Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Petani Jagung Desa Tegowangi Keluhkan Serangan Hama Kaper

15 November 2021, 11: 59: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

Petani Jagung Desa Tegowangi Keluhkan Serangan Hama Kaper

MERUGI : Salah satu petani di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan menunjukkan jagung yang busuk karena serangan hama. (rekian - radar kediri)

Share this      

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Petani jagung di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan tengah merana. Pasalnya, di saat harga jagung tinggi Rp 5 ribu per kilogram (kg), jumlah produksi mereka malah anjlok. Padahal saat normal, harganya di bawah Rp 3.500 per kg. Penyebab turunnya produksi itu dikarenakan adanya serangan hama kaper.

          Hama itu menyerang daun, batang dan buah. Buah jagung bisa menjadi busuk, sedangkan batang pohonnya cepat menguning. “Jadi layu,” kata Suparlan, 43, petani asal Desa Tegowangi, Plemahan. Dia mengaku kewalahan membasmi hama tersebut. Sebab, sampai saat ini tidak obat yang bisa langsung membunuhnya.

          Serangan kaper tersebut baru mengganas tahun ini. Karena yang diserang buah, kualitasnya menjadi turun. Dia mengklaim jagung yang dihasilkan tidak lagi bernas. Serangan itu tidak hanya menyebabkan jamur pada daun dan batang tetapi juga membuat buahnya berulat dan membusuk.

Baca juga: Kalah Bersaing, Pasar di Kota Kediri Kembang Kempis

          Dia memprediksi hasil panennya tidak akan bisa maksimal. Sudah banyak petani di tempatnya menjadi korban serangan hama. Petani yang biasanya bisa mendapat hasil 1,7 ton setiap kali panen, kini anjlok menjadi satu ton saja. Dia memprediksi tanaman jagung miliknya juga akan sama dengan lainnya. Hingga saat ini dia hanya bisa pasrah.

          Suparlan mengaku masih bisa bersyukur harga jagung tidak ikut anjlok. Sekarang satu kg-nya Rp 5 ribu. Harga normalnya hanya Rp 3.500. “Kalau harganya jadi Rp 3.500 petani bisa rugi,” bebernya.

Dia mengaku, saat ini petani kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Modal tanam sekarang lebih besar dari kondisi normal.

          Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Anang Widodo mengatakan, belum menerima laporan adanya penurunan jumlah produksi jagung dari lapangan. Terkait dengan hama kaper yang menyerang jagung petani, dia menyebut karena faktor cuaca. “Awal musim penghujan, skilus hidupnya (kaper) meningkat,” terangnya.

          Sejauh ini, Dispertabun melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan petugas pengendali organisme tumbuhan (POPT) terus meningkatkan kewaspadaan setiap kali masuk peralihan musim hujan.  Untuk mengantisipasi perubahan musim agroklimat secara umum dan serangan hama maka perlu ada pembinaan kesiapan pola budidaya.

          Dia mengklaim sudah menyediakan bantuan obat pestisida alami dan kimia. Selain itu, ada pula regu pengendali bila sewaktu-waktu ada serangan hama dan laporan dari petani. (rq/baz) 

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia