31 C
Kediri
Thursday, March 23, 2023

Jelang Ramadan, Harga Telur Tembus Rp 30 Ribu

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri- Jelang Ramadan harga telur di Kota Kediri naik. Di Pasar Setonobetek mencapai Rp 30 ribu per kilogram (kg) kemarin (16/3). Harga ini naik Rp 2 ribu dari dua hari sebelumnya. “Selasa (14/3) lalu harganya Rp 28 ribu,” ungkap Mulisa, 34, pedagang telur di Pasar Setonobetek.

Harga naik lantaran harga beli dari peternak juga tinggi. “Loper bawanya sudah harga tinggi Rp 28 ribu. Saya juga harus naikin kalau gak gitu rugi, karena kadang gak semuanya barang bagus,” jelas ibu dua anak itu.

Tak beda dari Mulisa, Sulistio Wati, 50, pedagang telur Setonobetek lainnya, mengungkapkan hal yang sama. Walau kulak dari tempat berbeda, harga jual sama. “Kalau ecer Rp 30 ribu, kalau banyak Rp 29 ribu,” jelasnya.

Baca Juga :  Pasang Sesajen di Tepi Sungai Jelang Hajatan

Terpantau tiga hari berturut-turut, harga telur di Setonobetek terus naik. Selasa  (14/3) Rp 28 ribu. Rabu (15/3) naik jadi Rp 29 ribu. Hingga kemarin (16/3) harga terpantau Rp 30 ribu.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri membenarkan kenaikan harga telur jelang Ramadan. Data DKPP menunjukkan, tiga hari terakhir terus naik. Pada Selasa (14/3) harga naik Rp 500 yang sebelumnya Rp 27 ribu. Pada hari berikutnya harga naik hingga Rp 29 ribu. Hingga kemarin, harga tetap bertahan di Rp 29 ribu.

- Advertisement -

Harga naik karena permintaan jelang Ramadan tinggi. Pembeli dari rumah produksi kue membeli lebih dari hari biasanya sebelum puasa. Kepala DKPP Kota Kediri Mohammad Ridwan mengatakan, harga telur tinggi lantaran meningkatnya permintaan. “Karena demand (permintaan) saat Ramadan meningkat,” jelasnya.

Baca Juga :  Harga Naik, Stok Pertalite Kosong

Naiknya harga telur karena jagung sebagai pakan ayam juga naik. Ridwan menjelaskan, pasokan jagung di Kota Kediri menipis. “Musimnya curah hujan tinggi, biasanya petani lebih pilih tanam padi (daripada jagung),” terangnya.(c5/ndr)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Kediri”. Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri- Jelang Ramadan harga telur di Kota Kediri naik. Di Pasar Setonobetek mencapai Rp 30 ribu per kilogram (kg) kemarin (16/3). Harga ini naik Rp 2 ribu dari dua hari sebelumnya. “Selasa (14/3) lalu harganya Rp 28 ribu,” ungkap Mulisa, 34, pedagang telur di Pasar Setonobetek.

Harga naik lantaran harga beli dari peternak juga tinggi. “Loper bawanya sudah harga tinggi Rp 28 ribu. Saya juga harus naikin kalau gak gitu rugi, karena kadang gak semuanya barang bagus,” jelas ibu dua anak itu.

Tak beda dari Mulisa, Sulistio Wati, 50, pedagang telur Setonobetek lainnya, mengungkapkan hal yang sama. Walau kulak dari tempat berbeda, harga jual sama. “Kalau ecer Rp 30 ribu, kalau banyak Rp 29 ribu,” jelasnya.

Baca Juga :  Sebanyak 66 Polisi Naik Pangkat di Awal Tahun

Terpantau tiga hari berturut-turut, harga telur di Setonobetek terus naik. Selasa  (14/3) Rp 28 ribu. Rabu (15/3) naik jadi Rp 29 ribu. Hingga kemarin (16/3) harga terpantau Rp 30 ribu.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri membenarkan kenaikan harga telur jelang Ramadan. Data DKPP menunjukkan, tiga hari terakhir terus naik. Pada Selasa (14/3) harga naik Rp 500 yang sebelumnya Rp 27 ribu. Pada hari berikutnya harga naik hingga Rp 29 ribu. Hingga kemarin, harga tetap bertahan di Rp 29 ribu.

Harga naik karena permintaan jelang Ramadan tinggi. Pembeli dari rumah produksi kue membeli lebih dari hari biasanya sebelum puasa. Kepala DKPP Kota Kediri Mohammad Ridwan mengatakan, harga telur tinggi lantaran meningkatnya permintaan. “Karena demand (permintaan) saat Ramadan meningkat,” jelasnya.

Baca Juga :  Gunakan Genset, Pengeluaran Warga Terdampak Pembangunan Bandara Bengkak

Naiknya harga telur karena jagung sebagai pakan ayam juga naik. Ridwan menjelaskan, pasokan jagung di Kota Kediri menipis. “Musimnya curah hujan tinggi, biasanya petani lebih pilih tanam padi (daripada jagung),” terangnya.(c5/ndr)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Kediri”. Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/