lalu, banyak stok dari supplier yang harus mengalami return karena tidak habis terjual.

Baca Juga :  Ganti Pipa Rusak

“Ternyata betul perkiraan mereka dengan mengurangi produksinya, karena penjualannya juga mengalami penurunan, sehingga kalau pun nanti barang tersisa tidak mengalami kerugian yang besar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meski penjualan barang-barang yang berkaitan dengan Imlek saat ini belum tinggi. Dirinya masih berharap ada peningkatan pada satu hari menjelang hari Imlek nanti. Pihaknya juga berencana untuk terus menjual pernak pernik Imlek hingga berakhirnya perayaan Cap Go Meh.

“Biasanya, pernak-pernik dan segala sesuatu yang berkaitan dengan Imlek ini masih diburu warga hingga berakhirnya perayaan Cap Go Meh, yakni 15 hari pasca hari Imlek,” pungkasnya.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/