Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antara Kediri dan Tulungagung

K
Penulis: Kurniawan Muhammad❯
Catatan Awal Pekan
Catatan Awal Pekan

Akhir tahun lalu saya ke Tulungagung, dua hari. Hari pertama, khusus mengunjungi kawasan pantai yang ada di sepanjang JLS (Jalur Lintas Selatan) Tulungagung. Dan hari kedua, khusus melihat suasana malam hari, terutama di kafe-kafe yang ada di kota marmer tersebut.


Advertisement

Di sepanjang JLS Tulungagung, setidaknya ada tujuh pantai yang bisa dikunjungi. Yakni Pantai Midodaren, Pantai Gemah, Pantai Bayeman, Pantai Klatak, Pantai Mutiara, Pantai Pasir Putih Karanggongso, dan Pantai Prigi.

Kebanyakan pantai-pantai tersebut masuk wilayah Trenggalek. Catatan saya ketika mengunjungi pantai-pantai tersebut, antara pantai yang satu dengan lainnya “so-so”.

Artinya, tidak ada “sesuatu yang berkesan” yang membedakan, antara pantai yang satu dengan lainnya. Yang membedakan hanyalah lokasinya saja.

Advertisement

Dari sisi lanskap pemandangan, keberadaan pantai-pantai tersebut sebenarnya cukup indah, terutama jika dilihat dari jalanan jalur JLS.

Tapi, begitu sudah masuk ke pantai-nya, kesan “biasa saja” langsung bisa dirasakan. Artinya, tidak ada “something special”-nya.

Maka, menurut saya, perlu dipikirkan secara komprehensif agar keberadaan pantai-pantai yang ada di sepanjang JLS itu punya “sesuatu” yang berbeda antara pantai satu dengan lainnya, untuk ditawarkan kepada para wisatawan.

Advertisement

Misalnya, “sesuatu” yang berbeda itu ada pantai yang punya keunggulan dari sisi warna pasirnya. Atau, ada pantai yang bisa digunakan untuk surfing.

Atau, ada pantai yang sangat aman untuk berenang. Dilengkapi dengan berbagai wahana permainan air, jetski, dan bananaboat.  Atau, ada pantai yang bagus untuk snorkeling (menyaksikan pemandangan bawah laut).

Ini sekadar contoh bagaimana bikin “sesuatu” yang beda di pantai-pantai. Tinggal dipelajari, diteliti dan diinventarisir setiap pantai yang ada di sepanjang JLS itu. Apa saja yang menjadi kelebihan dari masing-masing pantai tersebut.

Sebagai sebuah tempat wisata, yang juga masih kurang di kawasan pantai-pantai di sepanjang JLS adalah dari sisi amenitasnya.

Ini adalah semua bentuk fasilitas yang memberikan layanan kepada para wisatawan untuk memenuhi semua kebutuhan mereka selama berada di destinasi wisata.

Misalnya, mulai dari tempat penginapan, hotel, resort, kuliner, rest area, hingga tempat ibadah. Ini semua masih sangat kurang tersedia di kawasan tersebut.

Selain adanya kawasan pantai di sepanjang JLS, di Tulungagung juga cukup banyak kafe yang berkonsep unik.

Sejumlah media online nasional bahkan sudah menurunkan ulasan sekaligus review tentang keberadaan kafe-kafe berkonsep unik yang ada di Tulungagung tersebut.

Saya pun membandingkan antara Kediri dan Tulungagung. Jika dilihat dari dua hal tersebut, yakni dari sisi potensi objek wisata pantai dan keberadaan kafe, menurut saya, Kediri kalah sama Tulungagung.

Jika Kediri masih “begini-begini saja”, dan nantinya jalur tol Kediri-Tulungagung selesai dibangun dan dioperasikan, maka para wisatawan yang tiba di Bandara Dhoho Kediri, akan lebih tertarik ke Tulungagung ketimbang di Kediri. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Advertisement

Artikel Terkait

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Sinergi yang dibangun dengan Jawa Pos Radar Kediri diharapkan bisa membuka jalan organisasi pengusaha muda ini untuk mengabdikan diri bagi masyarakat Kediri.

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Antusiasme menyambut School Contest XVIII – GENZVERSE Digital Roots Local Soul semakin terasa. Kemarin (21/10), peserta dari empat kategori lomba bersemangat

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Atmosfer persaingan di antara para peserta School Contest  2026 mulai terasa. Setidaknya terlihat dalam technical meeting (TM) hari pertama-dari rencana tiga hari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer