Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

(Mimpi) Pare

A

Catatan Awal Pekan
Catatan Awal Pekan

Ini kesan saya terhadap Pare, salah satu kota kecamatan di Kabupaten Kediri: banyak potensi tapi berkembang secara sporadis.


Advertisement

Di Pare ada Kampung Inggris. Ada Kampung Arab. Ada beberapa orang yang dikenal sebagai ahli digital marketing. Ada penemu “math master”, suatu metode yang bisa bikin para pelajar menyukai dan lebih mudah dalam belajar matematika.

Sayangnya, berbagai potensi itu terkesan berjalan sendiri-sendiri. Ibarat potensi itu adalah titik-titik, antara titik yang satu dengan titik yang lain tidak saling terhubung. 

Saya membayangkan, seandainya berbagai potensi itu bisa saling terhubung, pasti akan bikin Pare lebih maju dan lebih berkembang. Jika saya punya otoritas untuk mengatur Pare maka akan saya branding Pare menjadi “Kota Bahasa”.

Advertisement

Di Pare orang bisa belajar Bahasa Inggris, karena sudah ada “Kampung Inggris”, dengan ratusan lembaga kursus Bahasa Inggris. Juga bisa belajar Bahasa Arab. Karena di sana sudah mulai muncul sejumlah lembaga kursus Bahasa Arab. Karena letaknya saling berdekatan, sehingga di sebuah tempat di Pare ada yang disebut “Kampung Arab”. Kabarnya, juga sudah mulai bermunculan beberapa lembaga kursus Bahasa Mandarin.

Sayangnya, keberadaan lembaga kursus berbagai bahasa itu, terutama bahasa Inggris, hingga kini belum ada pihak yang benar-benar mengkurasi mereka. Salah seorang tokoh masyarakat di Kampung Inggris menceritakan kepada saya, ada beberapa lembaga kursus Bahasa Inggis yang kurang bagus kualitasnya.

Mereka bikin modul sendiri, yang tak sama dengan lembaga-lembaga kursus kebanyakan yang sudah lebih dulu berdiri di Pare. Dan mereka gencar sekali berpromosi di media sosial (medsos). Bahkan, sampai menghabiskan budget yang tidak sedikit, demi beriklan di medsos. Karena promosi yang gencar, sehingga banyak yang mengikuti kursus di lembaga kursus tersebut.

Tapi apa yang terjadi? Tak sedikit yang kecewa dengan lembaga kursus tersebut. Salah satunya karena kualitas para pengajarnya. Ditambah lagi, sudah mengikuti sebulan kursus (sesuai dengan program yang ditawarkan),  tetap saja tidak bisa mencapai hasil yang diinginkan. “Ini yang lantas merusak nama baik Kampung Inggris,” cerita salah seorang tokoh masyarakat di Kampung Inggris tadi.

Advertisement

Makanya, keberadaan lembaga kursus di Pare, selain harus ditelisik izinnya, juga harus dikurasi. Sehingga keberadaannya benar-benar kredibel. Sesuai dengan karakter dan ciri khas kursus Bahasa Inggris yang selama ini menjadi kelebihan di Pare.

Lantas, siapa yang mengkurasi? “Ini tugasnya Pemkab Kediri. Kalau memang Mas Bup (sapaan akran Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana) serius ingin mengangkat dan memperbaiki potensi kampung Inggris di Pare, harus dimulai dari hal-hal seperti ini,” kata tokoh masyarakat tadi.

Bupati Kediri Mas Dhito dalam sebuah kesempatan memang pernah mengatakan bahwa dia sangat serius melakukan penataan di Kampung Inggris Pare. Ada tiga aspek yang akan ditata. Pertama, infrastruktur. Kedua, kurikulum. Dan ketiga, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Mengkurasi keberadaan lembaga kursus di Pare, bisa dikategorikan ke dalam aspek penataan kurikulum, dan peningkatan SDM.

Sedangkan di bidang infrastruktur, perwajahan Kampung Inggris perlu di-make over. Perlu dibikin gate dengan desain dan huruf yang menarik. Sebagai penanda berada di lingkungan Kampung Inggris. Juga perlu dipetakan, sekaligus ditata ulang, keberadaan lembaga kursus berdasarkan bahasanya. Bahasa Inggris, Bahasa Arab, atau pun bahasa Mandarin. Lalu dibikin petanya.

Juga bisa ditambahkan, lembaga kursus pelatihan digital marketing yang saat ini mulai bermunculan di Pare dan Lembaga Kursus Math Master.

Sehingga Pare bisa direbranding sebagai Kota Bahasa atau Kota Pendidikan. Selanjutnya dibikin sebuah tempat yang berfungsi sebagai pusat informasi. Di tempat ini para pendatang bisa bertanya tentang informasi berbagai lembaga kursus yang ada di Pare, dan sudah tentu, keberadaannya sudah terkurasi dan terstandardisasi.

Perkembangan selanjutnya, di Pare bisa jadi akan berdiri hotel-hotel atau apartemen, yang disediakan bagi mereka yang belajar di Pare.

Dengan demikian, Pare akan naik kelas. Pare akan lebih elegan menjadi ikonnya Kabupaten Kediri di level nasional, bahkan internasional. Inilah mimpi tentang Pare ke depan. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Advertisement

Artikel Terkait

Cegah Bullying Sejak Dini, Satbinmas Polres Kediri Beri Edukasi Pelajar SMK dan SMP di Pare

Cegah Bullying Sejak Dini, Satbinmas Polres Kediri Beri Edukasi Pelajar SMK dan SMP di Pare

Satbinmas Polres Kediri terus mengintensifkan program Polisi Jogo Sekolah sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas perundungan

Bejat! Bayi Tanpa Dosa di Gedangsewu Pare Kediri Dibekap hingga Meninggal Dunia

Bejat! Bayi Tanpa Dosa di Gedangsewu Pare Kediri Dibekap hingga Meninggal Dunia

Kapolres Kediri AKBP Muhammad Wahyudin Latif mengatakan, TW dan DA merupakan pasangan yang telah menjalin hubungan sekitar dua tahun dan berencana menikah.

Kurang dari 24 Jam! Polisi Amankan Terduga Pembuang Bayi di Gedangsewu Pare

Kurang dari 24 Jam! Polisi Amankan Terduga Pembuang Bayi di Gedangsewu Pare

Kurang dari 24 jam setelah bayi ditemukan, polisi mengamankan seseorang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer