Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BBM Subsidi dan Dilema Masyarakat Kecil

Hilda Nurmala Risani
Ilustrasi antrean BBM.
Ilustrasi antrean BBM.

Advertisement

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Kediri menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Permasalahan ini dipicu oleh berbagai faktor, seperti kendala distribusi, keterlambatan pengiriman, meningkatnya permintaan, serta dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. 

Beberapa pekan terakhir ini ada pemandangan yang kurang mengenakan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Baik yang ada di wilayah kota maupun kabupaten Kediri. Antrean terlihat mengular di beberapa titik, juga sering kosongnya stok bahan bakar minyak (BBM) jenis subsidi yaitu Pertalite. 

Advertisement

Antrean ini bukan hanya membuat resah pengendara. Waktu yang terbuang di SPBU mengurangi produktivitas sopir angkutan umum, petani yang bergantung pada mesin pertanian, dan pelaku UMKM pengiriman barang.

Bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pom bensin, membeli bensin bukanlah perkara sederhana. Jarak yang jauh, biaya transportasi, dan waktu yang terbatas membuat mereka membutuhkan cara agar BBM bisa tersedia lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk bolak-balik ke pom bensin hanya demi membeli beberapa liter bensin.

Advertisement

Ya, antrean panjang di pom bensin, sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), hingga keresahan masyarakat menjadi persoalan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Ketika masyarakat harus mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan bensin, pertanyaan mendasar pun muncul: sebenarnya apa yang sedang terjadi, dan siapa yang paling dirugikan?

Salah satu alasan yang sering terdengar adalah keberadaan tengkulak atau pembeli yang membeli BBM dalam jumlah besar untuk dijual kembali. Praktik semacam ini, apabila dilakukan dengan cara melanggar aturan dan menyebabkan kelangkaan, tentu perlu ditertibkan.

Bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pom bensin, membeli bensin bukanlah perkara sederhana. Jarak yang jauh, biaya transportasi, dan waktu yang terbatas membuat mereka membutuhkan cara agar BBM bisa tersedia lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk bolak-balik ke pom bensin hanya demi membeli beberapa liter bensin. 

Di sinilah persoalan menjadi dilematis. Jika tengkulak atau penjual bensin eceran dilarang tanpa menyediakan alternatif yang memadai, bagaimana nasib masyarakat yang tinggal jauh dari SPBU?

Advertisement
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri

Artikel Terkait

Polres Kediri Intensifkan Pengawasan Distribusi BBM, Antrean SPBU Masih Terkendali

Polres Kediri Intensifkan Pengawasan Distribusi BBM, Antrean SPBU Masih Terkendali

Petugas mengecek langsung kondisi di lapangan, mulai dari antrean kendaraan hingga aktivitas pengisian BBM oleh operator SPBU.

Antisipasi Kelangkaan BBM,  Kapolres Keliling Cek SPBU, Siap Kawal Proses Pendistribusian

Antisipasi Kelangkaan BBM, Kapolres Keliling Cek SPBU, Siap Kawal Proses Pendistribusian

Polres Kediri Kota melakukan sidak ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kota Kediri kemarin. Hasilnya, ada beberapa jenis bahan bakar min

Kapolres Kediri Kota Cek Langsung Tiga SPBU Pantau Stok BBM, Ini Hasilnya

Kapolres Kediri Kota Cek Langsung Tiga SPBU Pantau Stok BBM, Ini Hasilnya

Stok BBM di Kota Kediri masih aman. Masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu membeli BBM secara berlebihan. Belilah sesuai kebutuhan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer