29 C
Kediri
Saturday, December 3, 2022

Sering Turun Hujan, Omzet PKL SLG Turun

- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri– Intensitas hujan tinggi berdampak pada omzet pedagang kaki lima (PKL) di kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG), Ngasem. Seperti dialami Imra’, 28, pedagang tempe mendoan. Omzet yang didapat menurun 50 persen.

Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang sering hujan. Sehingga pembeli menurun. “Kalau cuaca cerah, omzet bisa Rp 300 ribu– Rp 500 ribu per hari. Kalau hujan seperti ini turun setengahnya, Rp 150 ribu,” keluhnya.

Warga asal Ngasem itu menambahkan, sejak pukul 04.00 biasanya PKL sudah membuka lapaknya. Namun intensitas hujan yang tinggi beberapa bulan terakhir menyebabkan pembeli sepi. “Siang jadi sepi, biasanya sudah ramai,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kabar Liga 1 Bergulir Desember, Persik Pilih Fokus Latihan Tim

Hal senada diungkapkan Khoirul Anwar, 40. Pedagang ayam penyet itu mengaku, mengalami penurunan omzet karena pengaruh musim hujan. Biasanya mendapat Rp 300 per hari. Bahkan saat weekend bisa mencapai Rp 800 ribu. “Sekarang sering hujan Mas. Pembeli jadi sepi. Kini per hari mendapat 300 ribu,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan kemarin sore (14/11), pedagang di SLG terpantau sepi. Puluhan gerobak PKL di sana hanya tertutup terpal. “Hujan memang pengaruh bagi pedagang pada nggak jualan,” pungkasnya. (c1/ndr)

- Advertisement -

NGASEM, JP Radar Kediri– Intensitas hujan tinggi berdampak pada omzet pedagang kaki lima (PKL) di kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG), Ngasem. Seperti dialami Imra’, 28, pedagang tempe mendoan. Omzet yang didapat menurun 50 persen.

Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang sering hujan. Sehingga pembeli menurun. “Kalau cuaca cerah, omzet bisa Rp 300 ribu– Rp 500 ribu per hari. Kalau hujan seperti ini turun setengahnya, Rp 150 ribu,” keluhnya.

Warga asal Ngasem itu menambahkan, sejak pukul 04.00 biasanya PKL sudah membuka lapaknya. Namun intensitas hujan yang tinggi beberapa bulan terakhir menyebabkan pembeli sepi. “Siang jadi sepi, biasanya sudah ramai,” imbuhnya.

Baca Juga :  Penyakit pada Bawang Merah

Hal senada diungkapkan Khoirul Anwar, 40. Pedagang ayam penyet itu mengaku, mengalami penurunan omzet karena pengaruh musim hujan. Biasanya mendapat Rp 300 per hari. Bahkan saat weekend bisa mencapai Rp 800 ribu. “Sekarang sering hujan Mas. Pembeli jadi sepi. Kini per hari mendapat 300 ribu,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan kemarin sore (14/11), pedagang di SLG terpantau sepi. Puluhan gerobak PKL di sana hanya tertutup terpal. “Hujan memang pengaruh bagi pedagang pada nggak jualan,” pungkasnya. (c1/ndr)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/