Selasa, 18 Jan 2022
Radar Kediri
Home / Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Hujan Ganggu Ekskavasi Candi Klotok di Kediri

13 Januari 2022, 10: 06: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

Hujan Ganggu Ekskavasi Candi Klotok di Kediri

CAGAR BUDAYA: Tim dari BPCB Jatim mengukur lebar candi yang ditemukan di area Gunung Klotok di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Tahun ini rencananya akan ada ekskavasi terakhir (Dok Radar Kediri)

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri- Bila merunut rencana awal, ekskavasi Candi Klotok, yang tersingkap sejak 2018 lalu, berlanjut tahun ini. Sayang, hal itu belum terwujud hingga saat ini. Faktor cuaca yang menjadi alasan ekskavasi lanjutan itu belum terlaksana.

Berdasarkan keterangan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, tim mereka belum bisa ke lokasi candi di Gunung Klotok. Penyebabnya karena terhalang hujan. Rencana ekskavasi kelima di candi tersebut baru bisa dilakukan usai musim hujan.

Baca juga: Bawang Merah Kota Angin Merana di 2021

“Kami inginnya ekskavasi segera diteruskan. Tapi cuaca seperti ini (hujan, Red) menjadikan hal itu tak mungkin,” terang Kepala Unit Penyelamatan dan Pengamanan Cagar Budaya Nugroho Harjo Lukito ketika dihubungi Jawa Pos Radar Kediri.

Ekskavasi yang tertunda ini memiliki arti penting. Ini adalah ekskavasi terakhir oleh BPCB Jatim pada Candi Klotok. Sebab, lembaga ini tak menemukan sesuatu yang baru ketika melakukan ekskavasi pada 2021 lalu.

Seandainya nanti ada ekskavasi maka adalah pada patirtan yang berada di tepi jalan raya. Itupun yang melakukan bukan BPCB Jatim.

“Kalau patirtan, nanti pelaksananya dari Disbudparpora (dinas kebudayaan pariwisata pemuda dan olahraga, Red),” katanya.

Nug, sapaan pria ini, memperkirakan patirtan atau tempat pemandian itu kawasannya lebih luas. Jika sudah selesai dia berharap bisa segara dimanfaatkan. Catatan koran ini, ekskavasi di patirtan tersebut hanya dilaksanakan pada 2019 lalu.

Sementara itu, Kepala Disparporabud Zahrie Ahmad menjelaskan, Pemkot Kediri sudah mempersiapkan pengembangan kawasan wisata di tempat penemuan Candi Klotok. “Nanti arahnya tetap sebagai wisata budaya,” ucap lelaki berkacamata itu.

Apabila BPCB Jatim menyampaikan penelitian mereka sudah selesai dan cukup maka langkah Disbudparpora adalah mempersiapkan penetapan cagar budaya. Karena ada rencana pengembangan pengelolaan kawasan wisata budaya maka mereka akan berkoordinasi pula dengan Perhutani.

“Nanti bisa kerjasama dengan Perhutani,” beber Zachrie.

Ekskavasi yang telah dilakukan selama ini belum mampu mengangkat keseluruhan bangunan candi. Selain bentuk ketiga candi yang belum tersingkap secara utuh, ada pula patirtan yang bangunannya diperkirakan masih mencakup wilayah yang luas.

Hal tersebut dibenarkan Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Endah Setyowati. Luas patirtan membentang ke arah selatan dan barat. Bagi Endah, keberadaan patirtan itu bisa menjadi lokasi wisata yang baru.

“Potensi pengembangan wisatanya sudah ada, perlu dilakukan ekskavasi tambahan,” bebernya. Dia mengatakan, untuk ekskavasi patirtan tahun ini bisa dilaksanakan paling cepat Agustus.

Ekskavasi Candi Klotok oleh BPCB baru dilaksanakan pada 2018 lalu. Pada tahun itu pula ditemukan patirtan, yang kemudian ekskavasinya pada 2019. Ketika melakukan ekskavasi patirtan dan menuntaskan Candi Klotok I, BPCB menemukan satu candi lagi yang diberi nama Candi Klotok II.

Pada 2020, ekskavasi patirtan tidak dilanjutkanlah karena BPCB Jatim menuntaskan Candi Klotok II. Ketika itu, ditemukan candi ketiga yang kemudian disebut Candi Klotok III. Tahun lalu, ekskavasi Candi Klotok III terpaksa dihentikan karena pandemi korona. Tahun ini, rencananya akan dituntaskan.(rq/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia