29 C
Kediri
Saturday, December 3, 2022

Pemkab Kediri Perkuat UMKM agar Mampu Bersaing

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Pemkab memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan proyek pembangunan Bandara Udara Internasional Dhoho Kediri. Upaya itu sekaligus menyiapkan para pelaku usahanya agar lebih inovatif dan mampu bersaing.

Salah satu yang dipersiapkan adalah mengembangkan potensi UMKM. Utamanya, yang mengolah bahan baku asli daerah sekitar bandara. Di antaranya mangga podang. Apalagi ketika musimnya, buah warna kuning dengan semburan warna merah ini banyak dipasarkan di Jalan Raya Gringging-Grogol, Desa Maron, Kecamatan Banyakan.

Ke depan buah mangga ini bakal dikembangkan dengan berbagai olahan. “Persiapan pembangunan bandara ini ada pelatihan warga untuk pengolahan mangga podang,” terang Erwin Milu, staf bagian produksi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Durian Kaki Ganda

Pelatihan terakhir ini dilakukan dilakukan di Blitar diikuti 20 orang. Selama empat hari mereka mengolah bermacam hidangan. Mulai dari carica, lather, dry fruit, pure, hingga minuman. Semua terbuat dari bahan mangga podang. “Dengan pelatihan ini mangga podang nantinya tidak hanya dinikmati dalam keadaan segar,” kata Erwin.

Pure merupakan olahan yang terbuat murni daging mangga. Pure nantinya dibuat untuk tahan selama satu tahun. Sehingga tetap ada meski sedang tidak musim. Ini bisa digunakan untuk bahan minuman dan makanan. “Saat ini mangga podang ada yang sudah produksi, namun diolah menjadi minuman,” terang Erwin.

- Advertisement -

Karena kelas bandara nanti adalah international, produk olahan nanti akan menyasar ke luar negeri. Salah satunya mangga podang yang diolah menjadi fruit leather. Itu olahan buah semi kering atau basah yang berbentuk lembaran.

Baca Juga :  Blok A untuk Dagangan Kering

Meski ini masih asing bagi masyarakat, namun bagi orang luar negeri ini sudah biasa dikonsumsi. Dengan menggunakan mangga podang, nantinya dapat diangkat menjadi makanan khas.

Erwin menambahkan, sebelum dilakukan pelatihan untuk mempersiapkan pembukaan bandara. Sebelumnya sudah pernah dilakukan pelatihan pengolahan buah mangga podang. Namun dari peserta yang ikut, hanya satu yang masih melakukan produksi.  Mangga podang ini dibuat menjadi minuman.

“Kami masih belum mengetahui alasan mereka tidak mau melanjutkan setelah melakukan pelatihan,” imbuhnya. Hal tersebut dikarenakan dari pihaknya selain telah memberikan pelatihan, juga pendampingan dari perizinan hingga pemasaran.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Pemkab memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan proyek pembangunan Bandara Udara Internasional Dhoho Kediri. Upaya itu sekaligus menyiapkan para pelaku usahanya agar lebih inovatif dan mampu bersaing.

Salah satu yang dipersiapkan adalah mengembangkan potensi UMKM. Utamanya, yang mengolah bahan baku asli daerah sekitar bandara. Di antaranya mangga podang. Apalagi ketika musimnya, buah warna kuning dengan semburan warna merah ini banyak dipasarkan di Jalan Raya Gringging-Grogol, Desa Maron, Kecamatan Banyakan.

Ke depan buah mangga ini bakal dikembangkan dengan berbagai olahan. “Persiapan pembangunan bandara ini ada pelatihan warga untuk pengolahan mangga podang,” terang Erwin Milu, staf bagian produksi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Paling Banyak Memburu Novel

Pelatihan terakhir ini dilakukan dilakukan di Blitar diikuti 20 orang. Selama empat hari mereka mengolah bermacam hidangan. Mulai dari carica, lather, dry fruit, pure, hingga minuman. Semua terbuat dari bahan mangga podang. “Dengan pelatihan ini mangga podang nantinya tidak hanya dinikmati dalam keadaan segar,” kata Erwin.

Pure merupakan olahan yang terbuat murni daging mangga. Pure nantinya dibuat untuk tahan selama satu tahun. Sehingga tetap ada meski sedang tidak musim. Ini bisa digunakan untuk bahan minuman dan makanan. “Saat ini mangga podang ada yang sudah produksi, namun diolah menjadi minuman,” terang Erwin.

Karena kelas bandara nanti adalah international, produk olahan nanti akan menyasar ke luar negeri. Salah satunya mangga podang yang diolah menjadi fruit leather. Itu olahan buah semi kering atau basah yang berbentuk lembaran.

Baca Juga :  Blok A untuk Dagangan Kering

Meski ini masih asing bagi masyarakat, namun bagi orang luar negeri ini sudah biasa dikonsumsi. Dengan menggunakan mangga podang, nantinya dapat diangkat menjadi makanan khas.

Erwin menambahkan, sebelum dilakukan pelatihan untuk mempersiapkan pembukaan bandara. Sebelumnya sudah pernah dilakukan pelatihan pengolahan buah mangga podang. Namun dari peserta yang ikut, hanya satu yang masih melakukan produksi.  Mangga podang ini dibuat menjadi minuman.

“Kami masih belum mengetahui alasan mereka tidak mau melanjutkan setelah melakukan pelatihan,” imbuhnya. Hal tersebut dikarenakan dari pihaknya selain telah memberikan pelatihan, juga pendampingan dari perizinan hingga pemasaran.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Artikel Terkait

Omzet PKL di SLG Naik sampai 50 Persen

Hasil Tanaman Kunyit Jadi Komoditas Ekspor

Sering Turun Hujan, Omzet PKL SLG Turun

Terserang Patek, Cabai Langsung Busuk

Most Read


Artikel Terbaru

/