Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soft Skill dan School Contest

A

 


Advertisement

Catatan Awal Pekan
Catatan Awal Pekan

Selama empat hari: mulai Senin (11/9), Jumat-Minggu (15-17/9), Kediri Town Square (Ketos) dipenuhi para pelajar setingkat SMP dan SMA. Mereka tak hanya dari wilayah Kediri Raya. Ada juga dari Trenggalek, Tulungagung, Ngawi, Blitar dan Nganjuk. Mereka adalah para peserta dan supporter di ajang

‘School Contest XV GenZverse’ yang diadakan Jawa Pos Radar Kediri.

Rata-rata para pelajar itu datang dengan wajah sumringah. Begitu bersemangatnya mereka. Antusias. Bahkan, ada beberapa yang sampai bermalam di Ketos, demi mengerjakan dan menyelesaikan mading, salah satu lomba di kegiatan tersebut: “Mading Wars”. Saya sempat ngobrol dengan mereka yang bermalam di mal itu. Meski sejak pagi berada di Ketos, mereka tidak terlihat lelah. Mereka begitu bersemangatnya.

Advertisement

Mengapa para pelajar itu tampak bersemangat? Bisa jadi, karena mereka sedang butuh-butuhnya tempat, panggung atau arena untuk berekspresi dan berkreasi. Karena itu, begitu tempat, panggung, atau arena disediakan dan disiapkan, maka berbondong-bondonglah mereka untuk datang.

Ada tujuh lomba dalam kompetisi pelajar tersebut: Mading Wars (lomba majalah dinding), Dance Competition, Band Competition, E-Sports (Mobile Legends), English Stars (bercerita dengan bahasa Inggris), Short Video Competition, dan Lomba Fotografi.

Ketujuh lomba tersebut, sesungguhnya lebih banyak untuk merangsang dan meningkatkan soft skill para pelajar. Di mana, di kebanyakan sekolah, soft skill jarang sekali diasah, dan ditingkatkan. Padahal, soft skill inilah yang akan menjadi pembeda kualitas personal antara orang yang satu dengan lainnya. 

Advertisement

Soft skill merupakan kemampuan yang memiliki ciri khas. Soft skill biasanya identik dengan kecerdasan emosional (EQ). Selain itu, kemampuan ini juga identik dengan empati dan kemampuan interpersonal.

Deakin University dan The Balance Career memberikan sejumlah contoh yang termasuk dalam soft skill:  communication (kemampuan berkomunikasi), leadership (kepemimpinan), flexibility (keluwesan), critical thinking (berpikir kritis), creative thinking (berpikir kreatif), global citizenship (menjadi bagian dari ekosistem global), dan innovation (kemampuan berinovasi).

Contoh lain yang juga termasuk dalam soft skill: persuasion (kemampuan mempengaruhi), problem solving (kemampuan mencari solusi terhadap persoalan), time management (manajemen waktu), self management (manajemen diri sendiri), dan teamwork (membangun tim).

Dari tujuh lomba yang digelar dalam “School Contest XV GenZverse” itu, mayoritas harus diikuti tim atau secara berkelompok. Artinya, dengan mengikuti lomba-lomba tersebut, para peserta secara otomatis akan punya soft skill  bagaimana membangun team work yang baik. Juga akan punya soft skill leadership. Sebab, setiap tim, atau setiap kelompok harus ada satu orang yang tampil sebagai pemimpin atau koordinator.

Dan dalam perjalanan mengikuti lomba bersama tim, tentu ada masalah yang muncul. Bisa masalah pendanaan, atau pun masalah terkait dengan hubungan antar anggota tim. Dan ini harus diselesaikan. Menyelesaikan masalah, adalah termasuk soft skill (problem solving). Membina hubungan antar anggota tim, juga termasuk sof skill (interpersonal).

Para pelajar yang mengikuti kompetisi, dituntut harus bisa membagi waktu dengan baik. Antara kegiatan belajar di sekolah, dengan kegiatan mengikuti lomba. Ketika mereka mampu membagi waktu dengan baik antara bersekolah dan mengikuti lomba, maka berarti mereka punya soft skill dalam manajemen waktu (time management).

Beberapa kompetisi seperti Dance Competition, Mading Wars, Short Video Competition, Band Competition, dan Fotografi, dibutuhkan kreativitas dan inovasi. Siapa yang paling bagus inovasi dan kreativitasnya, maka akan menjadi pemenang. Daya kreativitas dan daya inovasi, adalah soft skill.

Pada lomba “English Stars”, para peserta dituntut untuk punya kepercayaan diri dalam menampilkan ceritanya dengan menggunakan Bahasa Inggris. Selain mengasah kepercayaan diri, sekaligus juga mengasah kemampuan berbahasa Inggris. Dan ini termasuk soft skill.

Jadi, dengan mengikuti “School Contest XV GenZverse”, para pelajar akan mengasah  berbagai macam soft skill-nya. Karena itu, menang-kalah mengikuti kompetisi itu, jangan dijadikan tujuan. Jadikan mengasah dan meningkatkan soft skill sebagai tujuan. Jika pun berhasil menang, anggap saja sedang mendapatkan bonus. Ayo, kita lihat, sekolah-sekolah mana saja yang murid-muridnya berhasil menjadi pemenang. Ayo, kita tunggu, kelak, pada 2045, para pelajar yang mengikuti School Contest tahun ini, merekalah yang akan menjadi penentu nasib dan perjalanan negeri ini selanjutnya. (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Advertisement
Editor : Anwar Bahar Basalamah

Artikel Terkait

Dukung Kreativitas Pelajar, Yamaha Hadirkan Fazzio Hybrid di School Contest Radar Kediri 2026

Dukung Kreativitas Pelajar, Yamaha Hadirkan Fazzio Hybrid di School Contest Radar Kediri 2026

Melalui School Contest Radar Kediri 2026, Yamaha akan menghadirkan ‘Yamaha Fazzio Hybrid’. Skutik berdesain stylish ini siap menjadi ikon gaya hidup anak muda.

Roadshow School Contest XVIII Genzverse di SMAN 1 Plosoklaten,

Roadshow School Contest XVIII Genzverse di SMAN 1 Plosoklaten,

Kegiatan yang digelar oleh tim dari Jawa Pos Radar Kediri dan di hadiri langsung oleh Wakil Kepala SMAN 1 Plosoklaten Eri Hartini, Manager Event JP Radar Kediri

Mengenal Sosok Ery Puspitasari, MUA dan Entrepreneur Muda Asal Kediri

Mengenal Sosok Ery Puspitasari, MUA dan Entrepreneur Muda Asal Kediri

“Kalau mau berkembang, kita tidak boleh merasa cukup dengan skill yang sudah dimiliki. Harus terus belajar,” pesannya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer