Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Stadion Brawijaya

Kurniawan Muhammad
Penulis: Kurniawan Muhammad❯

 

Catatan Awal Pekan
Catatan Awal Pekan

Koran ini pada edisi Minggu (1/9/2024) mengekspose tentang Sta dion Brawijaya yang kondisinya terkesan dibiarkan "apa adanya". Malah cenderung tidak dirawat dengan baik. Mulai dari papan skor pertandingannya, kondisi kursi penonton dan pemain, hingga tembok-temboknya yang retak-retak.


Advertisement

Stadion ini dibangun sejak 1983. Pernah direnovasi sekitar tahun 2000-an. Berarti, lebih dari 20 tahun stadion itu tak diapa-apakan. Tak dipermak dan tak dipoles. Pertanyaannya, mengapa para walikota yang memimpin Kota Kediri sejak tahun 2000-an hingga kini tak ada yang memprioritaskan untuk merenovasi Stadion Brawijaya? Apakah dianggap tidak begitu penting?

Untuk ukuran kota terbesar ketiga di Jawa Timur, dan untuk ukuran kota yang sudah punya bandara internasional, menurut saya ada beberapa kekurangan di Kota Kediri. Pertama, di Kota Kediri belum ada mal yang layak disebut mal. Jika pun ada beberapa mal di Kota Kediri, namanya saja disebut mal. Tapi sebetulnya itu adalah "trade center" yang diberi label "mal".

Kedua, di Kota Kediri juga belum ada convention hall yang bisa digunakan untuk event-event yang mewah dan bersifat kolosal. Apakah itu pameran atau pun konser musik indoor. Sebenarnya PT Gudang Garam punya gedung yang bisa difungsikan sebagai convention hall. Sayangnya, tak bisa digunakan untuk umum. Dari informasi yang saya terima, di gedung milik Gudang Garam itu dulu pernah bikin konser mendatangkan Agnes Monica.

Advertisement

Ketiga, stadion di Kota Kediri yakni Stadion Brawijaya jauh dari kata "layak". Sudah saatnya direvitalisasi. Apalagi Kediri punya tim sepak bola yang masuk dalam deretan kesebelasan papan atas tanah air di Liga 1. Untungnya, Bupati Hanindhito Himawan Pramana di periode pertama pemerintahannya memprioritaskan untuk membangun Stadion di Kabupaten Kediri, yang diberi nama: Stadion Gelora Daha Jayati. Saat ini, proses pembangunan stadion tersebut dalam proses uji coba. Tim Persik sudah mekukan uji coba di stadion tersebut.

Daerah-daerah lain yang punya klub sepak bola, semakin banyak yang sudah punya stadion yang dijadikan sebagai markas mereka. Di Kota Samarinda, ada Stadion Utama Palaran yang cukup megah, yang diresmikan pada 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di stadion ini dijadikan markas Borneo FC.

Di Kota Banda Aceh juga sudah dibangun stadion cukup megah yakni Stadion Harapan Bangsa atau Stadion Lhong Raya. Stadion ini dijadikan markas klub sepak bola Persiraja. Juga di Bogor, pada tahun 2014 selesai dibangun Stadion Pakansari. Stadion ini menjadi kandang klub Persikabo. Dan di Solo, juga sudah direnovasi Stadion Manahan, yang dijadikan sebagai markasnya Persis Solo.

Advertisement

Ketika saya ngobrol dengan salah satu calon wali kota yang akan berlaga di Pilkada Kota Kediri, Vinanda Prameswati, salah satu program utama yang akan dia wujudkan jika terpilih adalah merevitalisasi Stadion Brawijaya. Dia sangat menyayangkan, keberadaan stadion tersebut yang selama puluhan tahun dibiarkan "apa adanya".

Membangun stadion di sebuah daerah, memang bukanlah hal yang vital. Tapi, lebih pada melengkapi fasilitas umum. Keberadaan stadion, bisa dijadikan parameter bagi sebuah peradaban di suatu daerah. Sebab, stadion adalah tempat masyarakat untuk beraktivitas, berkreasi dan mengukir prestasi. (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Advertisement

Artikel Terkait

Tiket Kereta Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Dibuka, KAI Tambah Stasiun Pemberhentian

Tiket Kereta Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Dibuka, KAI Tambah Stasiun Pemberhentian

PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi membuka pemesanan tiket kereta api untuk keberangkatan mulai 1 Desember 2026 sejak Minggu (1/11) pukul 00.01 WIB. 

Tresna Jalaran Kanca

Tresna Jalaran Kanca

Masiya Yu Minthul berprofesi sebagai guru, ternyata ora kabeh kelakuane patut ditiru.  Terutama kelakuane deweke sing wani nglebokne Kang Godek, pacarnya, ke dalam r

Terlibat Kasus Narkotika, Satu Anggota Polres Kediri Kota Dipecat! Begini Kronologinya

Terlibat Kasus Narkotika, Satu Anggota Polres Kediri Kota Dipecat! Begini Kronologinya

Personel kepolisian atas nama Aiptu Teguh Dwi Anjariyanto resmi dipecat sebagai anggota polisi pada Oktober 2026 ini. Itu setelah menunggu proses yang panjang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer