Selasa, 18 Jan 2022
Radar Kediri
Home / Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Harga Minyak Goreng dan Telur Masih Melambung di Kota Angin

Warga Pilih Tahu dan Tempe untuk Lauk Pauk

10 Januari 2022, 11: 21: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

Harga Minyak Goreng dan Telur Masih Melambung di Kota Angin

MAHAL: Telur di Pasar Wage masih Rp 23 ribu per kilogram kemarin. Warga memilih beli tempe dan tahu. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Share this      

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Warga Kabupaten Nganjuk masih harus mengencangkan ikat pinggang. Karena harga minyak goreng dan telur masih tinggi di pasaran. Menurut Eva Nur Azizah, 23, pedagang sembako di Pasar Wage Nganjuk, harga minyak goreng masih tinggi. “Satu liter minyak goreng Rp 22 ribu,” ujarnya kemarin.

Harga minyak goreng melambung sejak pandemi Covid-19. Hal ini membuat pedagang sembako tidak berani kulakan banyak. Sebab, dikhawatirkan tidak laku. “Permintaan juga menurun karena harganya tinggi,” ungkap Eva.

Pedagang asal Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro ini mengaku tidak mengetahui kenapa harga minyak goreng melambung. Karena saat dia kulakan, harga sudah naik. “Dari harga kulakan sudah tinggi. Jadi, saya jualnya juga tinggi,” ujarnya.

Baca juga: Petani Telur di Kediri Merugi, Penguatan Kelembagaan Jadi Solusi

Harga Minyak Goreng dan Telur Masih Melambung di Kota Angin

BIKIN RESAH KONSUMEN: Harga satu liter minyak goreng di Kota Angin mencapai Rp 22 ribu. Harga ini dianggap warga masih tinggi. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Selain minyak goreng, harga telur juga masih tergolong mahal. Satu kilogram telur dijual Rp 23 ribu. “Dulu sebelumnya harga telur di bawah Rp 20 ribu,” ujarnya.

Meski demikian, jika dibandingkan dengan harga sebelum tahun baru, harga telur ini sudah mengalami penurunan. Karena sempat harga satu kilogram telur menembus Rp 31 ribu.

Sementara itu, Nuri, 33, warga Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk mengatakan, harga telur dan minyak goreng yang masih tinggi membuat dia harus berhemat. Penggunaan minyak goreng dikurangi. “Tidak banyak goreng karena minyak masih mahal,” ujarnya.

Selain itu, Nuri mengatakan, jika dia terpaksa memilih membeli tempe dan tahu untuk mengganti telur sebagai lauk pauk. Sebab, harga tempe dan tahu tergolong stabil. “Murah tempe dan tahu,” ujarnya.

Nuri berharap, harga minyak goreng dan telur kembali  stabil. Sehingga, masyarakat bisa menjangkaunya. “Terutama minyak goreng itu penting untuk menggoreng makanan. Jadi, jangan mahal,” ujarnya.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia