Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Harga Telur Ayam Semakin Anjlok di Kota Angin

Sehari Peternak Bisa Rugi Rp 2 Juta

04 Oktober 2021, 12: 45: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

Harga Telur Ayam Semakin Anjlok di Kota Angin

MERUGI: Peternak ayam petelur memberi makan ayam. Harga pakan ayam yang tinggi membuat peternak kebingungan karena harga telur dalam tiga minggu terakhir terus mengalami penurunan. (Andhika Attar - Radar Kediri)

Share this      

Harga telur yang anjlok membuat peternak ayam petelur resah. Kondisi ini dialami peternak di Kota Angin dan Jawa Timur. Mereka resah dan terancam gulung tikar.

Peternak ayam petelur di Kota Angin menjerit. Harga telur yang anjlok membuat mereka kelimpungan. Karena biaya pakan dengan harga telur tidak sebanding. Akibatnya, peternak merugi. “Setiap hari kami rugi,” keluh Karyanto, 35, salah peternak ayam petelur di Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot.

Harga telur yang hanya Rp 14 ribu per kilogram membuat petani tak berkutik. Karena itu sangat jauh dari harapan peternak. Untuk bisa sekadar tidak rugi, harga telur minimal adalah Rp 16 ribu per kilogram. Namun, karena hanya Rp 14 ribu per kilogram maka ruginya Rp 2 ribu. “Jika sehari satu ton telur maka ruginya Rp 2 juta sehari,” keluh Karyanto.

Baca juga: Ekonomi Lesu, Pemkot Kediri Akan Cetak Wirausaha

Saat ini, Karyanto dan peternak ayam petelur hanya bisa berharap harga telur kembali naik. Karena dalam tiga minggu terakhir, harga telur terus mengalami penurunan. “Semoga pemkab juga ikut turun tangan membantu peternak,” harapnya.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk terus memonitor pergerakan harga telur ayam. Kondisi ini dialami peternak ayam petelur di Jawa Timur. “Kami sudah koordinasi dengan Pemprov Jatim untuk melakukan monitoring dan turun langsung ke daerah-daerah untuk memantau kondisi ini,” ujar Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk Haris Sujatmiko kemarin.

Haris mengatakan, pemprov telah melakukan beberapa kajian dan upaya untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya dengan memfasilitasi pembelian telur di tingkat peternak. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi stok telur yang ada di tingkat bawah. “Nanti kami juga akan menjembatani program tersebut ke peternak di Kabupaten Nganjuk,” ujarnya.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia