Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Acara tersebut akan dipusatkan di Desa Sugih Waras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Ini adalah kawasan di lereng Gunung Kelud. Juga menjadi akses utama masuk ke kawasan wisata alam Gunung Kelud.
Selain itu, Desa Sugihwaras adalah salah satu sentra tanaman nanas di Kabupaten Kediri. Dari luas desa sekitar 370 hektare, sekitar 150 hektare ditanami nanas. Maka, sangatlah tepat, jika “Pineapple Festival” alias “Festival Nanas” digelar di desa tersebut.
Apa saja atraksi dan kegiatan selama dua hari “Pineapple Festival”? Ada pawai tumpeng nanas. Fashion show dengan tema: “Kediri Fashion Pineapple Carnival”. Edukasi nanas. Lomba masak: “Pineapple Cooking Competition”. Juga ada “Carving Nanas”. Pameran UMKM berbagai olahan nanas. Dan juga ada seru-seruan: lomba kupas nanas.
Festival nanas juga ada di daerah-daerah lain. Di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, ada “Festival Nadulang”. Akronim dari Festival Nanas Madu Pemalang. Sedangkan di luar Jawa, tepatnya di Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, ada “Festival Nanas Mekarsari”.
Di luar negeri, “Pineapple Festival” juga digelar di beberapa negara. Dalam waktu dekat, tepatnya pada awal Juni mendatang, digelar “Pineapple Festival” di Gregory Town, Bahamas. Di Australia, di North Queensland, juga ada “Rolling Stone Pineapple Festival”. Di kawasan ASEAN, tepatnya di Philippina juga ada festival nanas yang selalu dipadati pelancong, yakni: “The Pinyasan”, yang selalu diadakan di Kota Daet, Provinsi Camarines Norte, di kawasan Bicol Region.
Berbagai Festival Nanas, baik yang dilaksanakan di daerah-daerah lain di Indonesia, maupun yang dihelat di luar negeri, semuanya sama-sama dijadikan sebagai daya tarik di kawasan tersebut.
Karena itu, “Pineapple Festival” di Kabupaten Kediri, yang tahun ini kami terlibat aktif di dalamnya untuk meng-create acara tersebut, tidak hanya dijadikan sebagai kegiatan rutin belaka setiap tahun. Tapi, ke depan, akan dijadikan sebagai magnet event di Kabupaten Kediri, yang akan menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun luar negeri. Apalagi, kegiatan tersebut diadakan di kawasan Gunung Kelud, yang begitu eksotik pemandangan kawahnya.
Dalam jangka pendek, “Pineapple Festival” di Kabupaten Kediri harus bisa masuk ke dalam agenda “Kharisma Event Nusantara” (KEN) di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf). Ini adalah kumpulan event di daerah seluruh Indonesia yang berkualitas yang dikurasi oleh Kemenparekraf/Baparekraf. Tahun ini ada 110 event unggulan di seluruh Indonesia yang dianggap berkulitas. Dan rasanya, tidak ada satu pun yang seperti”Festival Nanas”. Maka, ini menjadi peluang besar bagi Kabupaten Kediri, agar kelak "Pineapple Festival" bisa masuk ke dalam KEN di tahun-tahun berikutnya.
Pada jangka panjang, dengan adanya "Pineapple Festival" diharapkan akan menstimulus Pemkab Kediri untuk semakin serius memikirkan masa depan komoditas nanas di Kabupaten Kediri. Baik dari sisi manajemen pengelolaannya, maupun dari sisi kebaruan teknologi tepat guna.
Selama ini setidaknya ada lima hal yang menjadi kelemahan, terkait komoditas nanas di Kabupaten Kediri. Pertama, lemahnya daya saing dengan produsen dari daerah lain. Terutama untuk varietas "smooth cayenne". Problemnya adalah kurang adanya kontinuitas dalam produksi. Padahal, varietas nanas ini sedang banyak permintaan di pasar modern dan pasar ekspor. Dan di Kabupaten Kediri, sebetulnya sudah dibudidayakan sejak 2011. Nanas jenis "smooth cayenne" ini banyak diminati karena mempunyai rasa yang manis dengan kandungan airnya yang tinggi. Biasanya nanas ini diolah menjadi buah kaleng.
Kedua, penanaman nanas masih dibudidayakan dengan teknologi yang relatif sederhana. Ketiga, teknologi produksi dan pasca-panen belum dilakukan secara maksimal dalam pengelolaan kebun nanas.
Keempat, sistem dan strategi pemasaran masih lemah, dan masih didominasi oleh para tengkulak dan pedagang lokal. Dan kelima, belum adanya penerapan teknologi pasca-panen yang baik.
Nah, dengan adanya "Festival Nanas" yang digelar setiap tahun di Kabupaten Kediri, dan setiap tahun dibikin yang lebih wow dari tahun sebelumnya, maka, diharapkan akan berdampak signifikan di semua lini. Dari sisi kunjungan wisata, bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kediri. Dari sisi masyarakat yang selama ini menanam Nanas dan menggantungkan hidupnya pada komoditas Nanas, akan membuat mereka semakin bersemangat dan bergairah dalam mengembangkan pertanian nanas-nya. Dan dari sisi pemerintah daerah, diharapkan bisa membuka kesadaran baru dan cara baru dalam melihat komoditas nanas. Agar ke depan, semakin dipikirkan cara pemberdayaan dan pengembangannya, agar komoditas nanas di Kabupaten Kediri menjadi komoditas yang benar-benar bisa diunggulkan.
Saat ini, Indonesia berhasil masuk ke dalam jajaran lima besar negara penghasil nanas terbanyak di dunia. Dan itu bisa terjadi, salah satunya karena ada kontribusi dari Kabupaten Kediri. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



