Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Pemkot Kediri Sebut Daya Belanja Warga Masih Tinggi

07 Oktober 2021, 11: 04: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

Pemkot Kediri Sebut Daya Belanja Warga Masih Tinggi

Aktivitas di Pasar (Habibah A. Muktiara - radar kediri)

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri – Upaya menghindari deflasi dilakukan Pemkot Kediri. Mereka menyiapkan formula dengan melakukan pembelian langsung ke para petani. Upaya itu dilakukan untuk melindungi petani dari anjloknya harga panen.

Aksi beli itu dilakukan melalui dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP). Komoditas yang dibeli terutama adalah cabai hasil panen petani di wilayah Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren.

Mengapa membeli cabai? Sebab, komoditas pertanian seperti cabai yang menjadi faktor penyumbang terjadinya deflasi. Sementara, sebagian petani di Kota Kediri menanam cabai.

Baca juga: Peternak Ayam Petelur Resah

“Cabai salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga. Selain telur ayam ras, sayur, dan buah-buahan,” terang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda) Chevy Ning Suyudi kemarin (6/10).

Sebelumnya, Kota Kediri mengalami deflasi selama empat bulan berturut-turut. Terakhir, angka deflasi menyentuh 0,09 persen. Kondisi ini dinilai pengamat ekonomi sebagai sinyal bahaya. Bila dibiarkan maka akan memunculkan resesi.

Menurut Chevy, hampir semua kota di Jawa Timur mengalaminya. Apalagi secara nasional memang mengalami inflasi negatif itu.

“Jika inflasi secara nasional mengalami deflasi pasti daerah juga akan mengalaminya,” kilah Chevy.

Dia membeberkan, berdasar rilis Badan Pusat Statistik (BPS), deflasi mulai terjadi paska-Lebaran. Biasanya akan pulih di bulan berikutnya. Namun, ternyata, penurunan harga barang terus berlanjut. Kondisi ini tak terlepas dari kebijakan PPKM oleh Pemerintah Pusat mulai Juli hingga saat ini.

Baik di level nasional, regional, maupun daerah seperti Kota Kediri, faktor penyebab deflasi ini sama. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya pasokan di pasaran selama dua bulan terakhir. Ditambah lagi dengan masa panen cabai  rawit. Stok yang melimpah itulah yang turut menjadi penyokong turunnya harga komoditas tersebut.

“Seperti diketahui di Kota Kediri terdapat 23 pasar tradisional dan pasar grosir. Pasar-pasar itu tidak hanya melayani konsumen dari wilayah kota saja tapi juga wilayah di sekitarnya,” kata Chevy.

Meskipun mencatatkan deflasi, lelaki asal Sukabumi ini menegaskan bahwa tingkat daya beli warga kota tak terlalu mengkhawatirkan. Kemampuan warga membeli barang-barang itu masih terkendali. Setidaknya, beberapa parameter menunjukkan fakta itu.

Sebab, beberapa komoditas yang menjadi indikator penilaian indeks harga konsumen (IHK) masih terjadi inflasi. Seperti sektor rekreasi, olahraga dan budaya, pendidikan, penyediaan makanan minuman atau restoran, serta kesehatan.

Setelah diurai, hal itu merupakan dampak dari pelonggaran PPKM. Aktivitas masyarakat pun mulai pulih.

Masih menurut Chevy, upaya lain yang bisa mengurangi deflasi pada beberapa kelompok tertentu adalah aksi beli yang dilakukan aparatur sipil negara (ASN). Aksi belanja para abdi negara itu mampu menahan agar deflasi tak semakin dalam. Sekaligus menjadi pendorong agar perputaran ekonomi kembali positif. Terutama di kelompok restoran (makanan dan minuman).

Bila diamati, tambahnya, pada kelompok tersebut Juli dan Agustus berada di level 0 persen. Sedangkan pada September meningkat menjadi 0,62 persen. Kenaikan ini menjadi sinyal positif pada peningkatan daya beli masyarakat.

Bila belanja barang kebutuhan pokok sudah beranjak naik, tentu akan diikuti dengan kenaikan belanja kebutuhan sekunder. “Sehingga dengan adanya peningkatan pada kelompok makanan dan minuman atau restoran akan meningkatkan penjualan bahan mentah,” jelasnya.

Terkait pembukaan pusat perbelanjaan atau mal, Chevy mengakui memang belum mendorong tingkat konsumsi secara maksimal. Sebab, selain masih dibatasi jumlahnya, juga masyarakat harus beradaptasi dengan beberapa syarat. Seperti penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Untuk itu Pemkot terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mendaftarkan diri pada aplikasi tersebut.

Dari kondisi tersebut dia berharap roda ekonomi sudah berangsur berputar. Juga harga-harga  komoditi yang masih rendah dapat meningkat. Terutama pada transportasi, peralatan rumah tangga, pakaian, dan jasa. (ara/fud)

Formula Melawan Deflasi

 

-         Pemkot Kediri menyusun formula mengatasi deflasi dengan membeli langsung komoditas cabai dari petani di wilayah Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren.

-         Pemkot juga menggencarkan aksi belanja pada para ASN. Mereka diminta membeli produk-produk UMKM Kediri untuk meningkatkan daya beli secara umum.

-         Sosialisasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi digencarkan. Tujuannya agar warga kota familiar dengan aplikasi yang menjadi syarat masuk ke mal serta meningkatkan kunjungan mereka ke pusat perbelanjaan.

(rk/ara/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia