Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Semua Orang Berpotensi Jadi Penjahat

Habibah Anisa M. • Minggu, 20 Juli 2025 | 23:48 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri -  Akhir akhir ini banyak sekali berita tentang kejadian pembunuhan.

Saking banyaknya seolah nyawa seseorang tidak ada harganya. Tidak hanya di kota-kota besar, namun juga terjadi di kota kecil.

Dan rata-rata pelakunya adalah tidak lain adalah orang terdekat atau kenalan mereka.

Masih teringat kasus koper merah. Kasus yang terjadi pada awal tahun ini sempat membuat heboh masyarakat Kota Kediri.

Meski penemuan berada di Kabupaten Ngawi, namun proses eksekusi ini dilakukan di salah satu hotel di Kota Kediri.

Sama seperti kasus pembunuhan akhir-akhir ini. Uswatun Khasanah meregang nyawa di tangan Rohmad Tri Hartanto.

Sebelum kejadian berdarah tersebut, keduanya ini merupakan sepasang kekasih. Meski hubungan keduanya termasuk hubungan terlarang.

Sebab Anto ini masih berstatus suami dari perempuan lain.

Sebuah hubungan berdasarkan cinta itu berujung dengan petaka.

Dimana Tanto dengan membabi buta menghilangkan perempuan yang katanya pernah dicintai tersebut.

Dalam persidangan yang saat ini masih berlangsung, penyebab laki-laki asal Kabupaten Tulungagung ini karena cemburu dan sakit hati.

Dalam kejadian pembunuhan yang akhir-akhir ini terjadi, salah satunya adalah pembunuhan Uswatun mengingatkan saya akan kutipan dari seorang penulis novel detektif bernama Agatha Christie.

Penulis terkenal akan tokoh detektif Hercule Poirot mengatakan  bahwa Everyone is a potential murderer-in everyone there arises from time to time the wish to kill-though not the will to kill.

Semua orang memiliki potensi menjadi pembunuh. Sebab di dalam diri seseorang muncul keinginan keinginan untuk membunuh, meski bukan kemauan untuk membunuh.

Bahkan orang tersebut adalah orang tersebut adalah orang yang kita kenal.

Bahkan dalam lagu heathens yang dinyanyikan oleh twenty one pilot terdapat lirik you'll never know the psychopath sitting next to you, you'll never know the murderer sitting next to you.

Kamu tidak akan pernah tahu bahwa orang yang kamu kenal ini adalah seorang psikopat, atau seorang pembunuh.

Meski semua orang memiliki potensi untuk menjadi pembunuh.

Namun membunuh bukan suatu hal yang sesimpel itu. Apalagi sebagai manusia yang normal.

Karena menurut teori psikoanalisis Sigmund Freud, didalam seseorang memiliki ID, Ego, dan Superego.

Dimana Id mewakili naluri dan keinginan dasar kita, yang mencari kepuasan segera.

Ego, yang dipandu oleh realitas, menyeimbangkan dorongan Id dengan norma sosial.

Superego adalah hati nurani moral kita, yang mendorong kita untuk mengikuti standar etika.

Meski kita membenci seseorang dan memiliki keinginan untuk membunuhnya.

Bukan berarti benar-benar membunuh orang tersebut.

Bayangkan berapa banyak orang yang akan kamu bunuh karena hal tersebut.

Dan itu tidak akan pernah ada habisnya. Apapun alasanya, menghilangkan nyawa seseorang bukanlah suatu hal yang dapat dibenarkan.

Semua itu harus mendapatkan hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sebab banyak sekali dampak dari kasus pembunuhan.

Tidak hanya untuk keluarga korban, namun juga keluarga pelaku. Baik dari segi psikologis,bahkan sanksi sosial. 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#catatan