Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Debat Seru, Debat Asyik, Debat Produktif

Kurniawan Muhammad
Penulis: Kurniawan Muhammad❯
Catatan Awal Pekan
Catatan Awal Pekan

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.Ajang Debat Pilkada Kabupaten Kediri yang dilaksanakan KPU Kabupaten Kediri Kamis lalu (24/10), bagi saya adalah sebuah tontonan yang seru, asyik dan cukup mendidik. Kebetulan, saya menjadi salah seorang panelis dalam kegiatan tersebut.


Advertisement

Saya katakan seru, karena mulai dari segmen pertama hingga ke lima, kedua paslon (pasangan calon), yaitu pasangan Deny Widyanarko-Mudawamah dan pasangan Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa sudah saling sindir terhadap kebijakan atau visi-misi masing-masing.

Deny yang tampil pertama saat menyampaikan visi-misinya, menegaskan komitmennya, jika dia terpilih menjadi bupati, lalu jika tidak mampu mewujudkan visi-misinya dalam waktu 2-3 tahun, dia akan mundur menjadi bupati.

Secara tidak langsung, dia menyindir pasangan incumbent (Hanindhito-Mariya) yang dia anggap tidak berani menegaskan komitmennya, terhadap program-programnya, yang di antaranya dianggap Deny tidak berjalan dengan baik.

Advertisement

Disindir seperti ini, Hanindhito tidak langsung terpancing untuk menanggapi. Ketika menyampaikan visi-misinya, dia lebih banyak memaparkan beberapa capaian dan keberhasilannya di periode pertama pemerintahannya, dalam waktu yang sangat terbatas memimpin, yakni 3,5 tahun, dan saat itu di tengah situasi pandemi Covid.

Pada sesi kedua dan ketiga (penajaman visi-misi, menjawab pertanyaan dari para panelis), lebih seru lagi. Misalnya, ketika paslon nomor 1 (Deny-Mudawamah) menjawab pertanyaan dari panelis tentang kesenjangan digital di bidang pendidikan.

Deny menjawab, bahwa problem itu secara otomatis akan terjawab melalui programnya memberikan wifi gratis di setiap dusun, juga pengucuran anggaran Rp 300 juta – Rp 500 juta ke setiap dusun. Oleh paslon nomor 2 (Hanindhito-Mariya) jawaban Deny dianggap tidak tepat.

Advertisement

Karena yang dimaksud problem kesenjangan digital itu terjadi di wilayah pendidikan (sekolah). Bukan di dusun. Jawaban Deny dianggap kurang nyambung dengan pertanyaan panelis.

Masuk ke sesi keempat dan kelima (tanya jawab antar paslon), terjadi saling serang dengan pertanyaan-pertanyaan tajam.

Deny menanyakan ke paslon nomor 2 soal beberapa programnya di periode pertama yang dianggap tidak efektif.

Sebaliknya, Hanindhito menanyakan ke paslon nomor 1 soal adanya konflik kepentingannya sebagai seorang pengusaha, ketika harus menjalankan kebijakan di dunia usaha.  

Acara semakin seru ketika antar-pendukung saling meneriakkan yel-yel “menyerang”. Pendukung paslon nomor 1 meneriakkan yel-yelnya “wayahe ganti” (saatnya ganti). Maksudnya adalah ganti bupati. Sedangkan pendukung paslon nomor 2 meneriakkan yel-yelnya “durung wayahe” (belum saatnya ganti). Maksudnya adalah belum saatnya ganti bupati.

Yang membuat pertunjukan debat tersebut asyik, karena meskipun antar-pendukung saling serang dengan yel-yelnya, tapi situasinya relatif terkendali.

Tidak sampai terjadi bentrok secara fisik. Hal ini, menurut saya karena para paslon yang terlibat debat, meskipun di antara mereka saling sindir dan saling serang dengan pertanyaan-pertanyaan tajam, mereka tetap menjaga persaudaraan.

Misalnya, usai memberikan pertanyaan yang bernada menyerang kepada Deny, Hanindhito langsung menghampiri Deny dan Mudawamah, lalu menyalaminya, saat waktu jeda atau break. Mereka tak hanya bersalaman, tapi juga berangkulan.

Yang juga bikin asyik adalah, antara paslon nomor satu dan paslon nomor dua mengenakan pakaian yang sama. Yakni putih-putih.

Sungguh, pemandangan seperti ini bukan hanya asyik untuk ditonton. Tapi juga pemandangan yang cukup mendidik.

Bahwa, bagaimanapun juga, pilkada itu adalah sebuah permainan atau pertandingan. Dalam sebuah permainan yang berbau kompetisi, wajar jika di antara para pemain saling menyerang dan saling mengalahkan. Dan pada akhirnya, bakal ada yang menang, dan bakal ada yang kalah.

Karena pilkada adalah sebuah permainan, maka harus tetaplah dijunjung tinggi semangat persaudaraan. Saling serang boleh, tapi itu dalam konteks permainan atau pertandingan. Tapi di luar itu, spirit ukhuwah harus tetap dijunjung tinggi.

Bo Seo, juara dunia dua kali di ajang “World Universities Debating Championship” yang juga penulis buku terkenal “Good Arguments” mengatakan, bahwa debat itu berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, melalui debat, membuat seseorang memahami cara menyampaikan argumen secara baik. Debat, kata dia, adalah kegiatan yang positif untuk saling mengasah intelektual masing-masing, bukan sebaliknya, yakni menjadi media untuk saling menjatuhkan secara personal.

Debat juga bertujuan untuk menumbuhkan budaya percakapan yang produktif, bukan menimbulkan perselisihan yang memecah belah.

Jadi, melalui debat, sesungguhnya kita bisa menilai kualitas calon pemimpin kita. Kita bisa menilai kualitas intelektualitasnya, bagaimana cara dia menyampaikan gagasan-gagasannya.

Kita bisa menilai, bagaimana dia mempertahankan gagasan-gagasannya ketika gagasannya diserang atau dibantah. Kita juga bisa menilai kepribadiannya dan kestabilan emosinya melalui kegiatan debat tersebut. (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Sinergi yang dibangun dengan Jawa Pos Radar Kediri diharapkan bisa membuka jalan organisasi pengusaha muda ini untuk mengabdikan diri bagi masyarakat Kediri.

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Antusiasme menyambut School Contest XVIII – GENZVERSE Digital Roots Local Soul semakin terasa. Kemarin (21/10), peserta dari empat kategori lomba bersemangat

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Atmosfer persaingan di antara para peserta School Contest  2026 mulai terasa. Setidaknya terlihat dalam technical meeting (TM) hari pertama-dari rencana tiga hari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer