Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lahan Kering, BPBD Lemparkan ke Dinas Pertanian

a
Penulis: adi nugroho❯
lahan-kering-bpbd-lemparkan-ke-dinas-pertanian
lahan-kering-bpbd-lemparkan-ke-dinas-pertanian



NGANJUK- Kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah Nganjuk mulai menyulitkan petani. Mereka terancam tak bisa bercocok tanam. Sebab, kondisi tanah yang mengeras membuat petani sulit melakukan penanaman.


Setidaknya, kondisi seperti itu sudah terjadi di dua desa yang ada di Kecamatan Pace. Yaitu Desa Joho dan Desa Macanan. Sementara, kekeringan juga terjadi di Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong.


Di Desa Joho dan Macanan, setidaknya ada puluhan hektare lahan pertanian yang mengering. Lahan itu biasanya ditanami jagung, padi, tebu, ataupun cabai. Kini, petani di dua desa tersebut sudah mencoba beralih menjadi peternak. Baik domba, kambing, maupun sapi.


“Tidak tahu nanti kapan mulai lagi bercocok tanam,” keluh Supriyadi, 38 warga Desa Joho


Menurutnya, petani biasanya baru bisa menanam kembali nanti pada Desember. Menunggu beberapa saat setelah musim hujan. Karena tanah yang sudah telanjur keras butuh waktu agar kembali gembur. Sedangkan saat ini sumber air yang masih mengalir hanya untuk kebutuhan air minum.


Selama ini petani memanfaatkan sumber air dari pegunungan Wilis dan irigasi dari Bendungan Joho. Sayang, awal Agustus  sumber air mulai menyusut. Bahkan, irigasi juga mengering. Saat ini pasokan air hanya cukup untuk minum dan kebutuhan ternak.


Pantauan koran ini, beberapa lahan pertanian ada yang ditanami rumput gajah. Sedangkan yang dekat dengan rumah ditanami cabai. Untuk yang dekat rumah, kebutuhan air masih bisa dipenuhi dari air PDAM. Sedangkan lahan persawahan kondisi tanahnya mengeras.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Soekojono menyebutkan kekeringan lahan pertanian di Desa Joho dan Desa Macanan, Kecamatan Pace itu bukan tanggungjawabnya. Saat ini, BPBD masih fokus untuk membantu kekeringan di Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong yang kekurangan air bersih untuk dikonsumsi.


“(Kekeringan di Joho dan Macanan) ini bagian Dinas Pertanian,” katanya.


Sementara itu, Dinas Pertanian melalui Kabag Humas Pemkab Nganjuk Agus Irianto akan menindaklanjuti kekeringan yang terjadi di kawasan Pace. “Kami akan berkoordinasi dengan camat dan perangkat desa setempat,” bebernya.


Menurut Agus, setidaknya air bersih untuk kebutuhan konsumsi di Desa Joho dan Desa Macanan Pace sudah bisa teratasi. Terakhir, desa ini mengalami kekeringan air bersih pada 2014 lalu. Kini sudah teratasi dengan adanya sumur bor. “Tetap akan dicarikan solusinya agar petani tetap bisa bertanam,” beber Agus.


 


Advertisement
Advertisement
Editor : adi nugroho

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer