24.1 C
Kediri
Wednesday, May 31, 2023

Stok Minim, Harga Daging Ayam di Pasar Setonobetek Naik 

KOTA, JP Radar Kediri– Harga daging ayam di Pasar Setonobetek, Kota Kediri  terus merangkak naik. Dari Rp 28 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp 32 ribu. Itu dua minggu sebelum Ramadan. Kemarin, terkerek lagi jadi Rp 38 ribu per kg.

“Ya naiknya sekitar satu bulan yang lalu. Bertahap, dari Rp 28 ribu ke Rp 32 ribu. Lalu terus naik sampai hari ini (kemarin) Rp 38 ribu per kilo,” kata Laelatul, 41, penjual daging ayam di Pasar Setonobetek.

Ia memperkirakan, harga daging ayam terus naik karena permintaan tinggi. Namun stoknya tetap. “Bulan puasa biasanya seperti ini, permintaan banyak tapi stok sedikit. Jadi harga naik,” ujar Laela.

Baca Juga :  Hujan Deras, Omzet Tambangan Brantas Turun

Karti, pedagang daging ayam di pasar yang sama, merasakan dampak kenaikan harga Rp 38 ribu per kg itu. “Ya jadi agak sulit menjual karena harga mahal,” terangnya. Biasanya konsumen bisa membeli 2 kg. Tetapi, saat ini jatah pembelian daging ayam dikurangi.

 “Ya paling sekarang beli setengah kilo atau satu kilogram. Katanya untuk keperluan yang lain. Apa-apa sekarang mahal soalnya,” tandas Karti.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Salim Darmawan mengatakan, biasanya pada pertengahan Ramadan harga kebutuhan pokok di pasaran berangsur normal. “Namun jelang Idul Fitri nanti biasanya kembali naik,” tuturnya. Meski begitu, kenaikan harga tersebut masih dalam batas kewajaran. (ica/ndr)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     

Baca Juga :  Bronjong Jadi Tanggul Darurat di Desa Blimbing

KOTA, JP Radar Kediri– Harga daging ayam di Pasar Setonobetek, Kota Kediri  terus merangkak naik. Dari Rp 28 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp 32 ribu. Itu dua minggu sebelum Ramadan. Kemarin, terkerek lagi jadi Rp 38 ribu per kg.

“Ya naiknya sekitar satu bulan yang lalu. Bertahap, dari Rp 28 ribu ke Rp 32 ribu. Lalu terus naik sampai hari ini (kemarin) Rp 38 ribu per kilo,” kata Laelatul, 41, penjual daging ayam di Pasar Setonobetek.

Ia memperkirakan, harga daging ayam terus naik karena permintaan tinggi. Namun stoknya tetap. “Bulan puasa biasanya seperti ini, permintaan banyak tapi stok sedikit. Jadi harga naik,” ujar Laela.

Baca Juga :  Yuwono dan Klinik Herbalnya yang Beromzet Puluhan Juta per Bulan

Karti, pedagang daging ayam di pasar yang sama, merasakan dampak kenaikan harga Rp 38 ribu per kg itu. “Ya jadi agak sulit menjual karena harga mahal,” terangnya. Biasanya konsumen bisa membeli 2 kg. Tetapi, saat ini jatah pembelian daging ayam dikurangi.

 “Ya paling sekarang beli setengah kilo atau satu kilogram. Katanya untuk keperluan yang lain. Apa-apa sekarang mahal soalnya,” tandas Karti.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Salim Darmawan mengatakan, biasanya pada pertengahan Ramadan harga kebutuhan pokok di pasaran berangsur normal. “Namun jelang Idul Fitri nanti biasanya kembali naik,” tuturnya. Meski begitu, kenaikan harga tersebut masih dalam batas kewajaran. (ica/ndr)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     

Baca Juga :  Demi Ngecer Rela Antre Berjam-jam

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/