JP RADAR KEDIRI Jauh sebelum boba milk tea dan deretan minuman kekinian menjamur, masyarakat Kediri sudah punya penyegar khas yang melegenda: Es Gudir. Nama “Gudir” berasal dari dialek lokal Kediri untuk menyebut agar-agar, bahan utama minuman ini. Kesederhanaan resepnya justru menjadi kunci keistimewaan, membuat Es Gudir tetap bertahan dan dicintai lintas generasi.
Es Gudir diracik dari agar-agar yang dipotong kecil atau diserut, lalu disajikan dengan sirup manis berbahan gula merah. Bedanya dengan es campur biasa, Es Gudir menonjolkan tekstur kenyal agar-agar sebagai bintang utama, bukan sekadar pelengkap. Dua cara penyajiannya pun sama-sama populer: dengan gula merah cair dan es serut untuk sensasi segar manis, atau ditambah kuah santan gurih layaknya dawet, menciptakan harmoni rasa Nusantara.
Selain nikmat, Es Gudir juga relatif lebih sehat dibanding minuman kekinian yang cenderung tinggi gula. Agar-agar berbahan dasar rumput laut kaya akan serat, baik untuk pencernaan, dan rendah kalori. Tak heran jika dalam sejumlah kampanye gizinya, Dinas Kesehatan Kota Kediri kerap menekankan pentingnya mengonsumsi pangan lokal yang alami, termasuk olahan berbasis agar-agar seperti Gudir.
Baca Juga: Panduan Kuliner Surabaya: Menikmati Es Krim Legendaris hingga Gelato Kekinian
Bagi warga Kediri, Es Gudir bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan bagian dari memori kolektif. Minuman ini mudah ditemui di pasar tradisional, warung kaki lima, hingga gerobak musiman yang ramai saat bulan Ramadan. Bagi banyak orang, meneguk segelas Es Gudir di sore hari serasa pulang ke masa kecil, ketika kesederhanaan justru menghadirkan kebahagiaan.
Meski tren minuman modern terus berganti, Es Gudir tetap eksis. Para pedagang bahkan mulai berinovasi, menambahkan buah-buahan lokal seperti nangka atau kelapa muda untuk memperkaya cita rasa tanpa menghilangkan jati diri klasiknya. Dengan harga terjangkau dan cita rasa yang autentik, Es Gudir masih menjadi pilihan favorit lintas generasi.
Kini, Es Gudir bukan sekadar minuman tradisional, tetapi ikon kuliner Kediri yang mengingatkan bahwa keaslian rasa selalu punya tempat di hati masyarakat. Di tengah gempuran kafe modern dan tren global, segelas Es Gudir tetap berdiri tegak sebagai legenda penyegar Nusantara yang tak lekang oleh zaman.
Baca Juga: Wow! Es Degan di Kediri Ini Harganya Cuma Rp1.000, Jadi Sasaran Warga Kediri di Siang Hari
Dita Amelia Ningsih Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Jauhar Yohanis