29 C
Kediri
Saturday, December 3, 2022

Terserang Patek, Cabai Langsung Busuk

- Advertisement -

KAYENKIDUL, JP Radar Kediri–Musim hujan November ini, para petani cabai di Kediri Raya direpotkan dengan serangan hama patek. Akibatnya, cabai yang belum layak petik itu langsung membusuk. Untuk mencegah meluasnya serangan, petani harus mencabuti tanaman yang mulai mengering.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, serangan hama patek di antaranya didapati di Desa Mukuh, Kayenkidul. Fanjiati, 40, petani yang memiliki tanaman cabai seluas 100 ru mengaku harus mencabuti tanaman cabai yang terserang patek tiap hari. “Setiap hari ada puluhan tanaman yang harus dicabut. Kalau tidak akan menular ke tanaman lain,” katanya.

Perempuan yang akrab disapa Ati itu juga harus memetik cabai yang mulai busuk terkena patek. Meski, cabai masih hijau alias belum waktunya dipanen. Sebab, jika dibiarkan kerusakan akan semakin parah dan tidak bisa dijual.

Baca Juga :  Mangga Podang Tiron

Agus Malik, 50, petani cabai lain menyebut serangan hama patek meluas akibat curah hujan yang tinggi beberapa minggu terakhir. Akibatnya, jumlah panenan cabainya langsung turun.

Dengan lahan seluas 200 ru, biasanya bisa menghasilkan 1,6 ton cabai. “Sekarang hanya sekitar satu ton,” keluhnya pria yang tiap hari juga memantau tanaman cabai dan buah cabai yang sudah ada bercak berwarna cokelat itu.

- Advertisement -

Tak hanya di Kecamatan Kayenkidul, serangan patek juga terjadi di Desa/Kecamatan Banyakan. Siti Mubadi’ah, 38, mengaku tak bisa berbuat banyak melihat tanaman cabainya mulai membusuk.

“Kalau musim hujan selalu begini. Cabainya membusuk, daunnya menguning dan buah cabai jatuh-jatuh,” terang perempuan pemilik tanaman cabai seluas seperempat hektare itu.

Baca Juga :  Judi Remi di Kebun Jagung, Dua Warga Plemahan Ditangkap

Siti Nur Afifah, 35, petani lain juga merugi. Sebab, tanaman cabai seluas 250 ru miliknya juga banyak yang busuk. Di sisi lain, dia belum berani memanen lebih awal karena harga cabai masih murah. “Jadi terpaksa dibiarkan dulu,” terang Afifah sembari memilah cabai busuk di sawah.

- Advertisement -

KAYENKIDUL, JP Radar Kediri–Musim hujan November ini, para petani cabai di Kediri Raya direpotkan dengan serangan hama patek. Akibatnya, cabai yang belum layak petik itu langsung membusuk. Untuk mencegah meluasnya serangan, petani harus mencabuti tanaman yang mulai mengering.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, serangan hama patek di antaranya didapati di Desa Mukuh, Kayenkidul. Fanjiati, 40, petani yang memiliki tanaman cabai seluas 100 ru mengaku harus mencabuti tanaman cabai yang terserang patek tiap hari. “Setiap hari ada puluhan tanaman yang harus dicabut. Kalau tidak akan menular ke tanaman lain,” katanya.

Perempuan yang akrab disapa Ati itu juga harus memetik cabai yang mulai busuk terkena patek. Meski, cabai masih hijau alias belum waktunya dipanen. Sebab, jika dibiarkan kerusakan akan semakin parah dan tidak bisa dijual.

Baca Juga :  Jangan Pilih Jalan Pintas Jemput Ajal

Agus Malik, 50, petani cabai lain menyebut serangan hama patek meluas akibat curah hujan yang tinggi beberapa minggu terakhir. Akibatnya, jumlah panenan cabainya langsung turun.

Dengan lahan seluas 200 ru, biasanya bisa menghasilkan 1,6 ton cabai. “Sekarang hanya sekitar satu ton,” keluhnya pria yang tiap hari juga memantau tanaman cabai dan buah cabai yang sudah ada bercak berwarna cokelat itu.

Tak hanya di Kecamatan Kayenkidul, serangan patek juga terjadi di Desa/Kecamatan Banyakan. Siti Mubadi’ah, 38, mengaku tak bisa berbuat banyak melihat tanaman cabainya mulai membusuk.

“Kalau musim hujan selalu begini. Cabainya membusuk, daunnya menguning dan buah cabai jatuh-jatuh,” terang perempuan pemilik tanaman cabai seluas seperempat hektare itu.

Baca Juga :  Hari Ini Pemesanan Tiket Kereta Api Nataru Dimulai

Siti Nur Afifah, 35, petani lain juga merugi. Sebab, tanaman cabai seluas 250 ru miliknya juga banyak yang busuk. Di sisi lain, dia belum berani memanen lebih awal karena harga cabai masih murah. “Jadi terpaksa dibiarkan dulu,” terang Afifah sembari memilah cabai busuk di sawah.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/