Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bikin Adem! Saat Ornamen Kuda Api dan Beduk Masjid Bersanding, Bukti Toleransi Nyata di Kediri

Ayu Ismawati • Selasa, 17 Februari 2026 | 05:30 WIB

 

Ilustrasi perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang bertepatan dengan awal bulan Ramadan.
Ilustrasi perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang bertepatan dengan awal bulan Ramadan.
Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun ini terasa istimewa. Di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, perayaan Imlek dibalut dalam harmoni keberagaman. Rangkaian perayaan yang bertepatan dengan awal Ramadan membuat umat Tri dharma menggelar Cap Go Meh sekaligus buka puasa bersama umat Islam di sekitar kelenteng.      

Semarak perayaan Imlek yang berbarengan dengan awal Ramadan juga tergambar di sejumlah pusat perbelanjaan. Tema Imlek dengan nuansa kuda api bersanding dengan tema Ramadan yang disimbolkan dengan beduk dan masjid.

Di sejumlah supermarket, jajanan khas Imlek seperti kue keranjang, manisan, hingga kue lapis legit bersanding dengan berbagai jenis jajanan lebaran di rak display.

“Ini seru. Jajanan Imlek dan jajanan Idul Fitri sama-sama memenuhi rak,” ungkap Safii, 46, salah satu warga yang berbelanja di salah satu supermarket di Kota Kediri.

Umat Islam pun terlihat bersanding dengan warga keturunan Tionghoa memilih jajanan untuk Imlek dan persiapan Idul Fitri. Meski 1 Ramadan baru jatuh pada Kamis (19/2) lusa, tidak sedikit masyarakat yang mulai menyiapkan keperluan lebaran.

Perayaan rangkaian Imlek yang bersamaan dengan Ramadan itu langsung ‘ditangkap’ oleh Pengurus Yayasan Tri Dharma Tjoe Hwie Kiong. Untuk mempererat kerukunan umat beragama yang sudah berkembang baik di Kelurahan Pakelan, Kota Kediri, tempat kelenteng berdiri, mereka berencana menggelar perayaan Cap Go Meh bareng dengan buka puasa bersama (bukber).

“Jadi buka puasa bersama digabung dengan Cap Go Meh,” kata Ketua Yayasan TITD Kota Kediri Prayitno Sutikno tentang perayaan lontongan pada 3 Maret mendatang.

Setiap perayaan Cap Go Meh mereka memang rutin mengundang pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). Demikian juga dengan pengurus forum kerukunan umat beragama (FKUB). Adapun tahun ini, kelenteng akan mengundang sejumlah umat Islam sekitar untuk bukber di sana. “Jadi memang terbuka untuk umum,” lanjutnya.

Lebih jauh Prayit mengatakan, tradisi menyantap hidangan lontong dalam Cap Go Meh memiliki makna kebersamaan, kekeluargaan, dan keharmonisan bagi umat Tri dharma. Hidangan yang sering disebut lontong Cap Go Meh itu juga dianggap sebagai pembawa berkah.

Selain lontongan bulan depan, rangkaian perayaan Imlek di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong juga terbuka untuk umum. Termasuk perayaan tahun baru pada tadi malam (16/2).

Seperti tahun lalu, menurut Prayit rangkaian tahun baru Imlek diawali dengan ibadah penutupan tahun. Kemudian, dilanjutkan dengan ibadah pembukaan awal tahun, tepat pada tengah malam.

Sembari menunggu malam tahun baru, hiburan Barongsai ditampilkan oleh tim barongsai Yayasan TITD Tjoe Hwie Kiong. Atraksi tari tradisional asal Tiongkok inilah yang bisa disaksikan oleh masyarakat. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

 

Editor : rekian
#tahun kuda api #tahun baru imlek #Kelenteng Tjoe Hwie Kiong #Imlek 2026 #kuda api #keberagaman #imlek