Peristiwa kecelakaan beruntun yang melibatkan bus Harapan Jaya dan 6 kendaraan di Simpang Empat Muning, Jalan Semeru, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri Jumat (23/1) kemarin memberikan pesan tersirat kepada semua orang.
Terkadang diri sendiri sudah berhati-hati, namun orang lain yang justru ceroboh hingga mengakibatkan seseorang mengalami kerugian baik material maupun non-material.
Tragedi kecelakaan bus Harapan Jaya kembali menggemparkan warga Kota Kediri. Juga menyisakan duka mendalam bagi masyarakat.
Ya, sebuah bus antarkota mengalami kecelakaan fatal yang mengakibatkan banyak korban terluka. Serta beberapa kendaraan dan rumah mengalami kerusakan parah.
Tentu peristiwa ini ramai diperbincangkan di media sosial maupun pemberitaan. Tangis korban dan kepanikan yang terjadi di lokasi kejadian menjadi gambaran pilu dari insiden tersebut.
Kecelakaan itu terjadi saat bus melaju dari arah barat ke timur. Ya, bus Harapan Jaya baru ke luar dari Terminal Baru Kota Kediri menuju ke arah Tulungagung atau Trenggalek.
Baca Juga: Aurelie Moeremans
Sesampainya di Simpang Empat Muning, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, bus yang hendak menerobos lampu merah itu hilang kendali.
Hingga mengakibatkan pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat di depannya terseruduk. Bahkan laju bus baru berhenti ketika menabrak salah satu rumah warga.
Saat peristiwa terjadi sangat mencekam. Dimana korban bergelimpangan di tengah jalan. Sedangkan sopir truk tidak berani ke luar karena takut jadi sasaran amukan warga.
Beruntungnya polisi, tenaga medis, dan warga masih saling bahu membahu. Mereka membantu korban untuk segera dibawa ke rumah sakit terdekat.
Sedangkan sopir dan kernet bus diamankan menggunakan mobil menuju kantor Mako Satlantas Polres Kediri Kota.
Baca Juga: “Kontener” yang Ganggu Kenyamanan Ruang Publik
Menurut saksi mata, insiden berlangsung sangat cepat dan mengejutkan. Beberapa pengendara tak sempat untuk menyelamatkan diri. Padahal mereka sudah di posisi yang benar.
Ini menjadi pesan bahwasannya terkadang diri sendiri sudah berhati-hati tetapi orang lain yang justru ceroboh. QBahkan kecerobohan tersebut mengakibatkan banyak orang menanggung akibatnya.
Mulai dari korban yang mengalami luka-luka, kendaraan yang ringsek, rumah roboh hingga kabel yang menjuntai. Tentu semua itu tak dapat diperbaiki hanya dalam kurun waktu 1x24 jam.
Baca Juga: Nikah Muda, Solusi atau Bencana?
Bahkan pihak kepolisian juga harus melakukan pengalihan arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan panjang serta memudahkan proses evakuasi.
Hingga kini, penyelidikan pun masih terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Pada akhirnya, tragedi ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan transportasi umum di Kediri.
Mulai dari faktor manusia, kondisi kendaraan serta infrastruktur jalan menjadi aspek utama yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Banyak pihak turut mendesak agar pemeriksaan kelayakan kendaraan dilakukan lebih ketat dan rutin, terutama untuk angkutan umum jarak jauh.
Tak hanya itu, kondisi fisik pengemudi juga menjadi perhatian serius. Kelelahan, jam kerja berlebihan, dan target pendapatan kerap disebut sebagai penyebab kecelakaan lalu lintas.
Pemerintah bersama operator transportasi diharapkan dapat memperketat pengawasan serta menerapkan standar keselamatan yang lebih disiplin demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Baca Juga: Bangkit Melawan atau Diam Dibully
Tragedi kecelakaan bus beruntun di Kota Kediri ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama.
Diperlukan komitmen kuat dari pemerintah, perusahaan transportasi, dan masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.
Harapannya dengan langkah nyata dan pengawasan berkelanjutan, tragedi serupa tidak lagi terulang di masa mendatang. (Penulis adalah Wartawan Jawa Pos Radar Kediri)
Editor : Andhika Attar Anindita