Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lipsus Tuah Patung Macan Putih Viral: Tarik Pengunjung, Bisa Bikin Paket Wisata Terintegrasi

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 11 Januari 2026 | 23:16 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Viralnya patung macan putih yang membuat perekonomian warga sekitarterangkat dan Desa Balongjeruk semakin dikenal luas, bukanlah dampak yang kecil.

Untuk mempertahankan agar daya tarik pengunjung tetap tinggi, diperlukan beberapa terobosan.

“Yang sebelumnya tidak kenal, setelah tahun patung itu jadi kenal dengan Desa Balongjeruk,” kata pengamat ekonomi Dr Subagyo.

Pria yang juga dosen Prodi Magister Manajemen Universitas PGRI Nusantara (UNP) Kediri itu meminta agar pemerintah bisa menangkap momen tersebut.

Menurutnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Baik itu pemerintah daerah atau pemerintah desa.

Yaitu, menyusun strategi jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang

Untuk jangka pendeknya, infrastruktur dasar di area tersebut harus memadai.

Seperti keberadaan toilet umum yang bersih. Kemudian, pengaturan lalu lintas yang aman dan nyaman.

Diimbangi dengan promosi yang dilakukan terus menerus dan kemasan yang bervariasi.

Jangka menengahnya adalah dengan menata pedagang. Baik itu dengan membuatkan tempat khusus atau sejenisnya.

Sehingga keberadaan mereka tidak mengganggu pengguna jalan.

“Ketika terorganisir, maka akan lebih memunculkan daya tarik,” jelasnya sembari menyebut pemdes juga bisa mencari investor untuk mengembangkan kawasan tersebut.

Selanjutnya khusus jangka panjang diperlukan diversifikasi atau inovasi. Sehingga pengunjung tidak jenuh dengan patung tersebut.

Pemdes, lanjut Subagyo, bisa membuat paket wisata yang terintegrasi.

“Cari potensi wisata lain di desa itu. Apakah di bidang pertanian atau alamnya. Kemudian ada kuliner khas, ada kerajinan lokal, bahkan kalau bisaada event-event berkala seperti itu,” jelasnya sembari menyebut bahwa event car free day yang dicanangkan setiap hari Minggu juga jadi upaya memperpanjangnya umur wisata macan putih.

Paket wisata, jelas Subagyo, tidak hanya melulu di Desa Balongjeruk.

Melainkan bisa diintegrasikan dengan desa lainSelebihnya juga perlu diiringi investasi sumber daya manusianya.

Mulai dengan memberi pelatihan manajemen wisata pada warganya.

Kolaborasi dengan BUMDes yang ada. Kemudian pokdarwis, kelompok sadar wisata,” jelas laki-laki berkumis tebal itu tentang beberapa opsi untuk menjaga daya tarik patung macan putih.

Sementara itu, Kepala Desa Balongjeruk Safi’i menyebut, pihaknya berupaya untuk menangkap momen ramainya patung macan putih dengan pemenuhan fasilitas atau kebutuhan dasar.

Apalagi, di lokasi juga ramai pedagang jajanan dan UMKM lainnya.

Sedikitnya ada sekitar 100 pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sana.

Sekitar 25 persen saja pedagang lokal,” papar Safi’i sembari menyebut mayoritas pedagang di sana merupakan warga luar Desa Balongjeruk.

Untuk menjaga kebersihan, pemdes telah menyiagakan petugas kebersihan .

Sebagai gantinya, pedagang dikenakan biaya kebersihan Rp 5 ribuper minggu.

Selanjutnya, pemdes juga menyiapkan tempat parkir untuk kendaraan pengunjung.

Lokasinya di balai desa. Selain itu juga meminjam lahan SDN Balongjeruk saat di luar jam sekolah. Untuk parkir, tarifnya bayar seikhlasnya.

Agar momen Car Free Day (CFD) setiap hari Minggu tidak monoton,Safi’i mengupayakan agar selalu ada event di sana.

Mulai dari kegiatan skala kecil maupun besar. Misalnya, kegiatan senam atau memanggil DJ, dan sejenisnya

Jika Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengizinkan, rencananya pemdes akan meminta bantuan tanah pemkab di sekitar lokasi untuk menata PKL di sekitar patung.

Rencananya, di sana juga akan dibangun fasilitas penunjang. Seperti toilet yang selama ini masih numpang di musala.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan, pihaknya sudah melakukan tinjauan ke lokasi.

“Kami sidah survei dan koordinasi dengan pihak desa,” jelasnya.

Disparbud, tutur Mustika, juga sudah berkoordinasi terkait upaya menjaga agar area patung macan putih tetap ramai.

Selain patung sebagai daya tarik, disparbud berupaya agar wisata lain juga terdampak.

Caranya dengan membuat paket wisata dengan membentuk desa wisata serta peran pokdarwis sebagai penggerak.

Di Desa Balongjeruk menurut Mustika ada beberapa potensi wisata yang bisa dikembangkan.

Misalnya, river tubing, wisata budaya jaranan, dan beduk tua. Ada pula bukit Gunung Krenge yang membentang wilayah desa Dungus, Juwet, Tenggerlor, Wonorejo, Kunjang.

Area tersebut menurutnya juga bisa dihidupkan .

Semuanya belum jalan. Kami juga perlu gali lagi potensi dan gagasan di lokasi-lokasi tersebut dan bagaimana pemanfaatannya,” jelasnya sembari menyebut integrasi wisata bisa meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#balongjeruk kediri #zebra #pemkab kediri #macan #disparbud #Disparbud Kabupaten Kediri #kuda nil #kapibara #wisata kabupaten kediri