Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Cerbung
icon featured
Cerbung

Jasad Siti Ditemukan Mengapung di Kwaron Papar

30 September 2021, 11: 31: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

Jasad Siti Ditemukan  Mengapung di Kwaron Papar

EVAKUASI: Petugas kepolisian mengevakuasi jasad Siti Mahmuda dari Sungai Brantas di Desa Kwaron, Kecamatan Papar, Selasa malam (28/9) . (POLSEK GAMPENGREJO  for JPRK)

Share this      

PAPAR, JP Radar Kediri– Setelah pencarian sekitar tujuh jam, jasad Siti Mahmuda, 60, yang hanyut di aliran anak Sungai Brantas akhirnya ditemukan. Tepatnya di Desa Kwaron, Kecamatan Papar.

Tubuh perempuan asal Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo ini ditemukan sekitar pukul  21.30, Selasa malam (28/9). “Jarak dari lokasi kejadian sekitar tiga kilometer,” terang Kapolsek Gampengrejo AKP Sunaryo kemarin.

Dia menjelaskan, proses pencarian dengan cara menyelam dihentikan pada pukul 17.15. Tim gabungan dari kepolisian dibantu BPBD dan relawan menelusuri setelah salat Magrib. Karena tidak berani lewat air, pencarian dilakukan lewat darat.

Baca juga: Memancing agar Serang Pertahanan

“Petugas yang melakukan pencarian ini jalan kaki di tanggul sungai. Dari timur ke selatan,” imbuh Sunaryo.

Pencarian dibantu alat penerangan. Setelah kondisi arus sungai kembali normal, petugas melihat bagian kepala jasad mengapung. Melihat hal itu, petugas langsung mengevakuasi. Untuk mengangkat jenazah, mereka menyelam agar jenazah tak hanyut semakin jauh.

Setelah ditemukan, polsek menelepon ambulans dan tim Inafis Polres Kediri. Sampai di rumah duka, ibu tiga anak ini diperiksa tim Inafis dan dokter puskesmas. “ Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” kata perwira Polri berpangkat tiga balok ini.

Meski begitu, tubuh istri Mursani, 70, ini ditemukan luka di punggung tangan dan jari kakinya. Luka itu diduga ketika hanyut terkena benda-benda di sungai. Seperti sampah rumah tanggadan bambu. Setelah diperiksa, sekitar pukul 11.00 keluarga memakamkan korban.

Sunaryo menambahkan, Siti mengalami gangguan jiwa sudah lama. Namun sejak anak perempuannya meninggal tiga bulan lalu, kondisinya memburuk. Bahkan Siti menjalani pemeriksaan psikiater RS Bhayangkara. “Setiap harinya korban ini di rumah saja, kalau ketemu orang langsung kabur,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Siti hilang sekitar pukul 09.30, Selasa (28/9). Sebelum dilaporkan, sekitar pukul 07.30 dia keluar rumah naik sepeda. Fauzi dan Supatun yang mencari ibunya menemukan sepeda dan sandal di pinggir anak sungai. Ada bekas kaki di sana. Diduga korban terpeleset lalu hanyut. (ara/ndr)

(rk/ara/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia