“Kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah menjadi satu dari banyaknya masalah yang belum terpecahkan. Mirisnya praktik bully ini seringkali membuat korban sampai mengalami gejala kecemasan berat dan gejala depresi berat.”
Berdasarkan hasil cek kesehatan gratis (CKG) pada periode Agustus hingga Desember 2025 ada 318 kasus gejala depresi berat pada anak sekolah.
Selain gejala depresi berat, ada juga 261 temuan kasus gejala kecemasan berat yang diderita pelajar Kota Kediri. Penyebabnya mayoritas karena bullying verbal.
Baca Juga: Awas, Tidak Boleh Ada Bullying di MPLS, Ini Peringatan dari Cabdindik dan Disdik Kediri Raya
Apa sih bullying itu? Bullying berasal dari bahasa Inggris (bully) yang berarti menggertak atau mengganggu. Namun realitanya definisi tentang bullying ini bisa dimaknai pada banyak hal.
Yang pasti bullying ini merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Itu karena orang-orang yang menjadi korban bullying kemungkinan akan menderita depresi dan kurang percaya diri.
Berbicara tentang bullying sendiri sangat banyak jenisnya. Mulai dari bullying fisik berupa pukulan, tendangan, atau merobek pakaian.
Kemudian bullying verbal, berkaitan dengan penggunaan kata-kata kasar, ejekan, hinaan, atau ancaman. Begitupun bullying sosial dengan bentuk tindakan pengucilan, penolakan hingga penyebaran gosip yang merugikan korban.
Baca Juga: Awas! Ratusan Pelajar di Kota Kediri Terancam Depresi Berat, Ini Penjelasannya
Tak kalah memprihatinkan yaitu praktik cyberbullying. Biasanya pelaku menjadikan media sosial atau platform online sebagai sarana untuk membully korban. Baik melalui penggunaan pesan teks, foto, atau video yang dapat merugikan korban.
Ironisnya banyak kasus bullying ini terjadi di lingkungan sekolah. Padahal sekolah merupakan lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi wadah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) generasi penerus. Eh, justru menjadi tempat di mana kasus bullying marak terjadi.
Perilaku bullying sendiri kerap meninggalkan bekas trauma mendalam pada korban. Dan setiap individu ini merespons trauma dengan cara yang berbeda. Ada yang memilih diam untuk memendam rasa sakitnya, mencari ruang bantuan dimana mereka merasa dilindungi hingga memilih untuk membalas dendam.
Baca Juga: Hasil CKG Ungkap Temuan Gangguan Mental Pelajar Tinggi, Ini Kata Psikolog Soal Faktor Pemicunya (2)
Nah, ketika trauma ini diabaikan tanpa adanya penanganan dan dukungan yang tepat maka akan berpengaruh pada kondisi psikologis korban. Bahkan dampak terburuknya muncul tindakan kriminalitas, kekerasan dalam hubungan hingga masalah hukum lainnya.
Lantas apa yang perlu dilakukan? Untuk korban yang mengalami bullying melawan dapat menjadi sebuah solusi. Sebab jika kita terus mengalah maka pelaku justru semakin berani untuk menginjak-injak harga diri. Mereka merasa memiliki power yang lebih kuat dibandingkan korban.
Sebaliknya ketika korban berani untuk melawan atau membalas maka pelaku akan berpikir ulang untuk menindas korban. Sebab jika nekat melakukan maka pilihannya hanya ada dua. Dia tetap menjadi pelaku atau justru menjadi korban.
Baca Juga: Awas! Ratusan Pelajar di Kota Kediri Terancam Depresi Berat, Ini Penjelasannya
Di lain sisi, peran bimbingan konseling (BK) di sekolah juga sangat penting. Sekolah harus memberikan arahan kepada siswa secara optimal dalam pencegahan perilaku bullying.
Termasuk para guru BK yang harus siap sedia mendengar setiap keluhan dari para korban bullying di sekolah. Juga menindak tegas para pelaku hingga jera.
Sebab kurangnya kesadaran dari pihak sekolah seringkali memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan mental anak. Yang membuat para korban enggan untuk melaporkan kasus dan memilih diam karena takut untuk mengadu.
Pada akhirnya itu menyebabkan para korban merasa tidak mendapatkan keadilan. Kesehatan mental anak juga semakin terganggu karena tidak mendapatkan kenyamanan dan rasa aman saat berada di lingkungan sekolah.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian