Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Toko Modern Gencet Toko Kelontong

Omzet Anjlok, Terancam Gulung Tikar

04 Oktober 2021, 13: 35: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

Toko Modern Gencet Toko Kelontong

Toko Modern (Ilustrasi: Afrizal Saiful Mahbub - Radar Kediri)

Share this      

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Toko kelontong di Kabupaten menjerit. Dagangan sepi. Omzet anjlok. "Sehari hanya dapat kurang dari Rp 100 ribu," keluh Didik, pemilik toko kelontong di Jalan AR Saleh Nganjuk kemarin.

Padahal, kata Didik sebelum pandemi Covid-19 dan toko modern marak di Kota Angin, omzetnya dalam sehari bisa mencapai Rp 1 juta. Namun, setelah toko modern berdiri di dekat toko kelontongnya, pembeli lari ke toko modern. "Banyak yang belanja ke toko modern," keluhnya.

Ironisnya, toko kelontong milik Didik ini dijepit dua toko modern. Sehingga, mau tidak mau pelanggan Didik akhirnya disedot dua toko modern. Apalagi, dagangan yang dijual Didik dengan dua toko modern itu sama. Bahkan, toko modern lebih komplet. "Toko modern juga bisa bayar listrik, pulsa, hingga angsuran," ujarnya.

Baca juga: Kota Kediri Mulai Kucurkan Anggaran Prodamas

Anjloknya omzet toko kelontong ini membuat dagangan semakin berkurang. Ironisnya, usaha air isi ulang untuk melengkapi toko kelontong juga harus gulung tikar. Karena toko modern juga menjual air galon berbagai merek. Ini membuat Didik hanya bisa bersedih setiap hari. "Sekarang cari untuk makan saja sulit," keluhnya.

Pria berusia 50 tahun ini berharap, pemkab melindungi toko kelontong. Karena mereka menggantungkan hidup dari pendapatan berjualan sehari-hari. "Kalau tidak jualan, kami makan apa," ujarnya.

Karena itu, Didik ingin ada pembatasan toko modern di Kota Angin. Jarak toko modern dengan toko kelontong yang ada harus dipertimbangkan. "Jangan terlalu dekat begini," ujarnya.

Sementara itu, data di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nganjuk menunjukkan jika toko modern jumlahnya mencapai puluhan. “Total ada 91 toko modern,” terang Kepala DPMPTSP Kabupaten Nganjuk Sudrajat.

Puluhan toko modern tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Nganjuk. Antara lain di Kecamatan Nganjuk,  Kertosono, Patianrowo, Baron, Tanjunganom, Prambon, Loceret, Pace, Bagor, dan Wilangan.

Terkait adanya keluhan toko kelontong karena maraknya toko modern, Sudrajat mengatakan pemkab tidak akan tinggal diam. DPMPTSP akan melakukan evaluasi. "Kami akan cek kondisi di lapangan," pungkasnya.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia