Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Manusia dan Kasih Sayang

K
Penulis: Kurniawan Muhammad❯
Catatan Awal Pekan
Catatan Awal Pekan

Berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini, mungkin ada yang mengusik sisi kemanusiaan kita. Di media sosial, pesohor Nikita Mirzani sedang terlibat pertengkaran dengan putri sulungnya, Laura Meizani Nasseru Asry alias Lolly.


Advertisement

Ibu dan anak kandung itu saling kecam di media sosial. Lolly di salah satu videonya bahkan mengumpat dan menyebut ibu kandungnya an***g sambil emosi. Anda yang seorang ibu, mungkin akan "nyetrum" dengan peristiwa ini, bagaimana rasanya punya anak perempuan yang secara terbuka dan vulgar berani mengumpat dan memaki ibu kandungnya.

Sungguh, ini sebuah adegan yang sangat memprihatinkan, pertengkaran ibu dan anak diumbar di publik secara vulgar.

Peristiwa lain, terjadi di Kota Kediri. Yakni, ada bayi yang baru dilahirkan, dibuang oleh ibu kandungnya di kawasan perumahan Mojoroto. Untungnya, si bayi yang masih merah itu berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh warga.

Advertisement

Sedangkan, si ibu kandung yang tega membuang bayinya itu, sudah berhasil ditangkap oleh polisi. Saat ini, si ibu itu langsung dijebloskan ke tahanan polisi. Ketika ditanya alasan membuang bayinya, karena faktor ekonomi keluarga.

Dia merasa tak sanggup merawat bayi yang merupakan anak keempatnya itu. Dia sudah punya tiga anak. Apa pun alasannya, tindakan si ibu itu tergolong biadab.

Kisah di atas, ada anak yang tega menghujat dan memaki ibu kandungnya secara vulgar dan terbuka, lalu ada ibu yang tega membuang bayinya yang baru dilahirkannya, ini adalah contoh peristiwa yang mungkin sangat mengusik sisi-sisi kemanusiaan kita.

Advertisement

Ketika seorang anak tega menghujat dan memaki ibu kandungnya, dan ketika seorang ibu tega membuang bayinya yang baru dia lahirkan, sesungguhnya mereka itu sudah kehilangan sisi kemanusiaannya sebagai manusia.

Sisi kemanusiaan itu dasarnya adalah ketulusan dan kasih sayang. Disadari atau tidak, kita sebagai bangsa, sudah mulai kehilangan sisi-sisi kemanusiaan yang bersumber pada ketulusan dan kasih sayang, mulai dari skala paling ringan hingga skala paling berat.

Anak kandung tega memaki ibunya secara terbuka di media sosial, dan ibu kandung tega membuang bayi yang baru dia lahirkan, ini termasuk kehilangan sisi kemanusiaan dengan skala berat. Sudah parah.

Kehilangan sisi-sisi kemanusiaan dengan skala ringan hingga menengah, seringkali terjadi di dunia politik. Terutama di saat berlangsung pesta demokrasi, lebih khusus lagi pada kontestasi pilkada maupun pilpres.

Ketika ada satu kelompok yang menjelek-jelekkan kelompok lainnya, menghujat dan mencaci-maki kelompok lain, dan ketika ada satu kelompok yang mengkafirkan kelompok lain yang tidak sama pilihan politiknya meski sama-sama muslim, ini sesungguhnya sudah kehilangan sisi-sisi kemanusiaan dalam skala ringan hingga menengah.

Allah melarang hamba-Nya untuk takabur, yakni merasa lebih baik dari yang lain. Bukankah dosa tertua adalah takabur? Yakni ketika iblis menolak untuk bersujud kepada Nabi Adam karena mereka merasa lebih baik dari Adam.

Allah pun murka kepada Iblis, kemudian melaknat Iblis dan mengusirnya dari surga. Iblis telah menjadi makhluk yang takabur. Dan inilah dosa tertua yang dilakukan makhluk kepada Tuhannya.

Menjelek-jelekkan orang lain, dan memaki orang lain adalah varian dari takabur. Dan makhluk Allah yang pertama kali melakukan perbuatan takabur adalah iblis, bukan manusia.

Maka, ketika manusia melakukan perbuatan takabur, maka mereka sesungguhnya adalah pengikut Iblis, dan sudah kehilangan sisi-sisi kemanusiaannya.

Orang yang takabur, jika terus meningkat ketakaburannya, akan kehilangan nilai-nilai kemanusiaan, yakni ketulusan dan kasih sayang.

Ada satu hadits yang terdapat dalam Kitab Kanzul Ummal yang patut direnungkan. Hadits tersebut menjelaskan, "Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah SWT menciptakan 100 kasih sayang ketika menciptakan langit dan bumi. Satu rahmat (kasih sayang) daripada-Nya seluas langit dan bumi. Lalu Allah turunkan salah satu rahmat itu ke bumi. Dengan (rahmat) itulah makhluk saling menyanggupi. Dengan itu ibu mengasihi anaknya. Dengan itu burung dan binatang buas meneguk air (dari tempat yang sama). Dan dengan itu seluruh makhluk hidup (hadits nomor 10464)".

Jadi, Allah SWT sudah memberikan seperseratus kasih sayang untuk semua makhlukNya di dunia ini. Dengan seperseratus itu, Harimau yang buas tak akan memangsa anaknya.

Dengan seperseratus itu, orang tua menyayangi anak-anaknya, hingga rela membanting tulang demi membiayai sekolah anak-anaknya. Sayangnya, manusia tidak selalu berhasil memelihara fitrah kasih sayangnya. Seperseratus rahmat Allah yang dititipkan kepada hati nurani ini, sering ditelantarkan, bahkan dilupakan.

Dalam perjalanan hidup, manusia sering melupakan bisikan fitrah yang suci itu. Buktinya: sering terjadi peristiwa ibu tega membunuh anaknya, anak membunuh ibunya, dan antar manusia saling ejek, saling mencaci maki dan saling menghujat. Manakah seperseratus kasih sayang yang diturunkan Allah di dunia ini? Semoga catatan ini dapat menjadi perenungan bersama. (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Advertisement

Artikel Terkait

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Sinergi yang dibangun dengan Jawa Pos Radar Kediri diharapkan bisa membuka jalan organisasi pengusaha muda ini untuk mengabdikan diri bagi masyarakat Kediri.

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Antusiasme menyambut School Contest XVIII – GENZVERSE Digital Roots Local Soul semakin terasa. Kemarin (21/10), peserta dari empat kategori lomba bersemangat

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Atmosfer persaingan di antara para peserta School Contest  2026 mulai terasa. Setidaknya terlihat dalam technical meeting (TM) hari pertama-dari rencana tiga hari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer