JP Radar Kediri - Pagi hari sering datang bersamaan dengan pertanyaan sederhana, mau sarapan apa? Apalagi ketika di kulkas masih tersisa beberapa bahan yang jumlahnya terlalu sedikit untuk dimasak menjadi menu terpisah.
Daripada dibiarkan terlalu lama, roti tawar, telur, sayuran, sosis, hingga keju bisa digabung menjadi satu sajian berupa roti telur panggang.
Resep yang dibagikan melalui akun Instagram @kupicookie ini cukup fleksibel karena topping dapat menyesuaikan bahan yang tersedia di rumah. Roti dan telur menjadi dasar, sementara isi bagian atasnya bisa dikreasikan sesuai stok di kulkas.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Jawa Kuno di Museum Airlangga Kediri, Ada 147 Koleksi Bersejarah
Bahan yang Perlu Disiapkan
Untuk membuat roti telur panggang, siapkan bahan utama berikut:
-
2 lembar roti tawar
-
3 butir telur
-
100 ml susu atau secukupnya
-
Garam secukupnya
-
Lada secukupnya
Untuk topping, siapkan:
-
Paprika hijau
-
Paprika merah
-
Paprika kuning
-
Sosis
-
Brokoli
-
Keju mozzarella
-
Tomat
-
Parsley secukupnya, opsional
Jumlah topping tidak harus selalu sama. Bahan dapat disesuaikan dengan isi kulkas yang tersedia.
Baca Juga: Jelajah Kediri Lewat Kuliner, Ini Menu Lokal yang Bisa Masuk Daftar Coba
Potong Roti dan Tata di Loyang
Langkah pertama, potong roti tawar menjadi beberapa bagian sesuai ukuran yang diinginkan.
Setelah itu, tata potongan roti di dalam loyang atau wadah tahan panas. Roti nantinya menjadi bagian dasar yang menyerap campuran telur dan susu selama proses pemanggangan.
Cara ini membuat roti tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi bagian utama dari sajian.
Campurkan Telur dengan Susu
Pecahkan tiga butir telur ke dalam wadah.
Tambahkan susu, sedikit garam, dan lada, kemudian kocok hingga seluruh bahan tercampur rata.
Setelah itu, tuangkan campuran telur ke atas roti yang telah ditata di loyang. Pastikan cairan tersebar agar beberapa bagian roti dapat menyerap campuran telur.
Baca Juga: Sendang Tirta Kamandanu Kediri, Situs Bersejarah yang Berkaitan dengan Prabu Jayabaya
Tambahkan Sayuran, Sosis, dan Keju
Potong paprika, sosis, brokoli, serta tomat sesuai ukuran yang diinginkan.
Susun seluruh topping di atas roti dan campuran telur. Tambahkan keju mozzarella serta parsley jika tersedia.
Sosis juga tidak menjadi bahan wajib. Jika di kulkas tersedia bakso atau ayam, bahan tersebut bisa digunakan sebagai pengganti.
Fleksibilitas ini membuat roti telur panggang cocok dijadikan menu untuk memanfaatkan bahan yang tersisa dalam jumlah kecil.
Panggang Selama Sekitar 30 Menit
Setelah seluruh bahan tersusun, masukkan loyang ke dalam oven.
Panggang menggunakan api atas dan bawah pada suhu 170 derajat Celsius selama sekitar 30 menit.
Setelah matang, keluarkan dari oven dan sajikan selagi hangat.
Keju yang meleleh, telur, sayuran, serta potongan roti membuat satu sajian memiliki tekstur dan rasa yang beragam.
Baca Juga: Jajanan Bertekstur Kenyal di Kediri, dari Cenil sampai Lupis
Topping Bisa Mengikuti Isi Kulkas
Salah satu kelebihan menu ini adalah topping yang tidak harus terpaku pada satu komposisi.
Paprika dan brokoli bisa digunakan ketika tersedia, sementara sosis dapat diganti dengan ayam atau bakso. Jenis keju maupun sayuran juga dapat menyesuaikan bahan yang ingin segera digunakan.
Dengan begitu, bahan yang tersisa di kulkas tidak harus selalu berakhir terbuang karena jumlahnya terlalu sedikit untuk membuat satu masakan khusus.
Baca Juga: Bosan Nasi Goreng Biasa? Coba Kreasi Nasi Goreng Bakso untuk Menu di Rumah
Bisa Jadi Pilihan untuk Sarapan atau Camilan
Roti telur panggang bisa menjadi alternatif ketika bosan menikmati roti tawar dengan cara yang sama.
Perpaduan roti, telur, susu, sayuran, protein, dan keju membuat menu ini lebih berisi dibandingkan roti panggang biasa.
Selain untuk sarapan, sajian tersebut juga bisa dinikmati sebagai camilan ketika ingin menggunakan bahan-bahan yang masih tersedia di rumah.
Dengan proses yang sederhana dan topping yang fleksibel, roti telur panggang bisa menjadi salah satu ide untuk mengolah stok kulkas menjadi sajian hangat tanpa perlu menyiapkan terlalu banyak bahan baru.
Editor : Shinta Nurma Ababil