29 C
Kediri
Saturday, December 3, 2022

Mbak Pur Nyanyi, Boscu Emosi

- Advertisement -

Jadi suami Mbak Pur itu tidak gampang. Boscu pun merasakannya. Jika sehari atau seminggu, Boscu masih bisa tahan. Tidak demikian, setelah pernikahannya menginjak sebulan. Boscu jadi sering uring-uringan. Padahal, Boscu sendiri yang mengantar Mbak Pur bekerja di karaoke plus-plus. Karena Boscu adalah karyawan di tempat itu juga.

Namun, saat mengintip di balik pintu, darahnya tiba-tiba mendidih. Suara manja Mbak Pur saat bercanda dengan tamu dan menyanyikan lagu romantis membuat Boscu benar-benar terbakar api cemburu. Dia tidak kuat menahan emosinya. Seketika, pintu room digedor. “Ayo pulang!” teriak Boscu.

Sontak, Mbak Pur kaget. Sang tamu pun demikian. Mereka bingung. Kenapa Boscu emosi. Karena Mbak Pur saat itu sedang ‘bekerja’. Dia harus mendampingi tamu berkaraoke dan minum minuman keras. Namun, Boscu justru menyeretnya pulang. “Saya ini suaminya. Meski suami siri tetapi saya itu suami,” ujar Boscu saat sang tamu mencoba menenangkannya.

Baca Juga :  Bawa Ular, Boscu Tidur di Luar

Karena Mbak Pur menolak, Boscu  jadi naik pitam. Dia justru mengancam Mbak Pur dan tamu dengan cutter. Mbak Pur dan tamu jadi ketakutan. Karena masih belum mau pulang, akhirnya Boscu melukai tangan Mbak Pur dengan cutter. Seketika, Mbak Pur kesakitan dan menangis.

Tak terima dengan perbuatan Boscu, Mbak Pur memilih jalur hukum. Dia melaporkan suaminya ke polisi. Karena Mbak Pur bekerja sebagai pemandu lagu itu sebelum mengenal Boscu. Saat berpacaran, Boscu juga tahu pekerjaan Mbak Pur. Bahkan, saat melangsungkan pernikahan siri, Boscu juga masih mengizinkannya Mbak Pur ‘bekerja’. Bahkan, mereka berangkat dan pulang bersama. Uang yang didapat Mbak Pur juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga mereka.

Baca Juga :  Boscu Kabur setelah Hajar Mbak Pur 
- Advertisement -

Kepada polisi, Boscu mengaku emosi. Dia merasa cemburu melihat istrinya bekerja sebagai Mbak Pur. Karena dia mengaku sangat mencintai Mbak Pur. “Suami mana yang rela istrinya jadi Mbak Pur setiap malam,” ujarnya dengan nada tanya.






Reporter: Karen Wibi
- Advertisement -

Jadi suami Mbak Pur itu tidak gampang. Boscu pun merasakannya. Jika sehari atau seminggu, Boscu masih bisa tahan. Tidak demikian, setelah pernikahannya menginjak sebulan. Boscu jadi sering uring-uringan. Padahal, Boscu sendiri yang mengantar Mbak Pur bekerja di karaoke plus-plus. Karena Boscu adalah karyawan di tempat itu juga.

Namun, saat mengintip di balik pintu, darahnya tiba-tiba mendidih. Suara manja Mbak Pur saat bercanda dengan tamu dan menyanyikan lagu romantis membuat Boscu benar-benar terbakar api cemburu. Dia tidak kuat menahan emosinya. Seketika, pintu room digedor. “Ayo pulang!” teriak Boscu.

Sontak, Mbak Pur kaget. Sang tamu pun demikian. Mereka bingung. Kenapa Boscu emosi. Karena Mbak Pur saat itu sedang ‘bekerja’. Dia harus mendampingi tamu berkaraoke dan minum minuman keras. Namun, Boscu justru menyeretnya pulang. “Saya ini suaminya. Meski suami siri tetapi saya itu suami,” ujar Boscu saat sang tamu mencoba menenangkannya.

Baca Juga :  Cincin Tak Bisa Lepas, Anak Nangis

Karena Mbak Pur menolak, Boscu  jadi naik pitam. Dia justru mengancam Mbak Pur dan tamu dengan cutter. Mbak Pur dan tamu jadi ketakutan. Karena masih belum mau pulang, akhirnya Boscu melukai tangan Mbak Pur dengan cutter. Seketika, Mbak Pur kesakitan dan menangis.

Tak terima dengan perbuatan Boscu, Mbak Pur memilih jalur hukum. Dia melaporkan suaminya ke polisi. Karena Mbak Pur bekerja sebagai pemandu lagu itu sebelum mengenal Boscu. Saat berpacaran, Boscu juga tahu pekerjaan Mbak Pur. Bahkan, saat melangsungkan pernikahan siri, Boscu juga masih mengizinkannya Mbak Pur ‘bekerja’. Bahkan, mereka berangkat dan pulang bersama. Uang yang didapat Mbak Pur juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga mereka.

Baca Juga :  Pecatan Polisi Diringkus

Kepada polisi, Boscu mengaku emosi. Dia merasa cemburu melihat istrinya bekerja sebagai Mbak Pur. Karena dia mengaku sangat mencintai Mbak Pur. “Suami mana yang rela istrinya jadi Mbak Pur setiap malam,” ujarnya dengan nada tanya.






Reporter: Karen Wibi

Artikel Terkait

Nemu Uang, Mbak Sri Bingung

Pintu Digedor, Mimpi Pasutri Sultan Ambyar

Cincin Tak Bisa Lepas, Anak Nangis

Most Read


Artikel Terbaru

/